Mabar: Penawar Bosan dan Ujian Persahabatan di Era Digital
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 03 June 2026 | 06:00 PM


Pernah nggak sih lo merasa sudah seharian kerja atau kuliah, badan capek, tapi mata masih enggan terpejam? Mau keluar rumah rasanya malas karena macetnya Jakarta (atau kota besar lainnya) nggak masuk akal, tapi kalau cuma bengong di kamar juga malah bikin overthinking soal masa depan. Di saat-saat kritis seperti inilah, sebuah grup WhatsApp yang biasanya sepi tiba-tiba bergetar. Satu pesan muncul: "Mabar, yuk?"
Main bareng atau mabar bukan sekadar aktivitas mencet-mencet layar HP atau mencet keyboard mekanik sampai berisik. Ini adalah ritual modern. Ini adalah bentuk nongkrong versi hemat kuota (kalau pakai Wi-Fi sih) yang fungsinya sama persis dengan duduk di angkringan sambil ngopi: sarana sambat, tertawa, dan sesekali ajang adu mulut yang berakhir tawa lagi. Masalahnya, milih game yang cocok buat dimainkan bareng teman itu gampang-gampang susah. Salah pilih game, yang ada malah musuhan beneran.
Mobile Legends: Antara Skill dan Kesabaran Setipis Tisu
Kalau bicara soal mabar di Indonesia, nggak afdol kalau nggak masukin Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di urutan pertama. Game ini sudah jadi semacam "agama" baru buat anak muda. Kenapa? Karena MLBB itu aksesibel banget. HP spek kentang pun masih bisa narik, asal koneksi internet nggak kayak hubungan yang digantung—alias stabil.
Mabar MLBB itu ujian mental. Di sini lo bakal tahu mana teman yang tipenya tenang kayak air di kulkas, dan mana yang mulutnya lebih pedas daripada seblak level 10. Momen ketika lo hampir menang tapi kena "comeback" karena satu orang teman malah asyik farming di saat musuh lagi push base adalah puncak dari segala emosi. Tapi anehnya, meskipun bikin darah tinggi naik, besoknya lo bakal ngajak mereka lagi. Kenapa? Karena kemenangan yang didapat bareng-bareng setelah berjuang 30 menit itu rasanya lebih manis daripada janji manis mantan.
Stumble Guys: Receh, Berisik, tapi Bikin Nagih
Kalau lo tipe orang yang nggak mau mikir berat soal strategi atau item-item ribet, Stumble Guys adalah penyelamat. Game ini konsepnya sederhana: lo lari, lo melompat, lo jatuh, dan lo berusaha jangan sampai tereliminasi. Tapi jangan salah, di balik grafisnya yang imut dan warna-warni, ada persaingan yang cukup brutal.
Momen paling epic di game ini adalah ketika lo dengan sengaja menyikut atau memukul teman lo sendiri sampai dia jatuh ke jurang. Di situlah letak kenikmatannya. Suara tawa yang pecah di Discord atau grup call pas melihat karakter teman lo terpental-pental adalah obat stres paling manjur. Stumble Guys membuktikan kalau kebahagiaan itu nggak perlu grafis 4K atau cerita yang mendalam; cukup melihat teman lo sial saja sudah cukup bikin puas.
Among Us dan Goose Goose Duck: Seni Berbohong Demi Kelangsungan Hidup
Ingat zaman pandemi dulu? Among Us sempat jadi primadona. Sekarang, trennya mungkin sedikit bergeser ke Goose Goose Duck yang punya fitur lebih banyak, tapi intinya tetap sama: fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, tapi di game ini, fitnah adalah kunci kemenangan. Game bertema "social deduction" ini benar-benar menguji seberapa jago teman lo dalam berakting.
