Makna Lagu Tarot – .Feast dan Cinta yang Bertahan Meski Tak Masuk Logika
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 February 2026 | 09:36 AM


Lagu Tarot dari .Feast yang dirilis pada 2024 menghadirkan potret relasi yang rumit: penuh luka, kebingungan, tetapi tetap dipertahankan. Jika judulnya merujuk pada kartu tarot—simbol ramalan dan takdir—isi lagunya justru berbicara tentang pilihan sadar untuk tetap tinggal, meski logika menyuruh pergi.
Bait awal menggambarkan suasana sunyi dan stagnan. "Nama yang sama bertahan dalam ruangan hening" memberi kesan hubungan yang sudah lama berjalan, tetapi kehilangan dinamika. Ada kebiasaan yang terlanjur mengakar. Mereka "terlalu lama bercanda" hingga tak siap menghadapi celaka yang nyata. Ketika masalah datang, yang tersisa hanya diam tak berdaya.
Konflik batin muncul jelas dalam pengakuan: "Namun aku bingung kenapa ku tak pergi." Ini adalah pertanyaan paling jujur dalam hubungan yang melelahkan. Ia sadar ada yang salah, mungkin bahkan berulang. "Hati-hati namun terjatuh lagi" menunjukkan siklus—berusaha waspada, tetapi tetap terjerumus pada luka yang sama.
Menariknya, lagu ini tidak sepenuhnya pesimistis. Ada penerimaan bahwa "luka adalah niscaya." Rasa sakit dianggap bagian tak terhindarkan dari mencintai. Kalimat "Kutanggung denganmu selama ku mampu" menjadi janji yang realistis—bukan selamanya, tetapi selama masih sanggup. Ada batas, tetapi juga komitmen.
Pada bagian "Di kehidupan kedua, semoga kau tak terlalu keras kepala" muncul ide tentang kesempatan kedua. Bisa dimaknai sebagai harapan untuk memperbaiki diri dalam hubungan ini, atau bahkan metafora reinkarnasi—bahwa jika diberi kesempatan ulang, mereka ingin melakukan lebih baik. Lirik "Kuyakin nyawa kita bertautan" menegaskan kedekatan emosional yang dalam, seolah ada ikatan tak kasat mata.
Referensi "ramalan bintang kartu tarot, orang pintar pembaca nasib" menjadi simbol skeptisisme terhadap takdir. Mereka menertawakan ramalan. Namun ironi muncul di bagian akhir: "Padamu kupercaya, tak masuk logika." Artinya, meski tak percaya ramalan, ia percaya pada orang ini—meski rasanya tak rasional.
Tarot pada akhirnya adalah lagu tentang cinta yang bertahan bukan karena ramalan atau takdir, tetapi karena pilihan emosional. Cinta yang mungkin tidak sehat sepenuhnya, tidak selalu masuk akal, tetapi tetap diperjuangkan. Ia adalah kisah tentang dua orang yang tahu hubungan mereka rapuh, namun tetap menggenggam—selama masih mampu.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
17 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
17 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
18 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
18 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
18 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
18 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
18 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
18 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
21 days ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
19 days ago





