Selasa, 9 Juni 2026
Amandit FM
Science & Technology

Petrikor atau Petaka? Menghadapi Musim Hujan Indonesia

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 30 May 2026 | 01:00 PM

Background
Petrikor atau Petaka? Menghadapi Musim Hujan Indonesia
kesalahan umum yang dilakukan saat hujan deras (Pexels.com/Natalia Olivera )

Hujan Deras dan Sederet Blunder yang Sering Kita Lakukan Tanpa Sadar

Siapa sih yang nggak suka bau tanah kena air alias petrichor? Rasanya syahdu banget, apalagi kalau dinikmati sambil ngopi di teras rumah. Tapi masalahnya, di Indonesia, hujan itu jarang banget datang dengan sopan. Seringnya dia datang bareng angin kencang, petir menggelegar, dan tentu saja drama banjir di mana-mana. Begitu langit mulai mendung pekat dan air tumpah dari langit kayak ember raksasa yang tumpah, seketika itu juga insting bertahan hidup kita diuji.

Sayangnya, meski sudah puluhan tahun tinggal di daerah tropis, kita sering banget melakukan kesalahan-kesalahan konyol saat hujan deras. Entah karena malas, sok tahu, atau memang sudah jadi kebiasaan yang mendarah daging. Dari urusan berkendara sampai urusan menjaga kesehatan, ada saja "blunder" yang kita lakukan. Yuk, kita bedah satu per satu kesalahan umum yang sering bikin kita apes pas musim hujan tiba.

1. Menyalakan Lampu Hazard Saat Berkendara

Ini adalah dosa besar nomor satu di jalan raya saat hujan deras. Entah siapa yang memulai tren ini, tapi banyak banget pengendara mobil yang merasa kalau jarak pandang terbatas, solusi paling mutakhir adalah menyalakan lampu hazard. Padahal, bosku, lampu hazard itu gunanya untuk keadaan darurat alias berhenti atau mogok. Kalau kamu nyalain hazard sambil tetap jalan, pengendara di belakangmu bakal bingung. Kamu mau belok ke mana? Mau ngerem mendadak atau gimana?

Lampu hazard yang berkedip-kedip itu justru bikin mata pengendara lain capek dan bingung menentukan jarak. Bukannya makin aman, malah bisa memicu kecelakaan beruntun. Cukup nyalakan lampu utama atau lampu kabut (fog lamp). Itu sudah lebih dari cukup untuk kasih tahu posisi kamu ke orang lain tanpa bikin pusing massal.

2. Nekat Berteduh di Bawah Flyover atau Jembatan

Pemandangan ini sudah kayak tradisi tahunan. Begitu gerimis berubah jadi hujan deras, para pengendara motor langsung "auto-pilot" minggir ke bawah flyover atau jembatan penyeberangan. Masalahnya, mereka sering kali parkir sampai memakan dua lajur jalan. Akhirnya apa? Macet total.

Bagi mereka yang neduh, mungkin merasa cerdik karena nggak basah kuyup. Tapi bagi pengguna jalan lain, ini adalah tindakan egois yang luar biasa. Selain bikin macet, berteduh di bawah jembatan saat hujan deras itu juga berbahaya karena visibilitas pengendara lain berkurang. Bisa saja ada mobil yang telat ngerem dan menyundul kerumunan motor yang lagi asyik pakai jas hujan. Lebih baik cari pom bensin, minimarket, atau warung pinggir jalan yang punya lahan parkir layak.

3. Menyepelekan Genangan Air (Aquaplaning is Real!)

Ada sensasi tersendiri memang saat menerjang genangan air dengan kecepatan tinggi—rasanya kayak lagi main di wahana air. Tapi tolong, jangan dilakukan kalau kamu lagi bawa kendaraan. Di dunia otomotif ada istilah namanya aquaplaning atau hydroplaning. Ini adalah kondisi di mana ban kendaraan kamu kehilangan cengkeraman pada aspal karena terhalang lapisan air.

