Rihanna: Sang Ratu Pop yang Sekarang Lebih Hobi Jualan Bedak Ketimbang Rilis Lagu
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 17 March 2026 | 07:00 AM


Kalau kita bicara soal Rihanna, rasanya kayak lagi ngomongin temen lama yang super sukses tapi makin ke sini makin susah diajak "nongkrong" bareng di studio musik. Siapa sih yang nggak kenal sosok ikonik asal Barbados ini? Mulai dari anak tongkrongan yang hobi dengerin lagu galau sampai mbak-mbak kantoran yang nggak bisa hidup tanpa highlighter, semuanya pasti tahu siapa itu Robyn Rihanna Fenty. Tapi ya gitu, masalahnya sekarang satu: Mbak Riri ini kayaknya udah lupa jalan pulang ke studio rekaman.
Coba deh kita ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali Rihanna ngerilis album penuh? Jawabannya adalah tahun 2016 lewat album "Anti". Itu udah berapa tahun yang lalu? Anak SD yang dulu dengerin "Work" mungkin sekarang udah pada sibuk nyari kerja beneran. Padahal, fansnya yang disebut Navy itu udah haus banget, ibarat orang lagi puasa di tengah padang pasir tapi yang dikasih malah brosur jualan lipstik. Tapi ya mau gimana lagi, namanya juga Rihanna. Dia punya aura "IDGAF" (I Don't Give A Fuck) yang bikin kita tetep cinta meski terus-terusan di-ghosting soal urusan musik.
Transformasi dari Penyanyi ke Business Mogul yang Jenius
Banyak orang bilang kalau Rihanna itu contoh nyata dari "The American Dream" versi global. Datang dari pulau kecil, merantau ke Amerika, eh malah jadi salah satu orang terkaya di dunia. Tapi yang menarik, kekayaan dia belakangan ini bukan cuma dari royalti lagu "Umbrella" atau "Diamonds" yang diputar di supermarket. Rihanna itu jenius bisnis. Titik.
Lewat brand Fenty Beauty, dia benar-benar mengacak-acak standar industri kecantikan. Dulu, brand kosmetik besar kayaknya pelit banget kalau urusan shade foundation. Paling cuma ada buat yang kulitnya putih atau kuning langsat. Terus datanglah Rihanna dengan 40 shades yang inklusif banget. Efeknya? Gila-gilaan! Industri kecantikan sampai kenal istilah "The Fenty Effect", di mana brand lain mendadak panik dan ikut-ikutan bikin shade yang beragam biar nggak dibilang rasis atau ketinggalan zaman. Di sini kita sadar, Rihanna bukan cuma jualan nama, dia jualan solusi buat keresahan banyak perempuan di dunia.
Belum lagi soal Savage X Fenty. Kalau dulu brand lingerie identik dengan model-model kurus tinggi ala Victoria's Secret, Rihanna datang dengan konsep "semua badan itu cantik". Dia nampilin model dari berbagai ukuran, bentuk, bahkan disabilitas. Ini yang bikin dia beda. Dia nggak jualan mimpi yang mustahil digapai, tapi dia merayakan apa yang ada. Ya meskipun harganya kadang bikin dompet kita menjerit pelan, tapi setidaknya kita merasa terwakili.
Kehidupan Pribadi yang Tetap "Slay" Tanpa Drama Berlebih
Di balik kesuksesan bisnisnya, kehidupan asmara Rihanna juga selalu jadi konsumsi publik yang menarik tapi nggak norak. Setelah melewati drama masa muda yang cukup kelam, sekarang dia kelihatan bahagia banget bareng A$AP Rocky. Pasangan ini tuh kayak definisi "Cool Parents" yang sebenarnya. Lihat aja cara mereka tampil di publik, selalu stylish dan nggak jaim. Apalagi pas Rihanna hamil anak pertama dan kedua, gaya berpakaiannya pas lagi mengandung benar-benar mendobrak aturan "baju hamil harus longgar dan sopan". Rihanna malah pamer perut dengan outfit yang tetap high fashion.
Momen Super Bowl Halftime Show tahun 2023 kemarin juga jadi bukti kalau Rihanna itu emang "The Main Character". Tanpa perlu banyak aksi akrobatik atau ganti baju berkali-kali, dia cuma berdiri di atas panggung terbang sambil ngelus perut (tanda hamil anak kedua), dan seluruh dunia langsung heboh. Walaupun dia nggak ngerilis lagu baru setelah itu, performanya cukup buat ngingetin kita semua kalau suaranya masih sebagus dulu. Meskipun ya, tetep aja abis itu dia balik lagi jualan bedak.
Kenapa Kita Masih Nungguin Album R9?
Pertanyaan sejuta umat: Kapan album kesembilan (R9) rilis? Tiap kali Rihanna posting foto di Instagram, kolom komentarnya pasti isinya fans yang nagih album. Ada yang bilang dia udah pensiun secara nggak resmi, ada yang bilang dia lagi nunggu momen yang pas. Tapi jujurly, kayaknya Rihanna lagi menikmati fase hidupnya sebagai ibu dan pengusaha sukses. Dia nggak lagi butuh validasi dari tangga lagu Billboard karena dia sudah jadi "brand" itu sendiri.
Secara opini pribadi, mungkin kita emang harus belajar merelakan. Rihanna sudah memberikan kita diskografi yang solid selama lebih dari satu dekade. Dia sudah memberikan kita lagu buat pesta, lagu buat nangis di pojokan kamar, sampai lagu buat jalan sombong di mall. Kalau sekarang dia lebih milih buat ngurusin kerajaan bisnisnya atau fokus jagain anak-anaknya, ya sudah, itu hak dia. Toh, kita juga tetep beli produknya, kan?
Tapi ya tetep aja, mbak Riri, kalau sesekali mampir ke studio buat rekaman satu atau dua lagu mah boleh lah ya. Jangan lama-lama amat vakumnya, nanti mic-nya karatan. Kita kangen denger suara serak-serak basah khas Barbados itu di radio, bukan cuma lihat wajah cantiknya di papan iklan kosmetik.
Legacy Rihanna yang Nggak Tergantikan
Pada akhirnya, Rihanna itu lebih dari sekadar penyanyi pop. Dia adalah simbol keberanian untuk terus berubah dan beradaptasi. Dia ngajarin kita kalau kita nggak harus terjebak di satu bidang selamanya. Kalau kamu jago nyanyi tapi ternyata lebih berbakat jualan atau bikin desain, ya gas aja! Rihanna membuktikan kalau menjadi serba bisa itu keren, asal dilakukan dengan totalitas.
Mungkin suatu saat nanti R9 bakal beneran rilis dan internet bakal meledak lagi. Tapi sampai saat itu tiba, mari kita nikmati saja apa yang dia suguhkan sekarang. Baik itu produk skincare baru, koleksi baju dalam, atau sekadar foto candid dia lagi gendong anak sambil tetap terlihat fashionable. Rihanna tetaplah Rihanna, si Bad Gal yang sukses bikin dunia bertekuk lutut, baik lewat nada maupun lewat warna-warni bedak taburnya. Shine bright like a diamond, Mbak Riri!
Next News

