HUNTR/X: Ketika EJAE, Audrey Nuna, dan REI AMI Ngumpul Buat Ngacak-ngacak Playlist Lo
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 17 March 2026 | 12:00 AM


Pernah nggak sih lo ngerasa kalau musik zaman sekarang tuh makin susah dikotak-kotakin? Kayak, lo lagi dengerin lagu yang awalnya R&B santai, eh tiba-tiba di tengah jalan berubah jadi trap yang berisik, terus ditutup sama vokal pop yang manis banget. Kalau lo tipe pendengar yang suka kejutan kayak gitu, berarti lo wajib banget melirik proyek kolaborasi bertajuk HUNTR/X yang baru-baru ini mempertemukan tiga kekuatan besar di kancah musik alternatif: EJAE, Audrey Nuna, dan REI AMI.
Jujur aja, pas pertama kali denger kabar mereka bertiga bakal ada dalam satu proyek, gue langsung mikir: "Wah, ini sih bakal jadi kekacauan yang estetik." Kenapa? Karena masing-masing dari mereka punya persona yang kuat banget. Mereka bukan tipe musisi yang cuma sekadar 'ngikutin arus' atau nyari aman biar masuk chart Top 40. Mereka adalah para pemberontak di jalurnya masing-masing, dan HUNTR/X adalah arena bermain di mana mereka bebas buat jadi seaneh mungkin.
Audrey Nuna: Si Ratu Alt-R&B yang Selalu Unpredictable
Mari kita bahas Audrey Nuna dulu. Kalau lo belum tahu siapa dia, lo ke mana aja? Audrey itu kayak hembusan angin segar di tengah industri yang kadang kerasa terlalu 'pabrikan'. Sejak kemunculannya dengan "Comic Sans", Audrey udah ngebuktiin kalau dia punya selera yang nggak main-main. Dia bisa ngerap dengan flow yang santai tapi mematikan, terus detik berikutnya dia bisa nyanyi dengan vokal yang soulful banget.
Di proyek HUNTR/X ini, Audrey tetep bawa aura cool-nya yang khas. Dia nggak perlu teriak-teriak buat dapet perhatian. Cukup dengan gaya bicaranya yang setengah berbisik tapi penuh penekanan, Audrey berhasil ngasih tekstur yang mahal banget di setiap lagu yang dia sentuh. Dia tuh tipe musisi yang kalau denger lagunya, lo bakal ngebayangin dia lagi jalan di New York pakai oversized jacket sambil nggak peduli sama sekitar. Vibes-nya tuh 'main character' banget, deh.
REI AMI: Agent of Chaos yang Bikin Adrenalin Naik
Kalau Audrey adalah sisi dingin dan tenang, maka REI AMI adalah apinya. Musisi asal Korea-Amerika ini bener-bener definisi chaos agent. Kalau lo pernah denger lagu-lagunya kayak "DICTATOR" atau "SNOWCONE", lo pasti tahu kalau REI AMI suka banget mainin emosi pendengar. Dia bisa tiba-tiba berubah dari suara yang manis kayak permen jadi suara yang agresif dan penuh distorsi.
Kehadiran REI AMI di HUNTR/X itu ibarat bumbu pedas yang bikin masakan jadi makin nendang. Dia bawa energi yang liar, sedikit gelap, tapi tetep seru buat dibawa joget. Kolaborasinya sama Audrey Nuna di sini bener-bener nunjukin chemistry yang luar biasa. Dua-duanya punya identitas sebagai wanita Asia di industri musik Barat yang nggak mau didikte. Mereka seolah bilang, "Gue bakal bikin musik apa pun yang gue mau, dan lo bakal suka."
EJAE: Sang Arsitek di Balik Layar
Terus, di mana peran EJAE? Nah, ini dia yang sering dilupain padahal perannya vital banget. EJAE bukan cuma sekadar pelengkap. Dia adalah jembatan yang bikin visi Audrey dan REI AMI nggak tabrakan. EJAE punya kemampuan buat ngeramu produksi musik yang kerasa futuristik tapi tetep punya jiwa. Musiknya nggak kerasa dingin kayak robot, tapi kerasa hidup karena ada sentuhan-sentuhan eksperimental yang cerdas.
