Jumat, 1 Mei 2026
Amandit FM
Science & Technology

Kisah Larry Page, Sosok di Balik Google yang Kini Hidup Tersembunyi

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 24 March 2026 | 08:00 PM

Background
Kisah Larry Page, Sosok di Balik Google yang Kini Hidup Tersembunyi
Larry Page (Network World/Larry Page)

Larry Page: Si Pendiam yang Punya Duit 4 Ribu Triliun, Bisa Beli Apa Aja?

Bayangkan kamu bangun tidur, lalu iseng cek saldo di m-banking, dan angka yang muncul adalah 274 miliar dolar AS. Kalau dikonversi ke Rupiah dengan kurs saat ini, angka itu setara dengan kira-kira 4.300 triliun Rupiah. Ya, kamu nggak salah baca. Nolnya ada banyak banget sampai mungkin layar HP kamu nggak cukup buat nampilin semuanya. Itulah potret kekayaan Larry Page, salah satu otak di balik Google yang sekarang lebih sering terlihat "ngumpet" daripada pamer kekayaan di media sosial.

Berbeda dengan Elon Musk yang hobi bikin gaduh di X (dulu Twitter) atau Jeff Bezos yang sering pamer foto liburan mewah di yacht bareng kekasihnya, Larry Page adalah tipe introvert goals. Dia punya duit yang nggak habis tujuh turunan, tapi milih buat hidup tenang, jauh dari sorot lampu kamera. Ibarat kata, kalau ada lomba siapa yang paling tajir tapi paling nggak mau ribet, Larry Page juaranya.

Berawal dari Garasi dan Keisengan yang Jadi Candu

Kisah Larry ini sebenarnya klasik banget, khas anak kuliahan Stanford yang jenius tapi agak kurang kerjaan. Tahun 1990-an, bareng sohib kentalnya Sergey Brin, dia bikin mesin pencari bernama Backrub. Nama yang aneh, kan? Kayak tukang pijat. Untungnya mereka sadar dan ganti jadi Google, yang diambil dari istilah matematika "Googol".

Dulu, Google cuma proyek riset yang mereka kerjain di kamar asrama. Mereka nggak pernah nyangka kalau "keisengan" itu bakal bikin mereka jadi penguasa internet dunia. Sekarang, coba deh jujur, berapa kali sehari kamu ngomong "googling dulu deh"? Google udah bukan sekadar brand lagi, tapi udah jadi kata kerja. Dan di balik setiap klik yang kamu lakukan, pundi-pundi dolar Larry Page makin numpuk tanpa dia harus keringetan.

Gokilnya lagi, Larry itu punya visi yang sering dianggap gila pada masanya. Dia nggak cuma mau bikin mesin pencari, dia mau mengorganisir seluruh informasi di dunia. Ambisius? Banget. Tapi terbukti, sekarang kita nggak bisa hidup tanpa "Mbah Google". Mulai dari cari resep seblak sampai ngerjain skripsi, semuanya lewat tangan dingin Larry Page.

Duit Segunung Buat Apa Sih?

Nah, sekarang kita bahas bagian yang paling bikin jiwa miskin kita meronta-ronta. Dengan kekayaan sebesar 274 miliar dolar, Larry Page sebenarnya bisa beli apa aja. Mau beli klub bola Liga Inggris? Receh. Mau beli pulau pribadi di Karibia? Dia udah punya, bahkan kabarnya dia punya beberapa pulau di Fiji yang dijadiin tempat persembunyian selama pandemi kemarin.

Tapi yang unik dari Larry adalah ketertarikannya pada proyek-proyek "Moonshot". Dia nggak cuma mau simpan duit di deposito atau beli properti mewah doang. Dia investasi di hal-hal yang kedengarannya kayak film fiksi ilmiah. Ada Waymo yang fokus ke mobil tanpa sopir, dan ada Calico yang punya misi ambisius: melawan penuaan dan kalau bisa, bikin manusia hidup selamanya. Bayangin, orang saking kayanya, dia sampai bingung mau ngapain lagi selain mencoba melawan takdir penuaan.

Selain itu, Larry juga tertarik banget sama mobil terbang. Lewat perusahaan-perusahaan yang dia danai secara pribadi, dia pengen banget kita semua bisa berangkat kerja nggak perlu kejebak macet di Sudirman atau kalimalang, tapi tinggal terbang aja. Ya, meskipun sampai sekarang kita masih harus puas naik ojek online, tapi setidaknya Larry udah nyoba buat mewujudkannya.

Gaya Hidup Anti-Mainstream Sang Triliuner

Satu hal yang bikin Larry Page menarik buat dibahas adalah betapa "menghilangnya" dia dari publik sejak mundur dari posisi CEO Alphabet (induk perusahaan Google) di tahun 2019. Dia kayak ninja. Nggak ada drama, nggak ada podcast berjam-jam bahas konspirasi, nggak ada pamer jet pribadi tiap minggu. Dia cuma pengen menikmati hidup tanpa diganggu siapa pun.

Banyak pengamat bilang kalau gaya hidup Larry ini adalah bentuk dari ultimate power. Orang yang beneran kaya nggak butuh pengakuan. Dia nggak butuh validasi dari netizen. Dia cukup duduk manis di pulau pribadinya, liat saham Google naik turun dikit, dan tetep jadi salah satu manusia paling berpengaruh di planet bumi. Ini beda banget sama gaya hidup flexing yang sering kita liat di Instagram atau TikTok anak-anak kaya jaman sekarang.

Kadang kita mikir, "Enak banget ya jadi Larry Page." Tapi kalau dipikir-pikir lagi, punya tanggung jawab atas perusahaan sebesar Google juga pasti bikin stres. Makanya nggak heran kalau sekarang dia lebih milih buat fokus ke riset-riset masa depan dan hidup tenang. Uang 274 miliar dolar itu bukan cuma angka, itu adalah tiket buat dia buat pensiun paling mewah sepanjang sejarah manusia.

Kesimpulan: Pelajaran dari Si Bos Google

Dari sosok Larry Page, kita belajar kalau jadi jenius itu penting, tapi punya visi yang jauh ke depan itu jauh lebih krusial. Dan satu lagi: kalau udah sukses nanti, jangan lupa buat tetep rendah hati atau setidaknya nggak usah terlalu banyak gaya yang nggak perlu. Larry Page membuktikan kalau diam itu emas, dan dalam kasus dia, emasnya seberat 4.300 triliun Rupiah.

Jadi, kalau besok kamu buka Google buat cari tugas atau cari diskonan belanja online, inget ya, ada satu orang di sana yang makin kaya karena aktivitas kecilmu itu. Tapi ya mau gimana lagi? Google emang udah jadi bagian dari DNA kita sekarang. Kita cuma bisa berdoa, semoga suatu saat nanti saldo m-banking kita minimal punya digit yang sama, meski depannya cuma angka satu. Semangat kerja kerasnya, ya!

Tags