Kalsel Bersiap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Menteri BIMP-EAGA 2027, Tim Koordinasi Mulai Dibentuk
Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 March 2026 | 10:10 PM


amanditmedia.id, Banjarbaru – Persiapan menuju pertemuan tingkat menteri Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) 2027 mulai dimatangkan di Kalimantan Selatan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pembentukan Tim Koordinasi Kerja Sama Sub-Regional yang digelar di Ruang Rapat Ismet, kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (13/3).
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah setelah Kalimantan Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA yang dijadwalkan berlangsung pada November 2027.
Kepala Bappeda Kalsel Suprapti Tri Astuti melalui Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Theodorik Rizal Manik menjelaskan, pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari rencana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang menetapkan Kalimantan Selatan sebagai lokasi pertemuan para menteri BIMP-EAGA.
Selain menjadi tuan rumah, Kalimantan Selatan juga berpeluang dipercaya sebagai koordinator kepala daerah wilayah Indonesia dalam forum tersebut yang mencakup 19 provinsi di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jika telah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, sekretariat BIMP-EAGA juga berpotensi dibentuk di daerah ini.
Dalam pelaksanaannya, pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA digelar secara bergiliran di negara anggota. Tahun sebelumnya berlangsung di Filipina, tahun ini di Brunei Darussalam, sementara pada 2027 Indonesia mendapat giliran sebagai tuan rumah dengan Kalimantan Selatan sebagai lokasi kegiatan.
Meski tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan Selatan dinilai tetap memiliki peluang besar untuk terlibat aktif dalam kerja sama kawasan. Potensi tersebut antara lain di sektor investasi, pariwisata, hingga penguatan konektivitas transportasi.
Kajian peluang kerja sama juga telah dilakukan bersama Universitas Lambung Mangkurat untuk memetakan sektor yang dapat dikembangkan. Salah satu peluang yang muncul adalah pengembangan pariwisata melalui kerja sama dengan Sarawak di Malaysia maupun Brunei Darussalam, termasuk kemungkinan pembukaan rute penerbangan internasional baru menuju Banjarmasin.
Selain sektor pariwisata, kerja sama juga berpotensi diperluas pada bidang pendidikan, pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya rencana pelatihan petani muda yang diinisiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui skema kerja sama BIMP-EAGA.
Melalui pembentukan tim koordinasi ini, Kalimantan Selatan diharapkan dapat memaksimalkan berbagai peluang kerja sama regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang ditargetkan mencapai delapan persen.
Next News

Komitmen Pelestarian Naskah Kuno Diperkuat, Dorong Digitalisasi Warisan Daerah
3 days ago

Tim Pemilihan Dewan SDA Kalsel Disusun, Fokus Atasi Banjir hingga Kekeringan
3 days ago

Inovasi Hidroponik Diuji untuk Pembenihan Cabai dan Tomat di Kalsel
3 days ago

Penilaian BUMDesa Kalsel Pakai Skema Baru, Dua Tahap hingga Verifikasi Lapangan
3 days ago

Magang 40 Hari, Klien PPRSAR Mulia Satria Didorong Siap Masuk Dunia Kerja
3 days ago

Pokja I Komisi Irigasi Matangkan Agenda Pleno, Soroti Kekeringan hingga Banjir
3 days ago

Pelatihan TPKS Digelar, Perkuat Kapasitas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kalsel
3 days ago

Ratusan ASN Antusias Aktivasi IKD, Disdukcapil Kalsel Kejar Target 49 SKPD
3 days ago

Workshop Konsiliasi Data Digelar, Disdukcapil Kalsel Perkuat Akurasi Profil Kependudukan
3 days ago

Inkubator Usaha Didorong Jadi Motor UMKM, Kalsel Berbagi Skema Pengembangan
3 days ago
