Kemendagri: OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Peringatan Tegas bagi Kepala Daerah
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 03 March 2026 | 04:19 PM


amanditmedia.id, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri menilai penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai peringatan serius bagi seluruh kepala daerah untuk menaati aturan dan menjalankan amanah publik dengan baik. Pernyataan ini disampaikan Kapuspen Kemendagri Benny Irwan pada Selasa (3/3).
"OTT di Kabupaten Pekalongan ini diharapkan menjadi warning bagi kepala daerah lainnya agar bekerja sesuai peraturan yang berlaku," ujar Benny.
Dia menambahkan, kasus ini juga menjadi bahan evaluasi internal bagi Kemendagri, terutama terkait mekanisme rekrutmen dan pengawasan kepala daerah di masa mendatang. "Momentum ini akan menjadi refleksi bagi Kemendagri mengenai model atau pola rekrutmen kepala daerah ke depan," kata Benny.
Benny menegaskan bahwa kepala daerah yang terjaring OTT merupakan pejabat hasil pemilihan langsung, sehingga kementerian merasa prihatin atas terulangnya kasus korupsi meski telah berulang kali memberikan peringatan mengenai transparansi dan akuntabilitas.
"OTT kepala daerah kembali terjadi. Kami sangat prihatin karena kasus seperti ini terus berulang," ungkapnya. Ia juga meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kemendagri memastikan akan memantau jalannya pemeriksaan serta mengambil langkah administratif sesuai kewenangan jika diperlukan, guna menjaga kelancaran pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.
Sebelumnya, KPK melakukan penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, "Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati."
Fadia beserta beberapa pihak lain dibawa ke Gedung Merah Putih, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambah Budi, sambil menegaskan bahwa KPK masih mendalami kasus tersebut.
Next News

Prabowo Undang SBY dan Jokowi Hadiri Acara di Istana Merdeka Malam Ini
2 days ago

920 Cartridge Vape Berisi Narkoba Etomidate Diamankan Polisi di Jakarta Pusat
a day ago

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan di Jateng
2 days ago

Persib Bandung Ditahan Imbang Persebaya 2-2, Hodak Pilih Diam Soal Kepemimpinan Wasit
2 days ago

Persita Tangerang Bangkit Dramatis, Bekuk PSM Makassar 4-2 di Pare-pare
2 days ago

Kemenkes Terima Notifikasi Dua Kasus Campak WNA Australia dengan Riwayat Perjalanan ke Indonesia
2 days ago

Profil Try Sutrisno, Wapres Ke-6 RI yang Berkarier dari Militer
3 days ago

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Siapkan Upacara Militer
3 days ago

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
3 days ago

Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Vital Energi Dunia Terancam
3 days ago





