Jumat, 13 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Mengenal Ariana Grande: Dari Kuncir Kuda Ikonik Hingga Menjadi Ratu Pop Modern

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 13 March 2026 | 06:00 PM

Background
Mengenal Ariana Grande: Dari Kuncir Kuda Ikonik Hingga Menjadi Ratu Pop Modern
Ariana Grande (Instagram/Ariana Grande)

Kalau kita bicara soal industri musik pop satu dekade terakhir, rasanya mustahil kalau nama Ariana Grande nggak nyempil di urutan teratas. Coba deh, siapa sih yang nggak tahu gaya rambut high ponytail alias kuncir kuda tinggi yang saking kencangnya bikin kita yang lihat ikutan merasa pening? Atau suara whistle notes-nya yang melengking tinggi sampai bisa bikin kaca jendela rumah tetangga bergetar? Ariana bukan cuma sekadar penyanyi; dia adalah fenomena budaya, ikon fashion, dan mungkin satu-satunya orang yang bisa bikin gaya pakai hoodie kegedean plus sepatu boots selutut terlihat sangat keren.

Awal Mula: Si Rambut Merah dari Nickelodeon

Jujur saja, buat angkatan yang dulu sering nongkrong di depan TV kabel, perkenalan pertama kita sama Ariana bukan lewat lagu "7 Rings" yang mewah itu. Kita mengenalnya sebagai Cat Valentine di serial Victorious. Rambutnya merah menyala, suaranya cempreng, dan karakternya agak telmi alias telat mikir. Saat itu, jujurly, nggak banyak yang menyangka kalau cewek mungil ini bakal bertransformasi jadi "The Next Mariah Carey".

Transisi dari bintang Nickelodeon ke penyanyi pop serius itu nggak gampang. Banyak yang gagal dan akhirnya cuma jadi memori masa lalu. Tapi Ariana beda. Lewat album Yours Truly di tahun 2013, dia langsung ngegas. Single "The Way" bareng mendiang Mac Miller jadi pembuktian kalau vokal dia itu bukan kaleng-kaleng. Di sini, dunia mulai sadar: "Eh, si Cat Valentine ternyata jago nyanyi ya!"

Tragedi dan Kedewasaan dalam Bermusik

Perjalanan karier Ariana nggak melulu soal karpet merah dan piala Grammy. Hidupnya penuh dengan plot twist yang kalau dijadikan film drama mungkin bakal bikin kita banjir air mata. Salah satu titik balik paling krusial adalah tragedi bom di konsernya di Manchester tahun 2017. Kejadian ini benar-benar mengubah cara pandang Ariana terhadap hidup dan musiknya.

Alih-alih trauma dan berhenti, dia malah merilis album Sweetener yang nuansanya lebih eksperimental dan healing. Di sinilah sisi manusianya makin terlihat. Dia bukan lagi produk pop yang dipoles label, tapi seniman yang berani curhat soal anxiety dan kesehatan mental. Belum lagi drama percintaannya yang selalu jadi santapan netizen, mulai dari pertunangan singkatnya dengan Pete Davidson sampai kehilangan Mac Miller yang sangat membekas di hatinya.

Lagu "Thank U, Next" mungkin adalah cara paling elegan dalam sejarah musik untuk ngomongin mantan. Nggak pakai maki-maki, tapi justru bilang terima kasih karena sudah diberi pelajaran hidup. Vibes-nya sangat positif dan langsung jadi anthem buat semua orang yang baru putus cinta tapi pengen tetap terlihat berkelas.

Evolusi Gaya dan "Eternal Sunshine"

Kalau diperhatikan, gaya Ariana itu berevolusi banget. Dari yang awalnya imut-imut ala boneka, beralih ke gaya "baddie" di era Dangerous Woman, sampai ke estetika yang lebih dewasa dan minimalis sekarang ini. Belakangan, dia lebih fokus ke brand makeup-nya, r.e.m. beauty, dan proyek film Wicked di mana dia berperan sebagai Glinda si penyihir baik. Banyak yang sempat kangen, "Ariana kapan balik nyanyi lagi?"

Jawabannya datang lewat album Eternal Sunshine yang dirilis awal 2024. Lewat album ini, Ariana seolah-olah pengen bilang kalau dia sudah berdamai dengan semua gosip miring tentang kehidupan pribadinya. Suaranya tetap jernih, musiknya makin sinematik, dan liriknya makin dalam. Dia nggak lagi mengejar hits radio yang sekadar catchy, tapi lebih ke arah storytelling yang jujur.

Kenapa Kita Harus Peduli?

Mungkin ada yang nanya, "Ya terus kenapa kalau dia terkenal?" Gini, di tengah gempuran artis baru yang datang dan pergi secepat kilat, konsistensi Ariana itu patut diacungi jempol. Dia punya etos kerja yang gila. Dia terlibat dalam penulisan lagunya, dia mengatur vokal latarnya sendiri dengan sangat detail, dan dia punya kontrol penuh atas imejnya.

Selain itu, Ariana itu punya pengaruh besar dalam mendefinisikan musik pop modern yang campur-campur antara R&B, Trap, dan Soul. Dia membuktikan kalau jadi cewek yang terlihat feminin dan suka warna pink bukan berarti nggak bisa jadi bos buat dirinya sendiri. Dia menunjukkan kalau kerentanan itu bukan kelemahan, tapi justru kekuatan.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Pop Star

Jadi, siapa sih Ariana Grande? Dia adalah paket lengkap. Dia adalah penyanyi dengan range vokal luar biasa, seorang penyintas dari berbagai trauma hidup, dan pengusaha sukses yang tahu cara mengemas rasa sakit menjadi karya seni yang mahal harganya. Meskipun sering kena kritik atau jadi bahan gosip, dia tetap berdiri tegak dengan kuncir kudanya yang ikonik itu.

Bagi para penggemarnya yang disebut Arianators, dia bukan cuma idola, tapi teman tumbuh bersama. Dari zaman galau dengerin "Honeymoon Avenue" sampai zaman pengen mandiri dengerin "Yes, and?", Ariana selalu punya lagu buat setiap fase hidup kita. Dan itulah kunci kenapa namanya bakal terus relevan buat waktu yang lama. Jadi, kalau nanti kalian dengar lagu di mall dengan nada tinggi yang nggak masuk akal, kemungkinan besar itu adalah Ariana Grande yang sedang mengingatkan kita siapa ratu pop yang sebenarnya.

Tags