Labirin – Tulus dan Arti Lagu tentang Terpesona pada Sosok yang Penuh Misteri
Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 05 March 2026 | 10:51 AM


Dirilis pada 2019 sebagai bagian dari proyek single menuju era album berikutnya, Labirin menampilkan sisi romantis yang lebih playful dari Tulus. Lagu ini bukan tentang cinta yang tenang dan pasti, melainkan tentang rasa penasaran yang begitu kuat hingga terasa seperti tersesat di lorong-lorong perasaan sendiri.
Sejak awal, tokoh "aku" digambarkan begitu terobsesi secara manis, "Kucari tahu tentangmu / Tanggal dan tahun lahirmu." Ia ingin mengenal sosok ini sedetail mungkin. Bahkan sampai "Kupelajari rasi bintang menebak pribadimu." Astrologi menjadi simbol usaha memahami karakter seseorang lewat cara apa pun yang tersedia. Ini bukan sekadar suka biasa, tetapi rasa ingin tahu yang mendalam.
Detail seperti "Tokoh kartun favoritmu / Dan warna kegemaranmu" membuat kisah ini terasa personal. Ia tidak hanya tertarik pada sisi luar, tetapi juga hal-hal kecil yang membentuk kepribadian orang tersebut. Seolah setiap informasi adalah potongan peta untuk memahami labirin bernama dirinya.
Refrain "Bius aku dengan tatapanmu / Menyiksaku tapi sungguh candu" menunjukkan paradoks jatuh cinta. Tatapan itu menyiksa karena membuat gelisah, tetapi juga candu karena ingin terus merasakannya. Misteri justru menjadi daya tarik. Rasa tidak pasti bukan halangan, melainkan magnet.
Metafora utama lagu ini ada pada kata labirin. "Lika liku labirinmu / Tak kan urungkan niatku." Labirin melambangkan kepribadian yang kompleks, sulit ditebak, penuh belokan tak terduga. Namun alih-alih mundur, ia justru ingin masuk lebih dalam. Bahkan ia berkata, "Jebak aku dalam labirinmu." Ini bukan korban, tetapi pilihan sadar untuk tenggelam dalam pesona seseorang.
Frasa "Tersesatku di adiwarnamu pesonamu" menambah lapisan makna. Adiwarna berarti sangat berwarna, kaya nuansa. Sosok ini tidak satu dimensi. Ada banyak sisi yang membuatnya menarik sekaligus membingungkan. Tersesat di dalamnya terasa indah.
Menariknya, lagu ini tidak menampilkan rasa takut. Tidak ada keluhan tentang sulitnya memahami. Justru ada keyakinan, "Betapa kuyakin kita berdua bisa menyatu." Meski penuh liku, ia percaya ada titik temu di ujung perjalanan.
Labirin adalah lagu tentang fase jatuh cinta yang dipenuhi rasa ingin tahu dan adrenalin. Tentang menikmati misteri tanpa harus segera menemukan jawaban. Kadang cinta memang seperti labirin, membuat kita berputar-putar, tetapi justru di sanalah sensasinya. Dan bagi sebagian orang, tersesat dalam pesona seseorang adalah pengalaman yang ingin mereka rasakan lagi dan lagi.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
21 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
21 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
22 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
22 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
22 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
22 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
22 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
22 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
25 days ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
23 days ago