Di HUNTR/X, EJAE berhasil nyiptain soundscape yang pas buat vokal-vokal unik rekan kolaborasinya. Bayangin aja, lo punya dua penyanyi dengan karakter sekuat Audrey dan REI, kalau produksinya nggak oke, yang ada malah berisik nggak jelas. Tapi EJAE tahu kapan harus kasih ruang buat vokal mereka 'bernapas', dan kapan dia harus masukin bass yang nendang buat ngasih efek dramatis. Dia adalah sutradara yang memastikan film ini dapet rating bintang lima.
Kenapa Kolaborasi Ini Penting?
Mungkin ada yang nanya, "Ya terus kenapa kalau mereka kolaborasi? Kan tiap hari juga banyak musisi kolab." Oke, gini. Di era sekarang, kolaborasi sering banget cuma dijadiin strategi marketing biar dapet stream banyak. Tapi HUNTR/X ngerasa beda. Ini kerasa kayak gerakan organik dari sekumpulan orang yang emang punya frekuensi yang sama. Mereka nggak peduli apakah lagu ini bakal diputar di radio-radio mainstream atau nggak. Fokusnya adalah eksplorasi suara.
Selain itu, melihat Audrey Nuna dan REI AMI barengan itu punya makna lebih buat representasi musisi Asia di kancah global. Dulu, mungkin musisi keturunan Asia cuma dikasih ruang di genre-genre tertentu atau harus selalu tampil 'sopan'. Tapi sekarang? Mereka bisa jadi se-alternatif ini. Mereka bisa jadi se-badass ini. Mereka ngebuktiin kalau talenta itu nggak punya batasan etnis atau ekspektasi tertentu.
Secara musikalitas, HUNTR/X ini bener-bener manjain kuping. Lo bakal dengerin elemen industrial, sedikit sentuhan pop gelap, trap yang glitchy, sampai vokal harmonisasi yang cantik. Ini adalah tipe lagu yang makin sering lo dengerin, makin banyak detail kecil yang baru lo sadarin. Kayak, "Eh, tadi ada suara sintetis aneh ya di menit kedua?" atau "Gila, cara REI AMI masuk di bagian ini smooth banget."
Kesimpulan: Wajib Masuk Playlist
Kalau lo lagi bosen sama lagu-lagu cinta-cintaan yang formulanya gitu-gitu aja, atau lo butuh booster semangat pas lagi ngerjain tugas atau kerjaan yang numpuk, HUNTR/X lewat EJAE, Audrey Nuna, dan REI AMI adalah jawaban yang tepat. Ini bukan cuma musik, ini adalah sebuah pernyataan sikap. Bahwa musik itu harusnya berani, berisik, dan nggak punya aturan baku.
Gue pribadi sih berharap proyek kayak gini nggak berhenti di sini aja. Dunia butuh lebih banyak kolaborasi yang 'berbahaya' kayak gini. Kolaborasi yang bikin kita mikir, "Kok bisa ya mereka kepikiran bikin suara kayak gini?" Jadi, tunggu apa lagi? Langsung buka platform streaming musik favorit lo, cari HUNTR/X, pasang headphone dengan volume yang pas (jangan terlalu kencang biar telinga nggak budeg, ya!), dan siap-siap buat dibawa masuk ke semesta mereka yang unik.
Oh iya, jangan lupa juga buat cek video klip atau visualizer-nya kalau ada. Biasanya artis-artis kayak mereka punya selera visual yang nggak kalah gila dibanding musiknya. Pokoknya, paket lengkap deh buat lo yang ngaku anak skena atau sekadar penikmat seni yang haus akan sesuatu yang baru.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
20 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
20 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
21 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
21 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
21 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
21 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
21 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
21 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
24 days ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
22 days ago





