Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Nasional

Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Tunggal Piala Asia 2031, Ini Daftar Saingannya

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 February 2026 | 03:29 PM

Background
Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Tunggal Piala Asia 2031, Ini Daftar Saingannya
Timnas Indonesia di FIFA Matchday (Foto/Timnas Indonesia)

Indonesia resmi masuk dalam bursa calon tuan rumah Piala Asia 2031. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan bahwa Indonesia ikut mengajukan bidding sebagai tuan rumah tunggal dan siap bersaing dengan enam negara lain untuk menggelar turnamen sepak bola paling prestisius di Asia tersebut.

Langkah ini menandai ambisi besar Indonesia untuk kembali dipercaya menjadi penyelenggara ajang internasional level senior, setelah sebelumnya sukses menggelar Piala Dunia U-17 2023 serta sejumlah turnamen regional dan kelompok umur. PSSI menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam proses penilaian AFC.

Selain Indonesia, enam negara lain yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031 adalah Australia, India, Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta satu pengajuan bersama dari negara Asia Tengah. Persaingan dipastikan ketat mengingat sebagian kandidat memiliki infrastruktur matang dan rekam jejak panjang sebagai tuan rumah event sepak bola besar.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia mengajukan proposal sebagai tuan rumah tunggal, bukan bersama negara lain. Menurutnya, Indonesia ingin menunjukkan kesiapan penuh dari sisi stadion, transportasi, keamanan, hingga dukungan pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah stadion berstandar internasional seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta International Stadium, serta stadion-stadion baru dan hasil renovasi di beberapa daerah masuk dalam daftar venue yang disiapkan.

PSSI juga menyoroti faktor geografis dan basis suporter sebagai nilai tambah. Indonesia dinilai memiliki pasar sepak bola yang besar dengan antusiasme publik yang tinggi, yang berpotensi mendongkrak atmosfer pertandingan sekaligus nilai komersial turnamen. Selain itu, penyelenggaraan Piala Asia 2031 diyakini dapat memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan industri kreatif.

Di sisi lain, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara yang tak kalah kuat. Australia pernah menjadi tuan rumah Piala Asia 2015 dan dinilai memiliki sistem kompetisi yang mapan. Korea Selatan terakhir menjadi tuan rumah pada 1960 dan kini kembali mengajukan diri dengan dukungan infrastruktur kelas dunia. Uni Emirat Arab juga memiliki pengalaman sebagai penyelenggara Piala Asia 2019, sementara India dan Kuwait menawarkan pasar baru serta dukungan finansial yang kuat.

AFC dijadwalkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proposal yang masuk. Proses penilaian mencakup kesiapan stadion, fasilitas latihan, akomodasi, transportasi, keamanan, hingga komitmen pemerintah dan federasi nasional. Keputusan akhir tuan rumah Piala Asia 2031 diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa tahun ke depan setelah melalui tahapan verifikasi dan inspeksi lapangan.

Bagi Indonesia, bidding ini tidak hanya soal menjadi tuan rumah, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional. Dengan menjadi penyelenggara, Indonesia berpeluang meningkatkan kualitas kompetisi domestik, memperluas exposure internasional, serta mempercepat pembangunan ekosistem sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.

Jika terpilih, Piala Asia 2031 akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Namun sebelum itu, PSSI dan pemerintah masih harus bekerja keras meyakinkan AFC bahwa Indonesia benar-benar siap, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, untuk menggelar turnamen akbar Asia tersebut secara sukses dan berkelas.