Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Nasional

Nama Janice Tjen Mencuat, Swiatek Sebut Permainannya Ingatkan pada Ash Barty

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 11 February 2026 | 03:11 PM

Background
Nama Janice Tjen Mencuat, Swiatek Sebut Permainannya Ingatkan pada Ash Barty
Nama petenis muda Indonesia Janice Tjen kembali menjadi perbincangan (Instagram/janicetjen)

amanditmedia.id, Doha – Nama petenis muda Indonesia Janice Tjen kembali menjadi perbincangan di kancah tenis internasional setelah mendapat pujian langsung dari petenis nomor dua dunia, Iga Swiatek, pada ajang Qatar Open 2026. Meski harus mengakhiri langkahnya lebih cepat, performa Janice justru meninggalkan kesan mendalam bagi lawan sekaliber juara dunia.

Janice berhadapan dengan Swiatek di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, dalam pertandingan yang berakhir dua set langsung 6-0, 6-3 untuk kemenangan petenis asal Polandia tersebut. Secara skor, Swiatek memang tampil dominan, terutama pada set pembuka. Namun, cerita pertandingan tidak sesederhana angka di papan skor.

Usai laga, Swiatek mengungkapkan bahwa gaya bermain Janice membuatnya harus menyesuaikan ritme. Ia menilai variasi pukulan dan kecerdasan shot selection yang ditunjukkan petenis Indonesia itu mengingatkannya pada Ash Barty, mantan petenis nomor satu dunia yang dikenal dengan permainan komplet dan taktis.

Menurut Swiatek, menghadapi Janice menghadirkan nuansa berbeda karena pola permainan yang tidak monoton. Ia menyebut duel tersebut sebagai pengalaman yang "nostalgik" karena mengingatkan pada tipe permainan Barty yang sarat variasi, slice, perubahan tempo, serta keputusan taktis yang matang di tiap reli.

Pujian itu menjadi sorotan tersendiri mengingat Barty adalah pemilik tiga gelar Grand Slam tunggal sebelum pensiun, serta dikenal sebagai salah satu pemain paling cerdas secara strategi di era modern. Perbandingan tersebut otomatis mengangkat citra Janice sebagai talenta yang memiliki fondasi teknik dan visi permainan di atas rata-rata.

Pada set kedua, Janice sempat menunjukkan perlawanan lebih solid. Ia mampu mengimbangi tempo permainan hingga skor berjalan ketat di fase awal set, sebelum pengalaman dan konsistensi Swiatek kembali menjadi pembeda. Meski kalah, Janice memperlihatkan mental bertanding yang tidak runtuh setelah set pertama yang berat.

Bagi Janice Tjen, tampil di turnamen level tinggi seperti Qatar Open menjadi bagian penting dari proses pembentukan sebagai pemain tur profesional. Bertemu lawan papan atas memberi pengalaman tak tergantikan, terutama dalam membaca tempo permainan cepat, transisi bertahan-menyerang, serta pengelolaan tekanan di panggung besar.

Sorotan dari Swiatek juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier Janice di level WTA. Pengakuan dari pemain elite dunia menunjukkan bahwa kualitas permainannya sudah diperhitungkan, bukan sekadar pelengkap undian turnamen.

Dengan usia dan jam terbang yang terus bertambah, Janice kini tak hanya membawa nama Indonesia di turnamen internasional, tetapi juga mulai membangun reputasi sebagai pemain dengan karakter permainan unik. Jika konsistensi dan fisiknya terus berkembang, bukan tidak mungkin namanya akan semakin sering muncul di fase-fase akhir turnamen besar mendatang.