Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Ceritra Olahraga

Stella Jean Ubah Seragam Ski Haiti Agar Sesuai Pedoman Olimpiade

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 February 2026 | 01:07 PM

Background
Stella Jean Ubah Seragam Ski Haiti Agar Sesuai Pedoman Olimpiade
The original design depicted the formerly enslaved revolutionary Toussaint Louverture riding a horse (Stella Jean/Stella Jean)

amanditmedia.id, Port-au-Prince – Seragam tim Haiti untuk Olimpiade Musim Dingin 2026 mengalami perubahan mendadak setelah desainer Haiti-Italia Stella Jean diberitahu bahwa desain awal tidak sesuai pedoman Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait ekspresi atlet.

Desain awal Jean terinspirasi dari lukisan tahun 2006 karya seniman Haiti Edouard Duval-Carrié, yang menampilkan revolusioner yang pernah diperbudak, Toussaint Louverture, menunggang kuda. Louverture memimpin pemberontakan yang berhasil membentuk republik kulit hitam pertama di dunia pada 1804. Namun, gambar tersebut dianggap melanggar aturan IOC yang melarang propaganda politik, agama, atau rasial di area Olimpiade.

Tim Haiti yang terdiri dari dua atlet hanya menerima seragam mereka sehari sebelum upacara pembukaan. Para pengrajin Italia bekerja siang dan malam untuk melukis ulang desain ke kain teknis, menggantikan figur Louverture dengan kuda tanpa penunggang dan langit biru cerah. Jean menekankan pentingnya memanfaatkan setiap inci kain untuk menampilkan pesan positif tentang Haiti, seni, budaya, dan sejarahnya.

Meskipun perubahan dilakukan mendadak, seragam ini tetap menampilkan elemen budaya Haiti, termasuk tignon, penutup kepala tradisional wanita, serta perhiasan terinspirasi dari anting Kreol. Kantong besar pada seragam juga menjadi penghormatan bagi budaya pedagang Haiti, yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Jean menilai pengalaman ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan ketahanan. "Jika bukan karena aturan ini, kami mungkin tidak akan mendorong tingkat kreativitas yang lebih tinggi," ujarnya.

Atlet Haiti, termasuk perenang lintas negara Stevenson Savart dan pemain ski alpine Richardson Viano, menyatakan kebanggaan mereka mengenakan seragam tersebut. Savart mengaku merasa luar biasa berjalan di depan dunia mewakili negaranya, sementara Viano menilai simbolisme Louverture sebagai pesan berani dan cerminan kekuatan, ketahanan, dan nilai-nilai Haiti.

Bagi Jean, kehadiran Haiti di arena Olimpiade lebih penting daripada hasil pertandingan. Seragam tersebut memberi kesempatan bagi Haiti untuk tampil setara dengan negara lain, menegaskan bahwa negara ini lebih dari sekadar kemiskinan dan bencana, tetapi juga seni, budaya, dan semangat yang kuat.