Minggu, 15 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Evolusi Ariana Grande: Dari Kuncir Kuda Ikonik Hingga Jadi Diva yang Nggak Ada Lawan

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 March 2026 | 09:00 PM

Background
Evolusi Ariana Grande: Dari Kuncir Kuda Ikonik Hingga Jadi Diva yang Nggak Ada Lawan
Ariana Grande (Instagram/Ariana Grande)

Kalau kita bicara soal pop culture satu dekade terakhir, kayaknya nggak mungkin kalau nggak nyebut nama Ariana Grande. Si mungil yang punya vokal "segede gaban" ini sudah bertransformasi dari sekadar bintang remaja Nickelodeon jadi salah satu diva terbesar di planet bumi. Tapi, perjalanan Ari—panggilan akrabnya—nggak semulus jalan tol yang baru diresmikan. Ada banyak drama, air mata, dan tentu saja, kuncir kuda alias high ponytail yang legendaris itu.

Jujurly, pertama kali liat Ariana di serial Victorious sebagai Cat Valentine, siapa sih yang nyangka kalau dia bakal jadi penerus spirit Mariah Carey? Dulu karakternya digambarkan agak lemot dengan suara cempreng yang khas. Tapi begitu dia merilis album Yours Truly di tahun 2013, dunia langsung kena mental. Suaranya yang bisa mencapai nada-nada langit alias whistle register bikin orang-orang sadar kalau ini anak bukan sembarang artis karbitan.

Keluar dari Bayang-Bayang Karakter Remaja

Banyak banget bintang cilik yang gagal waktu mencoba masuk ke pasar dewasa. Ada yang terlalu maksa jadi "nakal", ada juga yang malah hilang ditelan bumi. Ariana mainnya cantik. Dia perlahan-lahan ngelepas image Cat Valentine lewat album My Everything dan Dangerous Woman. Di era ini, kita mulai liat Ariana yang lebih berani, lebih sensual, tapi tetap nggak kehilangan sisi manisnya.

Ingat nggak waktu dia pakai bando kuping kelinci hitam di cover Dangerous Woman? Itu seolah jadi pernyataan sikap kalau dia sudah siap main di liga besar. Musiknya mulai campur-aduk antara pop, R&B, dan sedikit sentuhan trap yang lagi hits banget. Di titik ini, Ariana bukan lagi cuma "adik" yang lucu, tapi sudah mulai jadi trendsetter. Gaya rambutnya ditiru jutaan orang, cara berpakaiannya yang oversized hoodie plus boots tinggi jadi seragam wajib anak-anak hits masanya.

Tragedi, Kedewasaan, dan Thank U, Next

Nah, kalau kita mau bedah kenapa persona Ariana terasa sangat "manusiawi" dibanding pop star lainnya, kita harus bahas masa-masa sulitnya. Tahun 2017 sampai 2018 itu kayak roller coaster buat dia. Mulai dari tragedi bom di konsernya di Manchester, meninggalnya sang mantan kekasih Mac Miller, sampai pertunangan kilatnya dengan Pete Davidson yang berakhir gagal.

Alih-alih tutup diri, Ariana malah curhat lewat musik. Lahirlah album Thank U, Next yang menurut banyak pengamat musik adalah masterpiece-nya. Dia nggak jualan kesedihan yang menye-menye, tapi justru merayakan pertumbuhan diri. Liriknya yang blak-blakan nyebut nama mantan itu gokil banget sih buat ukuran penyanyi papan atas. Dia nunjukin kalau nggak apa-apa buat rapuh, asalkan kita tahu cara buat bangkit lagi. Di sini, Ari bukan cuma penyanyi, dia sudah jadi simbol resiliensi buat para penggemarnya.

Vibes "Eternal Sunshine" dan Transformasi Jadi Glinda

Lama nggak kedengaran rilis album karena sibuk syuting film Wicked sebagai Glinda, Ariana akhirnya comeback dengan Eternal Sunshine. Ini album yang kerasa beda banget. Lebih tenang, lebih dewasa, tapi tetap "nyelekit" kalau didengerin pas lagi galau. Lewat album ini, dia kayak pengen bilang kalau dia sudah berdamai dengan semua gosip miring tentang kehidupan pribadinya.

Opini pribadi sih, Ariana itu jenius dalam urusan vokal. Dia nggak cuma sekadar pamer bisa nyanyi nada tinggi, tapi dia tahu gimana caranya naruh emosi di setiap tarikan napasnya. Di lagu "Yes, and?", dia dengan santainya ngebantai para hater yang hobi banget ngurusin hidupnya. Vibenya kayak "Terserah lu mau ngomong apa, yang penting gue tetap berkarya dan bahagia." Savage banget, kan?

Kenapa Kita Masih Peduli Sama Ariana Grande?

Mungkin ada yang nanya, "Ya elah, emang apa sih spesialnya dia dibanding Taylor Swift atau Dua Lipa?" Jawabannya simpel: Authenticity. Meskipun dia terlihat sangat dipoles sebagai produk industri musik, Ariana punya sisi yang sangat relateable. Dia suka main game, dia sayang banget sama anjing-anjingnya, dan dia nggak malu buat nunjukin kalau dia butuh terapi buat mental health-nya.

Ariana Grande adalah bukti kalau lo bisa jadi sukses tanpa harus kehilangan jati diri. Dia bertransformasi dari kuncir kuda yang kaku jadi rambut yang lebih terurai alami, mencerminkan jiwanya yang sekarang lebih bebas. Dia bukan cuma sekadar "pop princess" lagi, dia adalah seorang seniman yang tahu betul cara mengolah rasa jadi nada.

Jadi, buat kalian yang mungkin selama ini cuma tahu lagu "7 Rings" atau "Side to Side", coba deh dengerin discography-nya secara utuh. Kalian bakal nemuin perkembangan musikalitas yang luar biasa dari seorang perempuan mungil asal Florida ini. Ariana Grande nggak cuma jualan tampang atau gimmick, dia beneran punya kualitas yang bakal bikin namanya tetap relevan sampai puluhan tahun ke depan. Long live the vocal queen!

Tags