Masih Ada Waktunya Nadhif Basalamah: Arti Lirik tentang Doa, Ibu, dan Rasa Ingin Membalas Cinta
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 02 March 2026 | 03:41 PM


Di antara deretan lagu romantis yang ia rilis pada 2024, Nadhif Basalamah menghadirkan sesuatu yang jauh lebih personal lewat Masih Ada Waktunya. Lagu ini terasa seperti surat terbuka untuk sosok perempuan terkuat dalam hidupnya. Bukan tentang kekasih, melainkan tentang ibu, tentang doa yang diam-diam menyelamatkan.
Lagu ini dibuka dengan baris lembut, "Katamu ku diperhatikan setiap ku mengingat-Nya, kau ajari semua berharga benar salah keputusanmu." Ada nuansa spiritual yang halus di sini. Sosok yang ia bicarakan bukan hanya mengajarkan tentang hidup, tetapi juga tentang Tuhan dan nilai-nilai. Ia tumbuh dengan bimbingan, bahkan ketika keputusan terasa salah, selalu ada pelajaran berharga di dalamnya.
Bagian paling menyentuh hadir dalam kalimat, "Semoga kau masih ada waktunya tuk melihat diriku berguna." Ini adalah inti lagu. Ada rasa takut kehilangan sebelum sempat membalas semua pengorbanan. Ia ingin membuktikan bahwa didikan, doa, dan perjuangan sang ibu tidak sia-sia. Lirik lanjutannya, "Ku bertanya apa bisa ku kembalikan yang kau berikan", menunjukkan kesadaran bahwa cinta orang tua hampir mustahil untuk dibalas setara.
Nadhif juga menggambarkan kekuatan sosok tersebut lewat baris, "Caramu melihat dunia dan segala kotornya, kau jalani tanpa putus asa." Dunia tidak selalu ramah, tetapi ibunya tetap berjalan tegar. Bahkan ketika terluka, seperti dalam lirik "Padahal ku tahu hatimu terluka, kau peluk jiwaku dengan sukacita," ia tetap memilih tersenyum demi anaknya. Ada pengorbanan yang sering tidak terlihat, tapi terasa.
Pengakuan "Kau wanita yang terkuat yang ku tahu, yang terindah, yang doanya selamatkanku" menjadi puncak emosi. Kekuatan di sini bukan soal fisik, melainkan ketahanan hati. Doa menjadi simbol perlindungan. Ia sadar bahwa banyak hal baik dalam hidupnya mungkin datang dari doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
Menjelang akhir, pengulangan kata "Semoga" terdengar seperti doa yang diucapkan berkali-kali. Bukan sekadar harapan, tetapi permohonan tulus agar waktu masih berpihak. Agar ia masih diberi kesempatan untuk membuat bangga, untuk menunjukkan bahwa ia telah tumbuh menjadi pribadi yang berguna.
Secara keseluruhan, Masih Ada Waktunya adalah lagu tentang rasa terima kasih yang belum sempat terucap sepenuhnya. Tentang anak yang mulai dewasa dan menyadari betapa besar cinta ibunya. Lagu ini tidak meledak dengan instrumen megah, tetapi menghantam pelan di hati, mengingatkan kita pada satu hal sederhana namun penting: selama masih ada waktu, balaslah cinta itu dengan sebaik-baiknya.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
15 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
15 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
16 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
15 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
16 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
16 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
16 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
16 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
19 days ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
17 days ago





