Sabtu, 14 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Arti Lagu Thru These Tears – LANY tentang Menangis Sebelum Pulih

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 08 February 2026 | 11:30 AM

Background
Arti Lagu Thru These Tears – LANY tentang Menangis Sebelum Pulih
Thru These Tears (YouTube/LANY)

Thru These Tears adalah lagu dari LANY yang dirilis pada 17 Juli 2018 sebagai single utama dari album Malibu Nights. Lagu ini menjadi pembuka era baru band ini setelah album debut mereka, dan menghadirkan perpaduan synth‑pop dan indie dengan emosi patah hati yang jujur dan kuat.

Lirik lagu ini mengungkapkan perasaan hancur setelah putus cinta, dan bagaimana seseorang berusaha meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik‑baik saja di masa depan meski saat ini terasa sangat berat. Kalimat seperti "In the end I'm gonna be alright / But it might take a hundred sleepless nights to make the memories of you disappear" menunjukkan konflik batin antara harapan akan sembuh dan kenyataan bahwa kenangan masih terus menghantui.

Bagian lain dari lagu juga menunjukkan bagaimana pikiran terus kembali ke masa lalu. Tokohnya mencoba keluar dari rumah atau melakukan aktivitas biasa, tetapi setiap sudut atau suasana terus mengingatkannya pada hubungan yang sudah berakhir. Ini menggambarkan perasaan patah hati yang terus muncul meskipun upaya untuk melupakannya sudah dilakukan.

Nuansa lagu ini sendiri lebih daripada sekedar sedih. Menurut sang vokalis Paul Klein, Thru These Tears lahir dari pengalaman nyata menangis di mobil setelah putus cinta, lalu menyingkap momen ketika ia menyadari suatu hari nanti akan baik‑baik saja, meski saat itu belum bisa melihatnya lewat air mata.

Aransemen musik yang dreamy dan synth‑pop membuat lagu ini terasa introspektif, seolah membawa pendengar masuk ke dunia batin yang sedang berproses dari patah hati menuju penerimaan. Ada tempat di mana lagu ini tidak hanya mengekspresikan luka, tetapi juga harapannya untuk sembuh perlahan.

Thru These Tears menonjol sebagai salah satu lagu paling emosional di Malibu Nights karena kemampuannya menampilkan kerentanan manusia dalam menghadapi kehilangan, sekaligus memberikan pesan bahwa proses penyembuhan memang tidak instan, tetapi mungkin melalui banyak malam tanpa tidur dan air mata.

Tags