Bayar Fidyah: Cara Santai Bayar 'Utang' ke Tuhan Tanpa Bikin Kantong Bolong
Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 21 February 2026 | 10:00 AM


Sadar nggak sih, setiap kali gema takbir Lebaran selesai berkumandang dan opor ayam di meja makan mulai habis, ada satu hal yang seringkali menghantui pikiran kita selain urusan berat badan yang naik? Ya, apalagi kalau bukan urusan utang puasa. Buat kaum rebahan atau pekerja kantoran yang mobilitasnya tinggi, urusan utang-piutang sama Sang Pencipta ini kadang bikin garuk-garuk kepala yang nggak gatal.
Ada kalanya kita memang nggak sanggup buat mengganti (qadha) puasa dengan cara berpuasa lagi di hari lain. Entah karena faktor kesehatan yang emang nggak memungkinkan, atau kondisi fisik yang kalau dipaksain malah bikin kita masuk RSUD terdekat. Nah, di sinilah Islam kasih "jalan ninja" yang namanya fidyah. Tapi, sebenernya gimana sih cara mainnya biar kita nggak salah kaprah dan ibadah kita tetep afdol?
Siapa Saja yang Masuk 'Klub' Fidyah?
Nggak semua orang bisa seenaknya ganti puasa pakai uang atau beras terus beres. Kalau kamu cuma malas atau merasa "aduh, cuaca lagi panas banget, bayar fidyah aja deh," mohon maaf, skema itu nggak berlaku buat kamu. Fidyah itu ibarat dispensasi khusus buat mereka yang memang punya halangan permanen atau kondisi berat tertentu.
Pertama, ada kaum lansia yang fisiknya sudah nggak sekuat dulu lagi. Bayangin kakek atau nenek kita yang kalau telat makan dikit aja lambungnya langsung protes. Kedua, orang yang sakit menahun yang secara medis tipis kemungkinannya buat sembuh total dalam waktu dekat. Ketiga, kategori yang sering jadi bahan diskusi panjang di grup WhatsApp keluarga: ibu hamil dan menyusui.
Khusus buat bumil dan busui, biasanya ada dua mazhab nih. Ada yang bilang kalau dia khawatir sama keselamatan dirinya, cukup qadha aja. Tapi kalau dia khawatir sama kondisi bayinya, nah di situlah fidyah masuk sebagai tambahan atau pengganti sesuai keyakinan mazhab yang diikuti. Intinya, agama itu memudahkan, bukan bikin hidup makin berantakan.
Hitung-hitungan: Antara Beras dan Rupiah
Masuk ke bagian yang paling krusial: berapa sih yang harus dibayar? Kalau kita ngomongin takaran klasik, satu hari puasa itu fidyahnya adalah satu mud. Satu mud itu seberapa? Kalau diukur pakai tangan orang dewasa, ya sekitar satu cakupan penuh. Tapi biar lebih presisi, biasanya disepakati sekitar 675 gram atau gampangnya 0,7 kg beras atau makanan pokok lainnya.
Masalah muncul ketika kita hidup di zaman serba digital yang apa-apa pengennya cashless. "Boleh nggak sih bayar fidyah pakai uang?" tanya seorang netizen sambil megang HP. Jawabannya: menurut Mazhab Hanafi, boleh banget. Nominalnya disesuaikan dengan harga makanan pokok atau harga satu porsi makanan yang layak.
Kalau kamu biasa makan di warteg dengan harga 15 ribu atau 20 ribu per porsi, ya itulah patokan minimalnya. Jangan sampai kita sering jajan kopi susu kekinian harga 50 ribu, tapi pas bayar fidyah malah nyari harga yang paling murah sejagat raya. Kan nggak sinkron tuh sama gaya hidup kita sehari-hari. Ingat, ini urusannya 'investasi' akhirat, masa mau perhitungan banget?
Fidyah Itu Bukan Sekadar Transaksi, Tapi Solusi Sosial
Satu hal yang sering kita lupakan adalah esensi dari fidyah itu sendiri. Fidyah bukan cuma sekadar denda atau formalitas biar utang lunas. Di balik itu, ada misi sosial yang keren banget. Dengan membayar fidyah, kita secara nggak langsung lagi bantuin orang-orang di sekitar kita yang kesulitan makan.
Bayangin kalau dalam satu lingkungan ada sepuluh orang yang bayar fidyah berupa beras, bakal ada berapa banyak perut yang kenyang hari itu? Makanya, sangat disarankan buat menyalurkan fidyah ini ke orang-orang yang bener-bener butuh (fakir miskin). Jangan malah dikasih ke temen sendiri yang sebenarnya masih punya budget buat nonton konser atau ganti gadget tiap tahun.
Zaman Sekarang, Bayar Fidyah Bisa Sambil Rebahan
Dulu, mungkin kita harus repot-repot gotong karung beras ke rumah pak kyai atau nyari panti asuhan yang lokasinya entah di mana. Sekarang? Tinggal buka aplikasi zakat care atau lembaga amil zakat terpercaya, klik-klik, transfer pakai m-banking atau e-wallet, beres. Transparansinya juga oke banget, kita biasanya bakal dapet laporan lewat email atau WhatsApp kalau uang kita sudah disalurkan.
Tapi, ada satu saran kecil nih: kalau memang punya tetangga yang kondisinya bener-bener susah, lebih baik fidyah-nya dikasih langsung aja. Kenapa? Karena selain dapet pahala fidyah, kita juga dapet pahala silaturahmi. Plus, kita jadi lebih peka sama lingkungan sekitar. Nggak lucu kan kalau kita rajin sedekah online tapi tetangga sebelah rumah malah kelaparan?
Kesimpulan: Jangan Ditunda-tunda!
Menunda bayar fidyah itu rasanya mirip kayak menunda bayar cicilan paylater; makin lama didiemin, makin berasa bebannya. Padahal kalau dikerjakan sekarang, hati jadi lebih tenang dan nggak ada lagi ganjalan pas kita mau masuk ke bulan Ramadan berikutnya.
Jadi, buat kalian yang punya utang puasa dan masuk kategori boleh bayar fidyah, mending satset aja deh. Cek tabungan, hitung berapa hari yang bolong, terus eksekusi. Nggak perlu nunggu kaya raya buat jadi orang taat. Lagian, hitung-hitung ini cara kita buat "membersihkan" harta dan jiwa dengan cara yang paling manis, yaitu dengan berbagi piring nasi buat sesama.
Yuk, mumpung masih ada waktu sebelum Ramadan tahun depan datang lagi, segera tuntaskan urusan 'piutang' ini. Biar hidup lebih chill, ibadah lebih maksimal, dan berkah melimpah selalu menyertai langkah kita. Happy paying fidyah, folks!
Next News

Pupus / Kasih Tak Sampai – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
in 6 hours

Datang dan Kembali – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Cinta Lama yang Bertemu Lagi
in 4 hours

Lupakan Mantan – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Memulai Hubungan Tanpa Bayang-Bayang Masa Lalu
in 3 hours

Terbenar – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Keraguan dalam Cinta
in 2 hours

Ketulusan Cintaku (Pelangi Di Malam Hari) – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Mencintai dengan Ikhlas
in 42 minutes

Dara – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Tepat
18 minutes ago

"w u at?" – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Rindu dan Ketidakpastian dalam Hubungan
an hour ago

Aku Cinta Dia – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
10 hours ago

Terambang – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Hubungan yang Tidak Pasti
11 hours ago

Tak Sejalan – Vidi Aldiano: Arti Lagu tentang Cinta yang Harus Berakhir karena Takdir
8 hours ago





