Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Nasional

Prabowo Minta Daerah Serius Urus Sampah: Jangan Harap Wisata Maju Kalau Lingkungan Kumuh

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 February 2026 | 12:04 PM

Background
Prabowo Minta Daerah Serius Urus Sampah: Jangan Harap Wisata Maju Kalau Lingkungan Kumuh
Masalah sampah (Pexels.com/Emmet)

amandit.id, Bogor - Presiden RI Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk lebih serius menangani persoalan sampah dan kebersihan lingkungan. Menurut Prabowo, pariwisata tidak akan pernah berkembang jika kota dan desa masih terlihat kotor dan kumuh. Penegasan itu disampaikan di hadapan para kepala daerah saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Di hadapan ratusan gubernur, bupati, dan wali kota, Prabowo menilai persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di banyak daerah. Ia menegaskan bahwa keindahan alam Indonesia yang sering dibanggakan tidak akan berarti apa-apa jika lingkungan sekitar destinasi wisata dipenuhi sampah. Kondisi tersebut, menurutnya, akan langsung menurunkan minat wisatawan untuk datang dan berkunjung kembali.

Prabowo menyebut pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. Namun potensi tersebut akan sulit diwujudkan jika pemerintah daerah tidak menjadikan kebersihan sebagai prioritas utama. Ia menilai masih banyak kota dan desa yang abai terhadap pengelolaan sampah, baik di kawasan permukiman maupun di lokasi wisata.

Dalam arahannya, Prabowo juga membagikan pengalaman saat bertemu dengan sejumlah pihak luar negeri. Ia mengaku menerima masukan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, tetapi persoalan kebersihan masih kerap menjadi catatan. Kritik tersebut, menurut Prabowo, harus dijadikan bahan introspeksi bersama, terutama bagi daerah yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Presiden menekankan bahwa urusan sampah bukan hanya tanggung jawab satu dinas atau pemerintah pusat semata. Ia meminta kepala daerah untuk turun langsung, memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik, mulai dari hulu hingga hilir. Penataan tempat pembuangan, pengangkutan sampah, hingga edukasi masyarakat dinilai harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Prabowo juga meminta daerah pariwisata utama untuk bergerak lebih cepat. Menurutnya, kawasan yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan suasana, bukan untuk melihat tumpukan sampah di jalan, pantai, atau sungai.

Selain peran pemerintah daerah, Prabowo mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif. Ia menilai budaya gotong royong perlu kembali diperkuat, termasuk dengan melibatkan pelajar dan komunitas lokal dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Upaya tersebut dianggap penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Prabowo juga membuka kemungkinan keterlibatan unsur negara lain jika diperlukan. Ia menyebut TNI, kepolisian, hingga BUMN dapat dilibatkan dalam gerakan bersih-bersih, terutama di kawasan strategis pariwisata. Menurutnya, langkah itu bukan semata soal membersihkan sampah, tetapi membangun budaya disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih jauh, Presiden menilai kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan citra bangsa. Kota dan desa yang tertata, bersih, dan nyaman akan memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun investor. Sebaliknya, lingkungan yang kumuh akan menjadi penghambat masuknya investasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pesan tegas Prabowo ini menjadi peringatan bagi seluruh pemerintah daerah agar tidak memandang remeh persoalan sampah. Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak akan maju hanya dengan promosi dan pembangunan infrastruktur, tanpa diiringi pengelolaan lingkungan yang baik. Menurutnya, kota dan desa yang bersih adalah fondasi utama untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Di akhir arahannya, Prabowo kembali mengingatkan bahwa kebersihan adalah cerminan kedisiplinan dan kepemimpinan di daerah. Ia berharap para kepala daerah dapat menerjemahkan pesan tersebut ke dalam langkah nyata, sehingga potensi pariwisata daerah benar-benar bisa tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.