Rabu, 15 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Masih Ada Waktunya Nadhif Basalamah: Arti Lirik tentang Doa, Ibu, dan Rasa Ingin Membalas Cinta

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 02 March 2026 | 03:41 PM

Background
Masih Ada Waktunya Nadhif Basalamah: Arti Lirik tentang Doa, Ibu, dan Rasa Ingin Membalas Cinta
Nadhif Basalamah - masih ada waktunya (YouTube/Nadhif Basalamah)

Di antara deretan lagu romantis yang ia rilis pada 2024, Nadhif Basalamah menghadirkan sesuatu yang jauh lebih personal lewat Masih Ada Waktunya. Lagu ini terasa seperti surat terbuka untuk sosok perempuan terkuat dalam hidupnya. Bukan tentang kekasih, melainkan tentang ibu, tentang doa yang diam-diam menyelamatkan.

Lagu ini dibuka dengan baris lembut, "Katamu ku diperhatikan setiap ku mengingat-Nya, kau ajari semua berharga benar salah keputusanmu." Ada nuansa spiritual yang halus di sini. Sosok yang ia bicarakan bukan hanya mengajarkan tentang hidup, tetapi juga tentang Tuhan dan nilai-nilai. Ia tumbuh dengan bimbingan, bahkan ketika keputusan terasa salah, selalu ada pelajaran berharga di dalamnya.

Bagian paling menyentuh hadir dalam kalimat, "Semoga kau masih ada waktunya tuk melihat diriku berguna." Ini adalah inti lagu. Ada rasa takut kehilangan sebelum sempat membalas semua pengorbanan. Ia ingin membuktikan bahwa didikan, doa, dan perjuangan sang ibu tidak sia-sia. Lirik lanjutannya, "Ku bertanya apa bisa ku kembalikan yang kau berikan", menunjukkan kesadaran bahwa cinta orang tua hampir mustahil untuk dibalas setara.

Nadhif juga menggambarkan kekuatan sosok tersebut lewat baris, "Caramu melihat dunia dan segala kotornya, kau jalani tanpa putus asa." Dunia tidak selalu ramah, tetapi ibunya tetap berjalan tegar. Bahkan ketika terluka, seperti dalam lirik "Padahal ku tahu hatimu terluka, kau peluk jiwaku dengan sukacita," ia tetap memilih tersenyum demi anaknya. Ada pengorbanan yang sering tidak terlihat, tapi terasa.

Pengakuan "Kau wanita yang terkuat yang ku tahu, yang terindah, yang doanya selamatkanku" menjadi puncak emosi. Kekuatan di sini bukan soal fisik, melainkan ketahanan hati. Doa menjadi simbol perlindungan. Ia sadar bahwa banyak hal baik dalam hidupnya mungkin datang dari doa yang tak pernah putus dipanjatkan.

Menjelang akhir, pengulangan kata "Semoga" terdengar seperti doa yang diucapkan berkali-kali. Bukan sekadar harapan, tetapi permohonan tulus agar waktu masih berpihak. Agar ia masih diberi kesempatan untuk membuat bangga, untuk menunjukkan bahwa ia telah tumbuh menjadi pribadi yang berguna.

Secara keseluruhan, Masih Ada Waktunya adalah lagu tentang rasa terima kasih yang belum sempat terucap sepenuhnya. Tentang anak yang mulai dewasa dan menyadari betapa besar cinta ibunya. Lagu ini tidak meledak dengan instrumen megah, tetapi menghantam pelan di hati, mengingatkan kita pada satu hal sederhana namun penting: selama masih ada waktu, balaslah cinta itu dengan sebaik-baiknya.