Kamis, 16 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Lukas Graham – Drunk In The Morning: Curhat Pagi Buta dengan Cinta dan Penyesalan

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 20 February 2026 | 07:26 AM

Background
Lukas Graham – Drunk In The Morning: Curhat Pagi Buta dengan Cinta dan Penyesalan
Lukas Graham - Drunk In The Morning (YouTube/ Lukas Graham)

Lagu "Drunk In The Morning" dari Lukas Graham menceritakan perasaan campur aduk seseorang yang tengah mabuk di pagi hari dan tergoda untuk menghubungi orang yang dicintainya. Tema utama lagu ini adalah kerinduan, penyesalan, dan kejujuran emosional di saat-saat ketika batas antara keberanian dan kesalahan terasa tipis.

Dalam liriknya, Lukas menggambarkan situasi di mana seseorang menelepon kekasihnya di jam yang tak wajar—pagi buta—karena dorongan hati yang sulit dikontrol. Ia sadar bahwa waktunya tidak tepat dan mungkin berisiko membuat penerima telepon merasa terganggu, namun dorongan untuk menyampaikan perasaan jauh lebih kuat daripada pertimbangan logis. Hal ini menciptakan nuansa yang relatable bagi pendengar yang pernah mengalami keraguan atau rasa ingin dekat dengan seseorang saat sedang emosional.

Musik lagu ini memadukan pop upbeat dengan sentuhan R&B ringan, sehingga meski tema lagu terkait mabuk dan kerinduan, tetap terdengar catchy dan mudah diingat. Vokal Lukas Graham menonjolkan ketulusan dan kerentanan, membuat pendengar seakan diajak masuk ke dalam momen pribadi yang jujur dan spontan. Repetisi frasa "When I'm drunk in the morning I'm calling you" memperkuat kesan pergulatan batin antara keinginan dan risiko, serta menekankan sifat impulsif yang sering muncul dalam hubungan romantis.

Lagu ini juga menyentuh dinamika sosial: interaksi dengan teman-teman, kehidupan malam, dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap hubungan pribadi. Lukas menyeimbangkan narasi antara keseruan malam hari dan konsekuensi emosional di pagi harinya. Pendengar bisa menangkap pesan bahwa cinta dan perhatian tidak selalu sederhana, dan terkadang spontanitas—meski berisiko—adalah bagian dari cara seseorang mengekspresikan perasaan.

"Drunk In The Morning" bisa dianggap sebagai refleksi tentang ketulusan dalam hubungan. Lagu ini menyoroti konflik antara dorongan hati dan tanggung jawab emosional, serta menghadirkan cerita tentang manusia yang tidak sempurna, penuh impuls, tapi tetap ingin terhubung dengan orang yang dicintainya. Pendekatan Lukas Graham yang ringan namun emosional membuat lagu ini mudah diterima dan tetap menyenangkan untuk didengarkan.

Kesimpulannya, lagu ini menekankan sisi manusiawi dalam cinta: impulsif, jujur, dan kadang lucu. "Drunk In The Morning" menghadirkan kisah yang hangat, relatable, dan menghibur, sambil tetap menunjukkan kerentanan yang membuat Lukas Graham begitu disukai sebagai storyteller dalam musik pop kontemporer.