After School Sad Session Nadhif Basalamah: Arti Lirik tentang Cinta Sepihak yang Dipendam Diam-Diam
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 02 March 2026 | 06:42 PM


Jauh sebelum dikenal lewat lagu-lagu berbahasa Indonesia yang puitis, Nadhif Basalamah sudah menulis keresahan masa mudanya dalam bahasa Inggris lewat After School Sad Session pada 2018. Dari judulnya saja, kita sudah bisa membayangkan suasana sore sepulang sekolah, duduk sendirian, memutar ulang perasaan yang tak pernah benar-benar terucap.
Lagu ini dibuka dengan pengakuan yang terdengar tegas namun rapuh, "I'm out of love, but with you, it's different." Ia seperti meyakinkan diri bahwa dirinya sudah kebal terhadap cinta. Sudah lelah, sudah tidak ingin berharap. Tetapi ketika bertemu sosok ini, semuanya berubah. Ada pengecualian yang tidak bisa ia tolak.
Baris "You leave me hoping, drowning in my fantasy" menggambarkan kondisi terjebak dalam harapan dan khayalan. Ia tidak benar-benar memiliki hubungan dengan orang tersebut, tetapi pikirannya terus membangun kemungkinan. Fantasi menjadi tempat pelarian, sekaligus sumber luka.
Konflik batin terasa jelas dalam pertanyaan, "Should I stay? Should I wait? Thinking you might change your mind." Ini adalah dilema klasik cinta sepihak. Bertahan dengan harapan suatu hari akan dipilih, atau pergi demi menjaga harga diri. Namun kenyataan pahit muncul dalam kalimat sederhana, "But, baby, you're not mine." Ia sadar, orang itu bukan miliknya.
Meski begitu, ia tetap berkata, "No, I don't wanna waste my time, but baby you're worth the wait." Ada kontradiksi di sini. Secara logika, menunggu tanpa kepastian adalah membuang waktu. Namun perasaan tidak selalu rasional. Baginya, orang ini tetap layak ditunggu.
Bagian paling menyentuh hadir dalam lirik, "If you could see me just once, how deeply I'll fall for you." Ia hanya ingin dilihat, dipahami, diberi satu kesempatan. Ada kerinduan sederhana untuk diakui keberadaannya. Pengulangan kata "For you" di akhir lagu terasa seperti gema perasaan yang tak tersampaikan, terus berputar di kepalanya.
Secara keseluruhan, After School Sad Session adalah potret cinta remaja yang jujur dan polos. Tentang duduk sendiri setelah jam pelajaran usai, memikirkan seseorang yang mungkin bahkan tidak menyadari perasaan kita. Lagu ini menangkap momen ketika hati ingin berharap, meski tahu risikonya adalah kecewa. Sebuah kisah sederhana, tetapi begitu dekat dengan pengalaman banyak orang.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
a month ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
2 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
2 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
2 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
2 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
2 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
2 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
2 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
2 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
2 months ago





