Sabtu, 2 Mei 2026
Amandit FM
Hiburan

Habis Lebaran Terbitlah Idul Adha: Yuk Intip Jadwal Liburnya

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 26 March 2026 | 02:00 PM

Background
Habis Lebaran Terbitlah Idul Adha: Yuk Intip Jadwal Liburnya
Suasana Lebaran (Freepik/Freepik)

Menakar Hilal 2026: Kapan Kita Bakal Nyate dan Libur Panjang Idul Adha?

Baru saja kita melewati euforia Lebaran tahun ini, tapi rasanya jari sudah gatal ingin scroll kalender buat cari tahu kapan lagi ada tanggal merah yang lumayan panjang. Maklum, sebagai kaum pejuang absen dan pencari celah cuti, rencana liburan jauh-jauh hari adalah sebuah kewajiban hakiki. Salah satu momen yang paling ditunggu, selain Idul Fitri, tentu saja adalah Hari Raya Idul Adha.

Kalau kita bicara soal tahun 2026, mungkin terasa masih agak jauh. Tapi hey, waktu itu berjalan lebih cepat daripada balasan chat dari gebetan yang cuma di-read doang. Jadi, nggak ada salahnya kita mulai memetakan kapan kira-kira Idul Adha 2026 jatuh, biar kamu bisa mulai nabung buat beli kambing—atau minimal nabung buat tiket pulang kampung.

Catat Tanggalnya: Prediksi Idul Adha 2026

Secara matematis dan berdasarkan kalender Hijriah yang sudah dikonversi ke kalender Masehi, Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah diprediksi akan jatuh pada pertengahan tahun 2026. Tepatnya, kemungkinan besar kita akan merayakannya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Bayangkan saja, di akhir bulan Mei itu cuaca biasanya lagi transisi. Nggak terlalu hujan, tapi juga belum masuk puncak kemarau yang bikin gerah maksimal. Cocok banget buat acara bakar-bakar sate di halaman rumah bareng tetangga atau keluarga besar. Namun, perlu diingat kalau ini masih hitungan kalender. Di Indonesia, urusan tanggal hari raya itu unik. Kita punya tradisi "menunggu" yang cukup menegangkan lewat sidang isbat.

Kenapa Sih Tanggalnya Bisa Beda-Beda?

Mungkin kamu sering nanya, "Kenapa sih nggak dipastiin dari sekarang aja kayak Natal atau Tahun Baru?" Nah, di sinilah letak seninya. Penentuan kalender Islam itu berbasis pada peredaran bulan (komariyah), bukan matahari (syamsiyah). Jadi, setiap tahunnya, tanggal lebaran itu bakal maju sekitar 10 sampai 11 hari dari tahun sebelumnya.

Ada dua metode utama yang sering bikin netizen riuh di media sosial: Hisab dan Rukyat. Muhammadiyah biasanya sudah punya kalender tetap karena menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal. Artinya, mereka menghitung posisi bulan secara matematis. Kalau hitungannya bilang bulan sudah di atas ufuk, ya sudah, besoknya lebaran. Simpel, terukur, dan nggak pakai drama nunggu langit mendung atau nggak.

Di sisi lain, Pemerintah melalui Kementerian Agama bareng kawan-kawan dari Nahdlatul Ulama (NU) biasanya pakai metode Rukyatul Hilal. Mereka harus benar-benar melihat "wujud" bulan sabit muda itu pakai teropong. Kalau cuaca mendung atau posisi bulan masih terlalu malu-malu buat kelihatan (di bawah kriteria MABIMS yaitu 3 derajat), ya lebarannya digenapkan atau istikmal.

Jadi, buat kamu yang tim "ikut pemerintah aja," ya harus sabar nunggu sidang isbat di malam tanggal 29 Dzulqa'dah 1447 H nanti. Tapi biasanya sih, selisihnya nggak bakal jauh-jauh banget. Paling beda sehari, dan itu malah jadi berkah buat yang jualan daging karena stoknya laku dua kali!

Vibe Idul Adha 2026: Libur Tengah Pekan?

Kalau kita liat prediksi tanggal 27 Mei 2026 itu jatuh hari Rabu, ini sebenarnya agak "tricky" buat para pencari long weekend. Hari Rabu itu posisi yang sangat nanggung, alias kejepit di tengah-tengah. Tapi jangan sedih dulu. Biasanya pemerintah kita cukup dermawan memberikan cuti bersama. Kalau Senin-Selasa atau Kamis-Jumat dikasih jatah cuti bersama, wah itu namanya jackpot!

Saran saya sih, kalau kamu memang niat banget pengen pulang kampung atau healing tipis-tipis di tahun 2026 nanti, mulailah amankan jatah cuti tahunan dari sekarang. Jangan sampai dihabisin buat urusan yang nggak jelas di awal tahun. Ingat, Idul Adha itu bukan cuma soal liburnya, tapi soal momen kumpul keluarga sambil menikmati kolesterol berjamaah dari gulai kambing dan sate maranggi.

Persiapan dari Sekarang: Bukan Cuma Soal Tanggal

Mengetahui kapan Idul Adha 2026 juga jadi pengingat buat dompet kita. Harga hewan qurban itu trennya mirip crypto, naik terus tiap tahun. Kalau sekarang harga kambing yang layak qurban udah di angka 3 jutaan, mungkin di 2026 nanti bisa naik lagi. Jadi, mumpung masih ada waktu sekitar dua tahunan, cicil tabungan qurban nggak akan bikin kamu rugi.

Ada perasaan puas yang beda ketika kita bisa berqurban dari hasil keringat sendiri. Rasanya lebih "nampol" daripada sekadar dapet jatah daging dari panitia masjid. Selain itu, Idul Adha juga momen buat kita refleksi soal keikhlasan, kayak Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan hal paling berharga dalam hidupnya. Masa kita buat nabung beli kambing aja masih sering khilaf buat check-out belanjaan online?

Kesimpulan

Jadi, jawabannya sudah jelas ya. Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Namun, kepastian mutlaknya tetap harus menunggu ketok palu dari Sidang Isbat Kemenag atau pengumuman resmi dari ormas-ormas besar di Indonesia.

Apapun tanggalnya nanti, yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai hari raya tersebut. Mau beda hari atau barengan, semangatnya tetap sama: berbagi. Dan yang pasti, persiapkan perutmu buat menerima asupan daging yang melimpah. Jangan lupa siapkan acar dan timun biar tensi nggak langsung meloncat ke langit ketujuh setelah makan sate. Sampai jumpa di antrean daging kurban 2026!

Tags