Jumat, 1 Mei 2026
Amandit FM
Hiburan

Fleetwood Mac: Kisah Band Paling Berantakan yang Pernah Melahirkan Mahakarya

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 16 March 2026 | 11:00 PM

Background
Fleetwood Mac: Kisah Band Paling Berantakan yang Pernah Melahirkan Mahakarya
Fleetwood Mac (Billboard.com/Fleetwood Mac)

Pernah nggak sih kalian ngerasa hidup lagi chaos banget? Masalah asmara berantakan, pertemanan lagi renggang, tapi kalian justru jadi sangat produktif di tengah kekacauan itu? Kalau pernah, selamat, kalian baru saja merasakan sekelumit pengalaman hidup ala personil Fleetwood Mac. Bedanya, kalau kita galau paling cuma mentok jadi status galau di Instagram, mereka malah bikin salah satu album paling laris sepanjang masa.

Kalau kita ngomongin Fleetwood Mac, rasanya kayak lagi dengerin podcast ghibah tapi versinya sangat estetik dan high-class. Mereka bukan sekadar band rock lawas yang didengerin bapak-bapak sambil ngopi di teras. Berkat TikTok dan tren video Nathan Apodaca yang meluncur santai pakai skateboard sambil minum jus cranberry dan dengerin lagu Dreams, band ini mendadak jadi konsumsi wajib anak muda zaman sekarang. Tapi, di balik melodi yang enak didengar itu, ada sejarah yang saking drama-nya, sampai bikin serial Keeping Up with the Kardashians kelihatan kayak acara anak TK.

Dari Blues yang Kelam ke Pop-Rock yang Gemerlap

Fleetwood Mac nggak langsung jadi band pop-rock yang kita kenal sekarang. Awalnya, band ini adalah unit blues asal Inggris yang digawangi oleh gitaris jenius Peter Green di akhir tahun 60-an. Namanya diambil dari gabungan nama drummer Mick Fleetwood dan bassist John McVie. Dulu musik mereka berat, gelap, dan penuh teknik gitar yang mumpuni. Tapi, seiring berjalannya waktu dan berbagai masalah mental yang menimpa anggotanya, formasi ini terus berubah-ubah kayak mood remaja labil.

Titik balik paling krusial adalah ketika Mick Fleetwood nggak sengaja dengerin demo lagu dari pasangan musisi muda asal Amerika, Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks. Saat itu, mereka lagi berjuang buat hidup di Los Angeles. Mick butuh gitaris baru, tapi Lindsey bilang dia cuma mau gabung kalau pacarnya, Stevie, juga diajak. Keputusan Mick buat narik pasangan ini ternyata jadi investasi paling cuan dalam sejarah musik dunia. Masuknya Lindsey dan Stevie mengubah DNA Fleetwood Mac secara total menjadi mesin pencetak hits dunia.

Rumours: Album yang Isinya Sindiran ke Mantan

Kalau kalian pikir Taylor Swift adalah ratu dalam urusan bikin lagu buat mantan, kalian harus kenalan sama Fleetwood Mac saat proses rekaman album Rumours tahun 1977. Ini adalah fase di mana semua personilnya lagi perang dingin satu sama lain. John dan Christine McVie baru aja cerai setelah bertahun-tahun menikah. Lindsey dan Stevie Nicks putus dengan cara yang sangat dramatis. Sementara itu, Mick Fleetwood juga lagi dalam proses cerai dengan istrinya.

Bayangin aja situasinya: kalian harus terjebak di satu studio yang sama selama berbulan-bulan, setiap hari ketemu mantan, dan parahnya lagi, kalian harus saling dengerin lirik lagu yang isinya saling nyindir satu sama lain. Pas Lindsey nyanyi lagu Go Your Own Way, itu adalah surat cinta yang kasar buat Stevie. Begitu juga sebaliknya, lagu Dreams adalah cara Stevie bilang kalau Lindsey cuma bakal kangen dia suatu saat nanti. Gila sih, mereka bener-bener profesional tapi sekaligus toxic banget di saat yang sama. Tapi ya itu, justru tensi yang tinggi itulah yang bikin emosi di lagu-lagu mereka terasa sangat nyata sampai sekarang.

Stevie Nicks: Sang Dewi yang Tak Lekang Oleh Zaman

Nggak bisa dipungkiri, magnet utama Fleetwood Mac buat generasi sekarang adalah Stevie Nicks. Dengan gaya berpakaian yang sering dibilang mirip penyihir baik hati—lengkap dengan selendang panjang, topi lebar, dan boots tinggi—Stevie menciptakan estetikanya sendiri. Dia adalah personifikasi dari kata "cool". Suaranya yang serak-serak basah punya kekuatan magis yang bisa bikin siapa pun ngerasa tenang sekaligus sedih dalam waktu bersamaan.

Banyak anak muda zaman sekarang yang terobsesi sama gaya Stevie. Dia bukan cuma musisi, tapi ikon fashion yang melampaui masanya. Observasi simpelnya begini: di festival musik manapun, pasti bakal ada satu atau dua orang yang dandan ala Stevie Nicks. Pengaruhnya besar banget buat penyanyi-penyanyi modern kayak Lana Del Rey sampai Harry Styles. Harry Styles bahkan sering banget bilang kalau Stevie Nicks adalah ibu angkatnya di dunia musik. Kalau idola kalian aja ngefans sama dia, masa kalian nggak?

Kenapa Mereka Masih Relevan?

Mungkin banyak yang nanya, kenapa sih band yang jaya tahun 70-an masih asik didengerin sekarang? Jawabannya sederhana: kejujuran. Di era di mana musik seringkali dipoles terlalu sempurna oleh AI atau produser yang cuma mikirin algoritma, musik Fleetwood Mac terasa sangat manusiawi. Mereka jujur soal patah hati, pengkhianatan, harapan, dan kebingungan dalam menjalani hidup.

Lagu-lagu mereka kayak punya nyawa sendiri. Mau dengerin pas lagi seneng, pas lagi nyetir sore-sore, atau pas lagi nangis di pojok kamar, lagu mereka selalu masuk ke hati. Selain itu, komposisi musik Lindsey Buckingham yang kompleks tapi gampang nyangkut di telinga (earworm) adalah kunci kenapa lagu-lagu mereka nggak kerasa jadul. Mereka berhasil menciptakan formula musik yang "timeless".

Meninggalnya Christine McVie beberapa waktu lalu emang jadi duka mendalam bagi dunia musik. Tapi, warisan yang mereka tinggalkan bakal terus hidup. Fleetwood Mac ngajarin kita satu hal penting: hidup boleh berantakan, hubungan boleh hancur, tapi dari semua kekacauan itu, kita selalu punya pilihan buat menciptakan sesuatu yang indah. Jadi, buat kalian yang lagi ngerasa hidupnya lagi nggak karuan, coba deh pasang earphone, putar album Rumours, dan biarkan Stevie Nicks menenangkan jiwa kalian. Tetap semangat, meskipun hidup kadang lebih drama dari lagu rock era 70-an!

Tags