Efeknya? Kendaraan kamu bakal terasa kayak melayang dan nggak bisa dikendalikan. Sedikit saja kamu putar setir atau ngerem mendadak, mobil bisa melintir nggak karuan. Jadi, kalau lihat genangan, pelankan kecepatan. Kita nggak pernah tahu apakah di balik genangan itu ada lubang sedalam sumur atau cuma sekadar aspal yang tidak rata.

4. Masih Asyik Main Gadget atau Ngecas HP Saat Petir

Mungkin terdengar seperti omelan ibu-ibu di grup WhatsApp keluarga, tapi ini serius. Saat hujan deras yang disertai petir menggelegar, sebaiknya hindari dulu penggunaan perangkat elektronik yang terhubung langsung ke stopkontak. Petir itu punya energi listrik yang luar biasa besar dan bisa merambat melalui jaringan kabel listrik rumah kalau ada sambaran yang dekat.

Banyak kejadian perangkat elektronik seperti TV, router Wi-Fi, atau HP yang lagi dicas mendadak "tewas" karena lonjakan listrik akibat petir. Jadi, daripada harus keluar duit buat beli gadget baru, mending sabar sebentar. Lepas dulu chargernya, taruh HP-nya, dan nikmati suasana hujan dengan cara manual: ngobrol sama orang rumah atau sekadar melamun mikirin cicilan.

5. Pakai Baju Putih atau Bahan yang Gampang Basah

Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh para pejuang kantoran yang ingin tetap tampil estetis meski cuaca lagi nggak mendukung. Pakai kemeja putih saat hujan deras itu ibarat cari penyakit. Begitu kena cipratan air atau sedikit kehujanan, baju putih bakal berubah jadi transparan. Belum lagi kalau kena cipratan lumpur dari kendaraan yang lewat, noda itu bakal sulit hilang dan merusak mood seharian.

Selain itu, hindari juga pakai sepatu bahan suede atau kanvas kalau nggak mau sepatu kesayanganmu jadi lembap dan bau apek. Musim hujan adalah waktunya mengeluarkan koleksi jaket waterproof dan sepatu kulit atau karet yang gampang dibersihkan. Ingat, tampil keren itu penting, tapi fungsionalitas jauh lebih penting saat langit lagi nangis.

6. Mandi Pakai Air Dingin Setelah Kehujanan

Banyak yang bilang, "Kalau habis kehujanan, langsung mandi biar nggak sakit." Statement ini benar, tapi ada catatan kecilnya. Jangan langsung mandi pakai air yang kelewat dingin kalau badanmu lagi menggigil. Perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis bisa bikin sistem imun kaget dan akhirnya malah bikin kamu beneran jatuh sakit atau flu.

Gunakan air hangat untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Mandi setelah kehujanan juga bertujuan untuk membersihkan polutan atau kuman yang terbawa oleh air hujan. Jangan lupa segera keringkan rambut. Rambut yang basah dan dibiarkan lembap terlalu lama adalah resep paling manjur buat dapet bonus sakit kepala di malam hari.

7. Malas Cek Kondisi Wiper dan Ban

Sering banget kita baru sadar kalau wiper mobil sudah rusak pas hujan lagi deras-derasnya. Wiper yang sudah keras atau sobek cuma bakal bikin kaca depan makin buram karena air nggak tersapu bersih, malah meninggalkan bekas garis-garis yang mengganggu pandangan. Begitu juga dengan ban yang sudah "gundul". Mengemudi dengan ban gundul saat jalanan basah itu sama saja dengan menantang maut secara sukarela.

Pastikan sebelum musim hujan benar-benar memuncak, kamu sudah mengecek hal-hal teknis ini. Jangan sampai pas lagi di tengah jalan tol dan hujan badai, kamu baru sadar kalau wiper cuma gerak-gerak nggak jelas tanpa membersihkan air sedikit pun. Itu namanya blunder tingkat dewa.

Penutup

Hujan memang berkah, tapi kalau kita nggak waspada, dia bisa berubah jadi musibah kecil yang bikin repot. Menghindari kesalahan-kesalahan di atas nggak cuma menyelamatkan diri kita sendiri, tapi juga membantu orang lain di sekitar kita. Jadi, tetap waspada, sedia payung sebelum hujan (secara harfiah), dan jangan nyalain lampu hazard kalau nggak lagi mogok, ya!

Tags