Sabtu, 7 Maret 2026
Amandit FM
Nasional

Final AFC Futsal Asia 2026: Brian Ick Sebut Indonesia Tidak Mau Pulang Dengan Kekalahan

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 07 February 2026 | 03:50 PM

Background
Final  AFC Futsal Asia 2026: Brian Ick Sebut Indonesia Tidak Mau Pulang Dengan Kekalahan
Timnas Indonesia (Instagram/timnasfutsal)

amanditmedia.id, Jakarta – Pemain Timnas Futsal Indonesia, Wendy Brian Lindrey Ick, menegaskan tekad kuat skuad Merah Putih untuk tampil maksimal ketika menghadapi Iran pada final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu malam ini. Bagi Brian dan rekan-rekan, kekalahan bukan opsi di depan publik sendiri.

Indonesia lolos ke final setelah mencatat sejarah baru di turnamen ini, termasuk kemenangan dramatis 5-3 atas Jepang di semifinal yang berlanjut hingga waktu tambahan. Pencapaian itu membuat momentum tim makin kuat menghadapi Iran, yang merupakan juara sangat dominan di Asia.

"Untuk memotivasi diri dan teman-teman, kami merasa ini adalah rumah kami. Dan kami tidak ingin kalah di rumah sendiri," ujar Brian dalam jumpa pers pra-pertandingan di Indonesia Arena, Jumat. Ia juga menambahkan bahwa tekanan justru tidak dirasakan timnya karena final ini adalah pengalaman pertama bagi Indonesia di partai puncak.

Brian Ick berasal dari Jayapura dan dikenal sebagai salah satu pemain kunci Indonesia sepanjang turnamen. Ia juga telah mencetak gol dalam fase grup dan perempat final, serta menjadi figur sentral dalam serangan timnas. Kepercayaan dirinya tinggi menjelang laga melawan Iran, tim yang selama ini dikenal sebagai raksasa futsal Asia.

Iran datang ke final dengan catatan impresif — mengincar gelar ke-14 sepanjang sejarah Piala Asia Futsal. Meski demikian, mereka juga menghadapi tekanan tersendiri karena status tuan rumah memberi dukungan luar biasa kepada Indonesia. Publik Iran bahkan sempat menyebut beban besar yang harus dihadapi tim mereka untuk mempertahankan tradisi juara saat bermain di Indonesia.

Pernyataan Brian sejalan dengan pandangan pelatih Hector Souto, yang percaya timnya tidak dibebani tekanan berlebihan dan justru memiliki peluang besar karena dukungan publik serta kebersamaan tim yang kuat sepanjang turnamen. Souto menyebut Indonesia datang tanpa beban, sedangkan Iran sebagai tim yang sudah terbiasa di final punya tekanan tersendiri untuk memenangi trofi.

Final ini akan menjadi sorotan besar karena kedua tim memiliki motivasi kuat: Indonesia ingin menorehkan prestasi terbesar dalam sejarah futsal nasional, sementara Iran ingin memperluas dominasinya di level Asia. Kick-off laga akan dimulai pada pukul 19.00 WIB, dan jutaan mata akan menyaksikan pertemuan dua kekuatan yang berbeda pengalaman ini.

Dengan semangat untuk tidak kalah di rumah sendiri, tekad Indonesia semakin kuat menghadapi lawan yang tetap harus diwaspadai, meski semua statistik berbicara tentang prestasi besar Iran.

Tags