Lo bakal melihat teman yang biasanya pendiam tiba-tiba jadi orator ulung saat membela diri di ruang meeting virtual. "Sumpah, gue tadi di medbay! Gue lihat si A yang keluar dari vent!" Padahal dia sendiri pelakunya. Bermain game ini bareng teman dekat itu seru karena kalian sudah tahu tabiat masing-masing. Begitu ada yang bicaranya sedikit terbata-bata atau terlalu agresif, biasanya itu tanda-tanda dia pelakunya. Hati-hati saja, jangan sampai terbawa perasaan ke dunia nyata ya!
PUBG Mobile: Taktik, Komunikasi, dan Looting yang Tak Berujung
Buat yang suka adrenalin dan suasana militer-militeran, PUBG Mobile masih jadi pilihan utama. Game ini menuntut kerja sama tim yang solid. Siapa yang jadi pengintai, siapa yang jadi driver (yang biasanya nyetirnya ugal-ugalan sampai mobilnya nyangkut di pohon), dan siapa yang bagian cari perlengkapan. Sensasi saat tim lo masuk ke "safe zone" terakhir dan cuma tersisa beberapa orang lagi itu beneran bikin jantung deg-degan.
Yang paling berkesan dari PUBG sebenarnya bukan cuma pas tembak-tembakannya, tapi momen "looting"-nya. Debat soal siapa yang berhak dapat Scope 8x atau siapa yang harusnya pakai helm level 3 itu sering kali lebih panjang daripada durasi perangnya sendiri. Dan jangan lupakan momen konyol saat satu tim mati konyol gara-gara granat teman sendiri yang salah lempar. Klasik banget.
Roblox: Dunia Tanpa Batas buat yang Mau 'Chill'
Terakhir, kalau kalian bosan dengan genre yang itu-itu saja, masuklah ke dunia Roblox. Ini bukan cuma satu game, tapi platform dengan jutaan game di dalamnya. Mau main simulator jadi tukang pizza? Ada. Mau main horror yang beneran bikin merinding? Banyak. Mau sekadar fashion show nggak jelas? Bisa banget.
Roblox itu ibarat taman bermain digital yang nggak ada habisnya. Cocok banget buat grup pertemanan yang isinya beragam orang dengan selera berbeda. Kita tinggal pilih satu map, masuk bareng-bareng, dan eksplorasi kegilaan yang ada di sana. Ringan, nggak nuntut skill dewa, dan yang penting bisa seru-seruan tanpa tekanan harus menang.
Pada akhirnya, game apa pun yang lo pilih, yang paling penting itu bukan skor akhirnya atau ranking apa yang lo capai. Yang paling mahal adalah waktu yang lo luangkan buat tetap terhubung sama teman-teman di tengah kesibukan hidup yang makin gila ini. Jadi, malam ini gimana? Masih mau bengong aja atau langsung gas mabar?
Next News

Bingung Bagikan Daging Kurban? Ini Aturan yang Perlu Diketahui
7 days ago

Jangan Asal Sabet, Ini Panduan Doa Menyembelih Hewan Kurban Biar Auto-Berkah
8 days ago

Niat Salat Idul Adha: Biar Ibadah Makin Mantap dan Nggak Cuma Ikut-ikutan
8 days ago

Bukan Cuma Sate, Ini Sunnah Pagi Iduladha yang Sering Terlupa
8 days ago

Renungan Dzulhijjah: Menggali Arti Kurban yang Sebenarnya
a day ago

Bukan Cuma Nyate, Ini Arti Mendalam Idul Adha yang Perlu Kamu Tahu
a day ago

Hutan Tropis: Panggung Sandiwara Alam yang Lebih Seru dari Drakor
14 days ago

Polusi Jakarta Menggila? Saatnya Melirik Hutan Hujan Kita
16 days ago

Bosan Polusi Kota? Yuk Kenali Peran Penting Hutan Lebih Dalam
16 days ago

Selamat Datang di Era Gen Alfa: Saat Parenting Bukan Lagi Sekadar Kasih Makan dan Sekolah
20 days ago





