Stabilkan Harga dan Pasokan, Dinas Perdagangan Kalsel Gandeng Banyak Pihak
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 08 March 2026 | 12:15 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Menjaga harga dan pasokan bahan pokok di Kalimantan Selatan butuh kerja sama banyak pihak. Jumat (6/3), Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak bisa dicapai sendirian, melainkan harus lewat kolaborasi lintas dinas dan lembaga terkait.
"Dalam upaya menjaga stabilitas bahan pokok, kami selalu berkolaborasi dengan dinas lain seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Bulog. Jadi ini memang kerja bersama, kami saling mendukung dalam berbagai kegiatan," ujar Ahmad.
Kolaborasi ini terlihat jelas saat ada kegiatan yang membutuhkan intervensi di lapangan. Setiap dinas turun tangan, membawa komoditas yang mereka kelola agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. "Contohnya ketika ada kegiatan atau kebutuhan intervensi di lapangan seperti yang terjadi kemarin. Dari beberapa dinas ini bersama-sama turun membantu, masing-masing menggelar komoditas yang bisa disediakan," jelasnya.
Di titik kegiatan kemarin, berbagai kebutuhan pokok disediakan langsung, mulai dari telur ayam, ayam, beras, gula, tepung, susu, hingga produk lain. Peran masing-masing dinas juga jelas: dinas produksi memastikan ketersediaan, sedangkan Dinas Perdagangan menangani distribusi agar masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah.
"Perdagangan ini sebenarnya menjadi ujung dari rantai ketahanan pangan. Misalnya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan yang mendorong peternak menghasilkan telur atau ayam, kemudian dari sisi perdagangan kami yang mengurus bagaimana komoditas tersebut sampai ke pasar dan bisa diakses masyarakat," tambah Ahmad.
Dengan koordinasi lintas sektor seperti ini, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan aman. Strategi ini juga jadi bentuk nyata upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa kendala.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga distribusi dan aksesibilitas. Semua pihak terlibat, dari produksi sampai ke tangan warga, sehingga harga dan pasokan tetap terjaga.
Next News

Pemprov Kalsel Sambut Kemenko Polkam, Bahas Percepatan Penanganan Blankspot
in 7 hours

Pemprov Kalsel Matangkan Pembentukan Komcad, Sasar ASN dan Warga Usia Produktif
in 6 hours

Skema Kerja Hybrid Diterapkan, Layanan Laboratorium Tetap Jalan Optimal
in 4 hours

Rakontek SDM Kesehatan Digelar, Peran Apoteker dan Penggunaan Antibiotik Jadi Sorotan
in 5 hours

Program RTLH 2026 Diperketat, Validasi Data dan Akuntabilitas Jadi Prioritas
in 2 hours

"Banua Influencer" Jadi Ruang Kolaborasi Kreator Lokal dan Dispar Kalsel
in 33 minutes

Penguatan Kinerja ASN dan Tertib Arsip Jadi Fokus Sosialisasi di Kalsel
40 minutes ago

Jemaah Haji Kalsel Dilepas, Pesan Penting: Jaga Kesehatan dan Ikuti Arahan Petugas
2 hours ago

40 Pejabat Ikut PKA 2026, Disiapkan Jadi Penggerak Kinerja di Kalsel
4 hours ago

Hasnuryadi Melenggang Sendiri, Kursi Ketua KONI Kalsel Nyaris Tanpa Lawan
5 hours ago





