Budi Doremi: Konsisten dengan Gaya Santai di Tengah Tren Musik
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 March 2026 | 04:00 PM


Budi Doremi: Si Akamsi Jenius yang Menolak Tua dan Menolak Ribet
Kalau kita bicara soal industri musik Indonesia, biasanya yang terlintas di kepala adalah sosok penyanyi yang tampil dandy, pakai setelan jas mahal, atau musisi indie yang liriknya harus dibuka pakai kamus besar bahasa Indonesia saking puitisnya. Tapi, di antara keriuhan itu, ada satu nama yang tetap konsisten dengan gaya santainya, bawa ukulele, dan pakai baju yang seolah-olah dia baru saja balik dari warung kopi sebelah. Siapa lagi kalau bukan Budi Doremi?
Nama aslinya Syahbudin Syukur. Tapi dunia lebih mengenalnya dengan embel-embel "Doremi" di belakangnya. Nama panggung ini bukan sembarang nama, melainkan berkah sekaligus kutukan manis dari lagu debutnya yang meledak tahun 2011 silam. Saat itu, lagu "123456" atau yang lebih dikenal dengan "Do Re Mi" mendadak jadi anthem nasional di radio-radio dan acara musik pagi hari. Liriknya sederhana, nadanya catchy, dan pembawaannya sangat "akamsi" alias anak kampung sini yang ramah tapi punya skill mumpuni.
Transformasi dari Musisi 'Ceria' Menjadi Bapak Galau Nasional
Dulu, orang mungkin menganggap Budi Doremi adalah tipe musisi one-hit wonder. Tipe musisi yang datang dengan satu lagu lucu, viral sebentar, lalu hilang ditelan bumi. Tapi Budi membuktikan bahwa dia bukan cuma sekadar komedi putar di industri musik. Dia punya kedalaman emosi yang seringkali disembunyikan di balik senyum lebarnya.
Coba perhatikan pergeseran karyanya. Dari lagu-lagu yang terdengar sangat optimis dan penuh warna, Budi perlahan bertransformasi menjadi "Bapak Galau Nasional" lewat lagu-lagu seperti "Melukis Senja" dan "Mesin Waktu". Lagu "Melukis Senja" itu aselik, jadi semacam pelukan digital buat semua orang yang merasa lelah dengan hidup. Liriknya nggak berusaha jadi sok bijak, tapi lebih ke arah "Gue tahu lo capek, sini cerita sama gue."
Hebatnya, meskipun lagunya sedih, Budi nggak pernah kehilangan identitas "santai"-nya. Dia tetaplah pria yang terlihat sangat approachable. Lo nggak bakal merasa segan kalau ketemu dia di pinggir jalan buat minta foto, karena auranya memang bukan aura diva yang minta dilayani karpet merah. Justru aura inilah yang bikin dia tetep relate sama anak muda zaman sekarang yang lebih suka kejujuran daripada polesan citra yang berlebihan.
Filosofi Hidup di Luar Jakarta: Slow Living Sebelum Viral
Satu hal yang bikin Budi Doremi makin menarik buat dibahas adalah pilihan hidupnya. Di saat musisi lain berlomba-lomba beli apartemen di Jakarta Selatan atau rumah mewah di kawasan elit demi mendekati pusat industri, Budi justru melakukan gerakan "melipir". Dia memilih tinggal di daerah Serang, Banten, dengan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kemacetan Jakarta.
Budi sudah menerapkan konsep slow living jauh sebelum istilah itu jadi konten estetik di TikTok. Dia membangun rumah di tengah lingkungan yang masih asri, bercocok tanam, dan benar-benar menikmati hidup yang nggak dikejar-kejar target. Pilihan ini secara nggak langsung berpengaruh ke karyanya. Lagu-lagunya terdengar jujur karena memang lahir dari kejernihan pikiran, bukan dari tekanan produser yang pengen lagunya masuk top chart mingguan.
Bagi Budi, musik bukan cuma soal karier atau uang, tapi soal bagaimana dia bisa menyuarakan apa yang ada di kepalanya dengan cara yang paling nyaman. Kalau dia harus tinggal di Jakarta dan stres tiap hari cuma buat dibilang eksis, buat apa? Toh, buktinya dari rumahnya di pinggiran itu, dia tetap bisa menciptakan lagu yang ditonton ratusan juta kali di YouTube.
Kenapa Budi Doremi Masih Relevan Sampai Sekarang?
Kalau kita bedah lebih dalam, ada beberapa alasan kenapa Budi Doremi nggak pernah basi di telinga pendengar lintas generasi:
- Lirik yang Manusiawi: Dia nggak pakai kata-kata yang terlalu tinggi. Dia bicara soal cinta, kegagalan, dan harapan dengan bahasa yang kita pakai sehari-hari di tongkrongan.
- Instrumen yang Sederhana: Ukulele jadi senjata andalannya. Suara ukulele itu ringan, nggak mengintimidasi, dan bikin suasana jadi hangat seketika.
- Originalitas Karakter: Budi nggak berusaha jadi orang lain. Dia nggak mencoba jadi Ed Sheeran versi Indonesia atau musisi pop-rock yang sangar. Dia ya Budi, dengan segala keceriaan dan ke-receh-annya.
- Kemampuan Storytelling: Di atas panggung, Budi bukan cuma nyanyi. Dia bercerita. Interaksinya dengan penonton selalu terasa organik, bukan skrip yang dihafal.
Kehadiran Budi Doremi di industri musik kita adalah sebuah pengingat bahwa untuk jadi besar, kita nggak selalu harus tampil megah. Terkadang, kesederhanaan yang dibalut dengan kejujuran justru punya daya ledak yang lebih dahsyat. Dia mengajarkan kita bahwa nggak apa-apa buat hidup santai, nggak apa-apa buat nggak ikut kompetisi "siapa paling kaya", asalkan kita tahu apa yang bikin kita bahagia.
Di akhir hari, Budi Doremi adalah bukti kalau musisi lokal kita punya kualitas yang nggak main-main meski dikemas dengan bungkus yang sederhana. Dia adalah seniman yang tahu cara merayakan hidup lewat nada-nada yang bisa dimengerti oleh siapa saja, mulai dari anak sekolahan sampai orang kantoran yang lagi penat-penatnya. Jadi, kalau lo lagi merasa dunia lagi nggak asik, coba dengerin lagi "Melukis Senja". Siapa tahu, rasa lelah lo bisa sedikit terangkat lewat petikan ukulele dan suara seraknya yang khas itu.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
a month ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
a month ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
a month ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
a month ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
a month ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
a month ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
a month ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
a month ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
a month ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
a month ago





