Sabtu, 7 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Makna Lagu Ophelia dari The Lumineers: Tentang Ketakutan Jatuh Cinta dan Bayang-bayang Kesuksesan

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 27 February 2026 | 03:11 PM

Background
Makna Lagu Ophelia dari The Lumineers: Tentang Ketakutan Jatuh Cinta dan Bayang-bayang Kesuksesan
Ophelia dari The Lumineers (Genius/The Lumineers)

Lagu Ophelia menghadirkan cerita yang terasa ringan di permukaan, tetapi sebenarnya menyimpan kegelisahan tentang cinta, perubahan hidup, dan rasa takut kehilangan arah setelah kesuksesan datang. Dirilis dalam album Cleopatra tahun 2016, lagu ini sering dianggap sebagai metafora tentang seseorang yang tiba-tiba berada di puncak hidupnya namun masih dihantui masa lalu dan keraguan.

Di bait awal, lirik "When I was younger, I should've known better" menunjukkan refleksi penyesalan. Tokoh lagu menoleh ke masa lalu dan sadar bahwa ia dulu terlalu naif. Kalimat "I can't feel no remorse, and you don't feel nothing back" menggambarkan hubungan yang emosinya tidak seimbang. Ada jarak, ada kebekuan, seolah dua orang ini tidak lagi benar-benar terhubung.

Masuk ke chorus, nama "Ophelia" menjadi pusat cerita. Dalam budaya populer, nama ini sering diasosiasikan dengan karakter tragis dari drama Hamlet karya William Shakespeare, yang melambangkan cinta, kehilangan, dan kehancuran emosional. Dengan memakai nama itu, lagu ini memberi nuansa bahwa perempuan tersebut bukan sekadar sosok nyata, tetapi simbol cinta yang rumit dan berbahaya.

Lirik "Heaven help the fool who falls in love" menjadi pesan paling kuat. Artinya kira-kira: hanya orang bodoh yang jatuh cinta tanpa sadar risikonya. Ini bukan berarti cinta itu buruk, tetapi cinta digambarkan sebagai sesuatu yang bisa membuat seseorang kehilangan kendali, membuat keputusan impulsif, bahkan merusak hidup jika tidak hati-hati.

Pada bagian lain, "I got a little paycheck, you got big plans and you gotta move" memperlihatkan perbedaan ambisi dalam hubungan. Satu pihak merasa hidupnya sederhana, sementara yang lain ingin bergerak maju. Konflik seperti ini sering muncul dalam hubungan nyata ketika karier, impian, atau perubahan hidup mulai tidak sejalan.

Pengulangan kalimat "You've been on my mind… like a drug" memperkuat metafora bahwa cinta bisa bersifat adiktif. Orang tersebut terus terbayang, bukan karena hubungan sehat, tetapi karena keterikatan emosional yang sulit dilepaskan. Cinta di sini terasa seperti candu: menyenangkan sekaligus berbahaya.

Secara keseluruhan, "Ophelia" bukan hanya lagu cinta biasa. Ini adalah cerita tentang seseorang yang melihat kembali hidupnya setelah perubahan besar, merasa kehilangan stabilitas, lalu menyadari bahwa jatuh cinta bisa menjadi pengalaman yang indah sekaligus menghancurkan. Dengan musik folk yang ceria namun lirik yang melankolis, lagu ini sengaja menciptakan kontras antara bunyi yang ringan dan makna yang dalam.