Sabtu, 14 Maret 2026
Amandit FM
Ceritra Olahraga

Susi Susanti: Ratu Bulu Tangkis Indonesia dan Peraih Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 February 2026 | 05:30 PM

Background
Susi Susanti: Ratu Bulu Tangkis Indonesia dan Peraih Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
Susy Susanti (Instagram/susysusantiofficial)

amanditmedia.id, Tasikmalaya – Lucia Francisca Susy Susanti Haditono, yang dikenal sebagai Susi Susanti, lahir pada 11 Februari 1971 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia merupakan salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, terkenal dengan teknik permainan yang unik, stamina tinggi, dan mental tangguh. Prestasinya menjadikannya ikon tunggal putri dunia dan peraih medali emas Olimpiade pertama bagi Indonesia.

Susi menekuni bulu tangkis sejak kecil dengan bimbingan ayahnya, Risad Haditono, yang merupakan mantan atlet bulu tangkis. Latihan intensif dan disiplin membuat Susi berkembang pesat hingga bergabung dengan PB Jaya Raya di Jakarta pada 1985 di bawah asuhan pelatih Liang Chiu Sia.

Karier Susi gemilang di tingkat internasional. Ia meraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 dan medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996. Ia juga menjuarai Kejuaraan Dunia 1993, All England (1990, 1991, 1993, 1994), World Badminton Grand Prix Finals lima kali berturut-turut (1990–1994), serta berbagai turnamen lain termasuk Japan Open dan Indonesian Open. Susi adalah satu-satunya pemain wanita yang memegang gelar Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan All England secara bersamaan.

Selain prestasi tunggal, Susi berkontribusi membawa Indonesia meraih kemenangan Piala Uber 1994 dan 1996, mengalahkan dominasi Tiongkok. Gaya bermainnya mengandalkan reli panjang, pertahanan ketat, footwork cepat, serta pukulan yang cerdik, membuatnya sulit ditaklukkan oleh lawan-lawan top dunia.

Pada Mei 2004, Susi Susanti dinobatkan ke dalam Hall of Fame Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan sebelumnya menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama pada 1992.

Dalam kehidupan pribadi, Susi menikah dengan Alan Budikusuma pada 1997, pasangan yang juga meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, sehingga dijuluki "Pasangan Emas Olimpiade". Mereka memiliki tiga anak: Laurencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick. Setelah pensiun pada 1998, Susi fokus pada keluarga dan mengembangkan usaha di bidang apparel bulu tangkis dan sport massage.

Kisah Susi Susanti diangkat ke layar lebar dalam film biopik Susi Susanti: Love All (2019), yang menampilkan aktris Laura Basuki sebagai Susi dan Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma, menggambarkan perjalanan inspiratif sang ratu bulu tangkis Indonesia.