Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Tak Ada yang Baik dari Perpisahan: Luka Emosional dalam No Good In Goodbye dari The Script

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 09 February 2026 | 09:22 AM

Background
Tak Ada yang Baik dari Perpisahan: Luka Emosional dalam No Good In Goodbye dari The Script
The Script - No Good In Goodbye (YouTube/The Script)

No Good In Goodbye menggambarkan fase paling getir setelah hubungan berakhir, ketika logika sudah menerima kenyataan, tetapi emosi masih menolak melepaskan. Lagu ini bukan tentang pertengkaran besar atau pengkhianatan dramatis, melainkan tentang kesadaran pahit bahwa berpisah tetap menyakitkan, bahkan ketika mungkin itu keputusan yang "masuk akal".

Sejak awal, narator mengakui bahwa putus cinta selalu membawa harga yang harus dibayar. Ia menyebut hubungan itu sebagai sebuah kesalahan yang akan tetap ia rindukan. Ini menunjukkan paradoks perasaan, sesuatu bisa saja tidak berhasil, bahkan keliru, tetapi kenangan dan perasaan di dalamnya tetap berarti. Ia juga merasa setiap kata yang diucapkan saat perpisahan terasa salah, karena apa pun yang dikatakan tak akan benar benar mengurangi sakitnya patah hati.

Bagian paling kuat dari lagu ini muncul lewat permainan kata yang berulang. Ia bertanya, di mana sisi baik dari selamat tinggal, di mana makna dari usaha yang disebut sudah mencoba, dan ke mana hilangnya "kita" ketika rasa percaya sudah runtuh. Pertanyaan ini bukan untuk dijawab, melainkan untuk menegaskan bahwa dalam sudut pandangnya, perpisahan selalu terasa hampa dan tidak adil. Bahkan frasa seperti "bertahanlah" pun terasa kehilangan jiwa ketika hubungan sudah tak bisa diselamatkan.

Ia juga menggambarkan rasa sepi yang lebih dalam dari sekadar kehilangan pasangan. Saat ia menyebut dirinya menjadi "yang rendah" dalam kesepian, itu menunjukkan harga diri yang ikut jatuh bersama hubungan yang kandas. Ia bisa menerima bahwa hubungan itu mungkin sebuah kesalahan, tetapi yang tak mampu ia tanggung adalah rasa nyeri yang terus tinggal setelahnya. Luka emosional inilah yang menjadi inti lagu.

Pada bagian lain, lagu ini menyentuh momen canggung setelah putus, ketika mungkin bertemu mantan di jalan. Ia berharap tidak terlihat, karena di balik ucapan basa basi seperti "semoga kamu baik baik saja", tersembunyi neraka sunyi berupa penyesalan dan perasaan yang belum sembuh. Ada kesadaran bahwa mematahkan hati orang lain atau dipatahkan sama sama memiliki "seni", tetapi tetap saja tak ada keadilan dalam kata perpisahan.

Menjelang akhir, muncul penyesalan yang sangat manusiawi. Ia membayangkan jika waktu bisa diputar kembali, ia ingin menulis ulang kalimat kalimat yang dulu terucap. Ini bukan sekadar ingin kembali bersama, melainkan keinginan memperbaiki kesalahan komunikasi, emosi, dan keputusan yang mungkin terburu buru. Namun angan itu hanya tinggal bayangan.

Secara keseluruhan, No Good In Goodbye adalah potret jujur tentang fase setelah cinta berakhir, ketika seseorang sudah tahu hubungan itu selesai, tetapi hatinya belum mampu mengikuti. Lagu ini menekankan satu hal sederhana namun menyakitkan, tak ada yang benar benar baik dari sebuah selamat tinggal, karena yang tersisa selalu rasa kehilangan yang tak bisa sepenuhnya dijelaskan dengan kata kata.

Tags