BLACKPINK: Bukan Sekadar Girlband, Tapi Kiblat Budaya Pop Global Abad Ini
in 6 hours

Mengenal Teddy Swims: Si Abang Bertato dengan Suara Malaikat yang Bikin Candu
in 5 hours

Gorillaz: Bukan Sekadar Kartun, Tapi Revolusi Musik yang Melompati Zaman
in 4 hours

Post Malone: Definisi "Jangan Nilai Buku dari Cover-nya" Versi Rockstar Abad 21
in 2 hours

Mengenal Lebih Dekat Sosok Sombr: Antara Tren, Misteri, dan Algoritma yang Bikin Kepo
in 3 hours

Zach Bryan: Si Anak Navy yang Bikin Genre Country Nggak Lagi Identik sama Topi Koboi Kaku
in an hour

J. Cole: Sang "Abang-Abangan" Hip-Hop yang Tetap Menapak Bumi di Tengah Gemerlap Hollywood
in 18 minutes

Zara Larsson: Bukan Sekadar "Lush Life" dan Alasan Kenapa Dia Adalah Pop Star Paling "Real" Saat Ini
2 hours ago

Drake: Rapper, Raja Meme, atau Sekadar Sad Boy Abadi yang Kita Cintai?
42 minutes ago

Riley Green: Cowok Alabama yang Bikin Musik Country Jadi 'Keren' Lagi Tanpa Harus Jualan Gimmick
3 hours ago





