Makna Lagu Kita Buat Menyenangkan – Bernadya dan Ajakan Berdamai dengan Waktu
Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 13 February 2026 | 05:48 AM


Dirilis pada 28 Januari 2026 dengan produksi dari Petra Sihombing, Kita Buat Menyenangkan menghadirkan sisi Bernadya yang lebih reflektif dan dewasa. Jika banyak lagunya berbicara tentang patah dan kehilangan, kali ini temanya bergeser: bukan tentang mempertahankan mati-matian, melainkan tentang memilih menikmati waktu yang tersisa—apa pun akhirnya nanti.
Lagu dibuka dengan sikap pasrah yang rasional: "Kini serahkan semua ujungnya pada takdir." Ini bukan menyerah dalam arti negatif, tetapi pengakuan bahwa tidak semua hal bisa dikontrol. Kalimat "Jika beruntung maka kisah ini tak akan berakhir" menunjukkan bahwa keberlanjutan hubungan bukan hanya soal usaha, tapi juga faktor eksternal yang kadang tak bisa ditebak.
Menariknya, ia meminta jeda dari konflik: "Untuk sejenak, kumohon berhenti perdebatkan yang tak penting." Ini kritik halus pada kebiasaan pasangan yang sering terjebak pada detail kecil dan lupa menikmati kebersamaan. Ajakan "Kita berdamai, berjabat tangan, tertawakan yang tak bisa dibenahi" menandakan kedewasaan emosional—tidak semua masalah harus diselesaikan sempurna untuk bisa bahagia.
Bagian pre-chorus menjadi titik kontemplatif:
"Anggap saja besok ini semua hilang, c'rita seperti apa yang mau kau kenang?"
Pertanyaan ini menggeser perspektif. Jika semuanya berakhir esok hari, apakah yang tersisa pertengkaran, atau tawa? Ini cara Bernadya menempatkan waktu sebagai variabel yang rapuh.
Reff lagu adalah inti pesannya:
"Kita buat menyenangkan di sisa waktu yang ada."
Frasa ini sederhana, tapi kuat. Ada kesadaran bahwa waktu terbatas, dan kebahagiaan adalah pilihan sadar. Bahkan ketika ada salah dan kecewa, ia memilih mengatakan "Tolong maafkan." Ini menunjukkan bahwa ego dikesampingkan demi kualitas momen bersama.
Di verse kedua, nuansa eksistensial semakin terasa: "Mungkin dalam hitungan hari, semua berhenti." Ini bukan hanya tentang hubungan, tapi tentang hidup secara umum. Ada kesadaran mortalitas—bahwa segalanya bisa selesai tanpa aba-aba. Karena itu, ia memilih bersyukur lebih dulu: "S'belum terlambat kuucapkan banyak terima kasih."
Penutup verse kedua sangat personal: "Karena mengenalmu buatku jadi aku yang seperti ini." Ini bentuk apresiasi yang matang. Apa pun akhir kisahnya, hubungan itu tetap memberi dampak pada pembentukan dirinya.
Secara keseluruhan, Kita Buat Menyenangkan adalah lagu tentang intentional joy—menciptakan kebahagiaan secara sadar di tengah ketidakpastian. Bukan lagu tentang cinta yang ideal, tapi tentang cinta yang realistis: ada salah, ada kecewa, ada kemungkinan berakhir. Namun selagi masih ada waktu, yang bisa dilakukan hanyalah membuatnya menyenangkan.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
15 hours ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
16 days ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
16 days ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
17 days ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
16 days ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
16 days ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
17 days ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
17 days ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
17 days ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
18 days ago




