Kamis, 16 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Berlari – Bernadya dan Cinta yang Datang Saat Dibutuhkan Saja

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 12 February 2026 | 11:28 PM

Background
Berlari – Bernadya dan Cinta yang Datang Saat Dibutuhkan Saja
Bernadya - Berlari (YouTube/Bernadya)

Di tahun 2024, Bernadya merilis Berlari, lagu yang menggambarkan hubungan tidak jelas batasnya. Bukan lagi resmi bersama, tapi juga belum benar-benar selesai. Lagu ini berbicara tentang seseorang yang tahu ia hanya dicari saat dibutuhkan, namun tetap datang setiap kali dipanggil.

Bagian awal langsung memberi pola hubungan itu: "Tujuh hari menghilang kini kau datang lagi." Tujuh hari di sini bukan sekadar angka, tapi simbol siklus. Ia pergi, lalu kembali. Menghilang, lalu muncul seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu disebutkan ia datang membawa "kabar sepekan", meski minggu itu katanya tidak menyenangkan. Maknanya jelas, ia hanya hadir ketika butuh tempat mengeluh.

Yang membuat perih adalah baris "Bukankah harusnya kita tak saling berkabar lagi, itu katamu kemarin." Artinya keputusan untuk menjauh sudah dibuat, bahkan diucapkan olehnya sendiri. Tapi kenyataannya, ia tetap kembali. Konsistensi tidak ada, yang ada hanya kenyamanan sesaat.

Lirik "Setidaknya aku jadi yang pertama kau kabari saat harimu kurang menarik" menunjukkan posisi si aku. Ia bukan pasangan resmi, bukan prioritas utama, tapi jadi orang pertama saat hari terasa buruk. Ini bentuk validasi kecil yang membuatnya bertahan. Ada kebanggaan samar karena masih jadi tempat cerita, meski statusnya tidak jelas.

Bagian paling jujur ada pada "Kapan pun kau panggil, ku ke situ berlari." Kata berlari menandakan respons spontan tanpa pikir panjang. Ini bukan berjalan santai, tapi refleks. Ia sadar ini melelahkan, terlihat dari "Susah payah ku menahan untuk tak kabarimu, tapi malah kau runtuhkan semua upaya." Artinya ia pernah mencoba tegas, mencoba menjaga jarak, tapi satu pesan saja cukup untuk membuatnya kembali.

Ada juga pembelaan halus dalam "Kau tak punya siapa-siapa lagi tuk cerita hari-hari." Ia mencoba meyakinkan diri bahwa kehadirannya penting, bukan sekadar cadangan. Padahal di akhir lagu ia mengakui kenyataan: "Meski besok pasti kau sudah hilang lagi." Ini kesadaran pahit bahwa siklus itu akan terulang.

Berlari adalah lagu tentang pola hubungan yang timpang. Satu orang datang saat butuh, satu orang selalu siap. Bernadya tidak menampilkan kemarahan besar, justru penerimaan yang lelah. Ia tahu dirinya hanya dipanggil ketika hari orang itu terasa sepi, tapi tetap saja, setiap notifikasi darinya masih jadi yang paling ditunggu.