Selasa, 10 Februari 2026
Amandit FM
Ceritra Olahraga

Momen Paling Menarik dalam Sejarah Olimpiade yang Sulit Dilupakan

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 02 February 2026 | 05:46 PM

Background
Momen Paling Menarik dalam Sejarah Olimpiade yang Sulit Dilupakan
Gold medal (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Olimpiade bukan hanya tentang medali dan rekor, tetapi juga panggung lahirnya momen emosional, dramatis, dan bersejarah yang membekas dalam ingatan dunia. Dari kisah kemenangan tak terduga hingga aksi sportivitas yang mengharukan, banyak peristiwa di Olimpiade yang melampaui sekadar hasil pertandingan.

Berikut beberapa momen paling menarik yang sering disebut sebagai titik ikonik dalam sejarah Olimpiade.

Jesse Owens Mengguncang Dunia di Berlin 1936

Salah satu momen paling bersejarah terjadi pada Olimpiade Berlin 1936. Atlet Amerika Serikat, Jesse Owens, memenangkan empat medali emas di cabang atletik. Ia menang di nomor 100 meter, 200 meter, lompat jauh, dan estafet 4x100 meter.

Prestasi ini memiliki makna besar karena berlangsung di Jerman era Nazi yang mengusung ide supremasi ras. Kemenangan Owens menjadi simbol bahwa olahraga bisa meruntuhkan narasi diskriminasi rasial.

Kelahiran Legenda Nadia Comaneci 1976

Pada Olimpiade Montreal 1976, pesenam Rumania berusia 14 tahun, Nadia Comaneci, mencetak sejarah dengan skor sempurna 10,00 dalam senam artistik. Saat itu, sistem skor bahkan belum dirancang untuk menampilkan angka 10 karena dianggap mustahil.

Nadia akhirnya meraih tujuh nilai sempurna selama kompetisi, menjadikannya ikon dunia olahraga dan mengubah standar senam selamanya.

The Miracle on Ice 1980

Di Olimpiade Musim Dingin Lake Placid 1980, tim hoki es Amerika Serikat yang berisi pemain muda amatir mengalahkan Uni Soviet yang saat itu dianggap tim terbaik di dunia.

Kemenangan tak terduga ini dikenal sebagai Miracle on Ice. Momen tersebut bukan hanya kejutan olahraga, tetapi juga simbol semangat nasional di tengah ketegangan Perang Dingin.

Michael Phelps Mendominasi Kolam Renang

Perenang Amerika Serikat Michael Phelps menjadi salah satu atlet Olimpiade paling sukses sepanjang masa. Pada Olimpiade Beijing 2008, ia memenangkan delapan medali emas dalam satu edisi, memecahkan rekor sebelumnya.

Dominasi Phelps menunjukkan batas kemampuan manusia terus bisa didorong melalui latihan, teknik, dan mental juara.

Usain Bolt dan Era Kecepatan Super

Usain Bolt dari Jamaika mencuri perhatian dunia di Olimpiade Beijing 2008, London 2012, dan Rio 2016. Gaya santainya sebelum finis, ditambah rekor dunia di nomor 100 meter dan 200 meter, membuatnya menjadi ikon global.

Bolt mengubah cara publik memandang lari cepat, menjadikannya tontonan yang penuh karisma.

Sportivitas yang Mengharukan

Olimpiade juga dikenal dengan momen kemanusiaan. Salah satu contoh yang sering dikenang adalah ketika dua pelari saling membantu di lintasan setelah terjatuh. Adegan seperti ini memperlihatkan bahwa nilai Olimpiade lebih dari sekadar persaingan.

Simone Biles dan Kesehatan Mental

Pada Olimpiade Tokyo 2020, pesenam Amerika Simone Biles memutuskan mundur dari beberapa nomor demi menjaga kesehatan mentalnya. Keputusan ini memicu diskusi global tentang tekanan pada atlet elite dan pentingnya kesehatan mental.

Momen ini menunjukkan perubahan cara dunia melihat keberanian, bukan hanya dalam bertanding tetapi juga dalam mengenali batas diri.

Olimpiade Lebih dari Sekadar Olahraga

Berbagai momen tersebut menunjukkan bahwa Olimpiade adalah panggung emosi manusia, tempat sejarah ditulis bukan hanya lewat rekor, tetapi juga lewat keberanian, nilai moral, dan kisah inspiratif.

Dari aksi heroik hingga gestur kemanusiaan, Olimpiade terus menghadirkan cerita yang membuat dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan kehebatan sekaligus sisi paling manusiawi dari olahraga.