Rabu, 15 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Ketika Kekaguman dan Obsesi Bertemu – Kultusan dari Sal Priadi

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 February 2026 | 06:14 AM

Background
Ketika Kekaguman dan Obsesi Bertemu – Kultusan dari Sal Priadi
Sal Priadi - Kultusan (YouTube/Sal Priadi)

Lagu "Kultusan" dari Sal Priadi (2020) menghadirkan nuansa cinta yang gelap, intens, dan penuh obsesi. Dari awal, liriknya menekankan perasaan yang kompleks: "Kutemukan jejak bibir kecilmu yang berkelana, jauh ke lekuk yang bukan leherku." Ungkapan ini menimbulkan kesan campuran antara kerinduan, kekaguman, dan ketertarikan yang tak bisa dijelaskan secara sederhana. Sal Priadi membangun atmosfer di mana cinta bukan hanya romantisme biasa, tapi sesuatu yang hampir memabukkan dan menguasai pikiran.

Obsesi terhadap orang yang dicintai menjadi tema utama lagu ini. Frasa seperti "Hingga mengingkarimu adalah hal yang mustahil" menegaskan intensitas perasaan yang ekstrem. Tidak hanya sekadar rindu atau sayang, tapi ada unsur pemujaan dan ketergantungan emosional yang mendalam. Di sini, Sal Priadi mengajak pendengar untuk merasakan sisi gelap cinta, yang terkadang bercampur dengan frustrasi, kemarahan, dan ketidakberdayaan menghadapi rasa tersebut.

Lagu ini juga sarat dengan metafora yang kuat dan simbolisme ritualistik: "Mungkin dikultuskan, dalam perjamuan, bulir darahku, namamu seorang." Kalimat ini memberi kesan bahwa hubungan dan perasaan bisa menjadi sesuatu yang sakral atau bahkan menyakiti diri sendiri secara emosional. Pemilihan kata yang berat dan intens memberi warna dramatis yang membuat pendengar merasakan keterasingan sekaligus keterikatan terhadap orang yang dikultuskan dalam perasaan mereka.

Selain itu, repetisi lirik memperkuat kesan obsesi yang berulang-ulang dan tak bisa lepas. Setiap baris seolah menegaskan kembali bahwa cinta bisa menjadi bagaikan ritual, di mana seseorang menyerahkan dirinya sepenuhnya, walau terkadang menyakitkan. Sal Priadi mampu menghadirkan ketegangan emosional yang memikat, sehingga pendengar seolah terbawa ke dalam pusaran perasaan yang ekstrem namun memikat.

Secara keseluruhan, "Kultusan" adalah eksplorasi cinta yang penuh intensitas dan obsesif, sebuah lagu yang menyoroti sisi gelap hubungan emosional. Dengan lirik yang dramatis dan simbolik, Sal Priadi menghadirkan pengalaman mendengar yang bukan hanya soal menikmati musik, tetapi juga merasakan kompleksitas psikologis dari perasaan manusia yang terperangkap antara kagum, rindu, dan ketergantungan emosional.