Kalsel Genjot Rehabilitasi Hutan Lewat Program FOLU Net Sink 2030
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 March 2026 | 04:14 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Upaya pemulihan lahan kritis dan peningkatan tutupan hutan di Kalimantan Selatan terus didorong melalui program FOLU Net Sink 2030. Program ini dimanfaatkan untuk mempercepat rehabilitasi hutan dengan dukungan pendanaan internasional.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, mengatakan sektor kehutanan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menekan potensi bencana.
"Tujuan utamanya adalah memulihkan lahan kritis, meningkatkan tutupan lahan, serta meminimalisir karhutla," ujarnya di Banjarbaru, Jumat (13/3).
Sejak 2016, pemulihan ekosistem hutan telah dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan sejumlah pemangku kepentingan. Fokusnya mencakup rehabilitasi lahan kritis, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta penguatan pengamanan kawasan hutan.
Salah satu dukungan pendanaan berasal dari skema FOLU Net Sink 2030 yang mulai dipersiapkan sejak 2021 bersama Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan.
Pada 2024, Kalimantan Selatan memperoleh pendanaan tahap pertama sekitar Rp9 miliar melalui skema Resource Based Contribution (RBC). Dana tersebut digunakan untuk kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) seluas sekitar 305 hektare di wilayah KPH Tanah Laut, Hulu Sungai, dan Kayutangi. Pendanaan itu bersumber dari Pemerintah Norwegia melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan.
Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan pendanaan sekitar Rp11 miliar. Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan di wilayah Tabalong, Hulu Sungai, Kusan, serta KPH Pulau Laut dengan luasan yang hampir sama.
Untuk 2026, pembahasan tahap pendanaan berikutnya masih berlangsung. Selain rehabilitasi lahan mineral, rencana kegiatan juga mencakup pemulihan ekosistem mangrove di wilayah Tanah Laut dan Kotabaru dengan luasan sekitar 100 hingga 200 hektare.
"Saat ini tim masih melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesesuaian lahan dan tingkat keberhasilan rehabilitasi," tuturnya.
Kegiatan rehabilitasi juga diarahkan pada wilayah hulu yang sebelumnya terdampak banjir, seperti Daerah Tangkapan Air (DTA) Barabai dan DTA Riam Kiwa.
Next News

201 Desa di Kalsel Masih Blankspot, Pemprov Genjot Percepatan Akses Digital
7 hours ago

Ratusan Desa di Kalsel Masih Blankspot, Percepatan Akses Digital Dikebut
8 hours ago

Dispora Kalsel Tekankan Hibah Berbasis Kinerja, Organisasi Diminta Tertib dan Akuntabel
8 hours ago

Pemprov Kalsel–KPK Evaluasi Pelatihan Integritas, Perkuat Budaya Anti Korupsi
9 hours ago

Perkuat Kesiapsiagaan, BPBD Kalsel Gelar Desk Relawan HKB 2026
9 hours ago

Geopark Meratus Kembangkan Model Berkelanjutan, Dari Lahan Tambang hingga Ekonomi UMKM
10 hours ago

Geopark Meratus Siapkan Event Wisata 2026, Dorong Kunjungan dan Ekonomi Warga
12 hours ago

Konsultasi Izin Usaha Pariwisata Digelar di Balangan, Dorong Legalitas dan Daya Saing
14 hours ago

Cuaca Kalsel Sepekan: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Perlu Diwaspadai
15 hours ago

Rakor Adipura 2026 Digelar, Kalsel Perkuat Sinergi Kelola Lingkungan
16 hours ago





