Struck by Lightning - Sara Kays dan Kisah Cinta Gelap yang Terjebak di Antara Hidup dan Mati
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 March 2026 | 08:31 PM


Dirilis pada 2021, Struck by Lightning menjadi salah satu lagu paling kelam dari Sara Kays. Dengan aransemen yang lembut namun lirik yang mengiris, Sara membangun narasi tentang dua remaja yang terjebak dalam badai, baik secara harfiah maupun emosional.
Lagu ini dibuka dengan kalimat yang langsung mengisyaratkan sesuatu yang tidak baik-baik saja. "It's storming out, maybe you should come inside / And tell me why you don't wanna be alive." Badai di luar menjadi metafora dari badai batin. Seseorang yang ia cintai sedang berada di titik rapuh, mempertanyakan hidupnya sendiri. Alih-alih menggurui, sang narator memilih mendekat.
Baris "If you don't respond, I'll put my shoes on / And lay down on the pavement next to you" menunjukkan bentuk empati ekstrem. Ia tidak sekadar ingin menolong dari jauh. Ia ingin ikut merasakan. Bahkan ada kalimat yang terdengar nekat, "If we get struck, at least we'll make the news." Secara literal, ini tentang tersambar petir. Secara simbolik, ini adalah gambaran keinginan untuk diakui, untuk setidaknya berarti jika hidup terasa sia-sia.
Refrain lagu ini terdengar hampir sinis. "What a way to go out / Something this town will forever talk about." Ada ironi di sini. Jika hidup mereka tidak pernah dianggap penting, mungkin kematian tragis akan membuat orang-orang akhirnya memperhatikan. Bayangan anak-anak di masa depan yang berkata, "Did you ever hear about the two kids..." memperkuat obsesi akan dikenang.
Namun di balik dramatisasi itu, tersimpan kepanikan yang sangat manusiawi. Lirik "In the mud, sinking down / Thinking of everything I have to think about" menggambarkan kecemasan yang menenggelamkan. Lumpur menjadi simbol pikiran yang berat dan sulit keluar. Ketika ia berkata, "You shut me up, look at the clouds / As lightning struck," ada momen hening yang ambigu. Apakah itu penerimaan? Atau keputusasaan?
Menariknya, di tengah suasana gelap, Sara menyisipkan kalimat lembut, "Maybe on a sunny day / You might have some things to say." Ini seperti secercah harapan. Badai tidak selamanya. Mungkin suatu hari, di bawah matahari, percakapan tentang rasa sakit bisa terjadi tanpa ancaman petir.
Secara keseluruhan, Struck by Lightning bukan sekadar lagu tentang kematian tragis. Lagu ini berbicara tentang keinginan untuk dipahami saat berada di titik terendah, tentang cinta yang rela duduk di tengah badai demi seseorang yang hampir menyerah. Petir di sini bukan hanya kilatan cahaya, tetapi simbol dari momen ekstrem ketika emosi mencapai puncaknya.
Sara Kays berhasil mengemas isu yang sensitif dengan pendekatan naratif yang puitis, tanpa terasa menggurui. Lagu ini mengajak pendengar merenung tentang empati, tentang bagaimana hadir untuk seseorang bisa menjadi bentuk cinta paling dalam, bahkan saat dunia terasa runtuh.
Next News

Arti Lagu Freeze - Sara Kays dan Patah Hati yang Dingin Setelah Ditinggal Pergi
in 3 hours

I'm Okay Though - Sara Kays dan Pengakuan Jujur tentang Pura-Pura Baik-Baik Saja
7 hours ago

Arti Lagu Home for the Summer - Sara Kays, Nostalgia Cinta Remaja yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi
10 hours ago

No Matter the Season – Sara Kays dan Makna Lagu tentang Body Image serta Keinginan untuk Bersembunyi
9 hours ago

Backseat Rider – Sara Kays dan Makna Lagu tentang Pergeseran dalam Persahabatan
12 hours ago

Picture of You – Sara Kays dan Makna Lagu tentang Citra Diri dalam Foto Kenangan
11 hours ago

Smaller Than This – Sara Kays dan Arti Lagu tentang Body Image serta Tekanan Diri
a day ago

Chosen Last – Sara Kays dan Makna Lagu tentang Rasa Tak Pernah Dipilih
14 hours ago

Traffic Lights dari Sara Kays - Makna Lagu tentang Hubungan yang Kehilangan Arah
a day ago

Remember That Night? dari Sara Kays – Makna Lagu tentang Luka Lama yang Kembali Terbuka
16 hours ago





