Panduan Salat Idul Adha: Biar Nggak Kagok Pas Takbir Tujuh Kali dan Tetap Afdol
Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 27 March 2026 | 04:00 AM


Pagi-pagi buta, suara takbir sudah bersahutan dari corong masjid ke masjid lainnya. Bau khas Idul Adha—campuran antara parfum non-alkohol bapak-bapak dan aroma 'prengus' kambing yang sedang antre di halaman masjid—mulai memenuhi udara. Momen ini selalu punya magisnya sendiri. Ada rasa semangat sekaligus sedikit rasa kantuk yang masih menggelayut, apalagi kalau malamnya kita habis begadang ikut takbiran keliling atau sekadar jaga kandang hewan kurban.
Masalahnya, ritual tahunan ini kadang bikin kita sedikit kikuk. Karena cuma dilakukan dua kali setahun (Idul Fitri dan Idul Adha), tak jarang kita lupa-lupa ingat soal teknisnya. "Eh, tadi takbirnya berapa kali ya?" atau "Bacaan di antara takbir itu apa sih?" Pertanyaan-pertanyaan receh tapi krusial ini sering banget muncul di kepala pas kita sudah berdiri tegak di atas sajadah di lapangan atau masjid. Biar nggak cuma sekadar ikut-ikutan gerakan orang di depan, yuk kita bedah cara pelaksanaan salat Idul Adha biar ibadah kita nggak cuma sah, tapi juga mantap di hati.
Persiapan Sebelum 'Gas' ke Lapangan
Sebelum kita bahas rakaat per rakaat, ada baiknya kita bahas dulu soal persiapan. Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan dulu sebelum berangkat, di Idul Adha justru kebalikannya. Kita disunnahkan untuk menahan makan sampai selesai salat. Kenapa? Biar nanti makanan pertama yang masuk ke perut kita adalah daging kurban kita sendiri (kalau kita berkurban). Tapi ya jangan dipaksakan kalau memang kondisi fisik lagi drop, daripada pingsan pas khutbah, kan nggak lucu juga.
Jangan lupa juga buat mandi besar, pakai baju terbaik (nggak harus baru, yang penting bersih dan rapi), dan pakai wangi-wangian buat yang cowok. Jalannya juga kalau bisa beda rute pas berangkat dan pulang. Selain biar bisa menyapa lebih banyak tetangga, ini juga bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Siapa tahu kan, lewat gang sebelah malah ketemu jodoh yang lagi asyik rapi-rapi sajadah.
Niat: Fondasi Utama
Begitu sudah sampai di tempat salat dan saf sudah rapi, hal pertama yang harus dikunci adalah niat. Nggak perlu diteriakkan, cukup mantapkan di dalam hati. Kalau mau dilafalkan, bunyinya kira-kira begini: "Ushalli sunnatan li 'Idil Adha rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'ala." Intinya, saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat, jadi makmum, karena Allah Ta'ala. Kalau kamu jadi imam, tinggal ganti ma'muman jadi imaman. Simpel, kan?
Rakaat Pertama: Maraton Takbir
Nah, di sinilah biasanya drama dimulai. Setelah Takbiratul Ihram (takbir pertama yang mengawali salat), kita disunnahkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Ingat ya, tujuh kali! Di sela-sela takbir itu, kita nggak diam saja kayak patung. Bacalah kalimat tasbih: "Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar."
Tips buat kamu: jangan buru-buru. Nikmati setiap takbirnya. Sering kali imamnya agak ngebut, tapi kita sebagai makmum harus tetap fokus. Kalau kamu lupa hitungan, jangan panik. Ikuti saja imam. Setelah tujuh takbir selesai, barulah lanjut membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Biasanya sih kalau Idul Adha, imam bakal baca surat Al-A'la di rakaat pertama. Setelah itu, gerakan lainnya seperti ruku, i'tidal, dan sujud dilakukan seperti salat biasa.
Rakaat Kedua: Jangan Kebalasan!
Masuk ke rakaat kedua, setelah kita bangkit dari sujud (takbir intiqal), kita akan melakukan takbir tambahan lagi. Kali ini jumlahnya lebih sedikit, yaitu lima kali saja. Bacaannya di sela-sela takbir masih sama: tasbih yang tadi. Sering terjadi nih, orang-orang sudah terbiasa dengan ritme tujuh kali di rakaat pertama, eh pas rakaat kedua malah nambah sendiri takbirnya jadi enam atau tujuh. Jadi, pasang telinga baik-baik, jangan melamun mikirin rendang dulu.
Setelah lima takbir kelar, imam biasanya baca surat Al-Ghasyiyah. Selesaikan salat sampai salam dengan tertib. Ingat, salat Id ini hukumnya sunnah muakkad, alias sangat dianjurkan. Jadi, sayang banget kalau gerakannya berantakan cuma gara-gara kita kurang fokus.
Dengarkan Khutbah, Jangan Langsung Cabut
Kesalahan fatal yang sering dilakukan anak muda zaman sekarang adalah: salam, salaman bentar, terus langsung 'log out' alias pulang demi konten atau makanan. Padahal, mendengarkan khutbah Idul Adha itu bagian dari kesempurnaan rangkaian ibadah hari itu. Meskipun khutbahnya mungkin lama atau suaranya agak bindeng karena mic masjid yang kurang oke, cobalah untuk tetap duduk manis.
Khutbah Idul Adha biasanya berisi pesan-pesan tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail. Ini adalah momen refleksi buat kita. Di tengah dunia yang serba kompetitif ini, kita diingatkan lagi soal apa sih yang sebenarnya berharga buat dikurbankan? Apakah ego kita? Apakah rasa malas kita? Jadi, jangan langsung kabur ya. Hormati khatib yang sudah menyiapkan materi berlembar-lembar itu.
Penutup: Ibadah Oke, Nyate pun Tenang
Setelah rangkaian salat dan khutbah selesai, barulah kita masuk ke 'main course' hari itu: prosesi penyembelihan hewan kurban. Dengan menjalankan salat yang benar dan sesuai tata cara, rasanya hati jadi lebih tenang. Kita nggak cuma dapat capeknya bangun pagi, tapi juga dapat pahala dan esensi dari hari raya itu sendiri.
Idul Adha bukan cuma soal pamer sapi seberat satu ton di Instagram atau adu banyak tusuk sate sama tetangga sebelah. Ini soal kepatuhan dan bagaimana kita menata hati di hadapan Sang Pencipta. Jadi, besok-besok kalau Idul Adha tiba, jangan bingung lagi ya soal berapa kali takbirnya. Hafalkan, resapi, dan laksanakan dengan penuh suka cita. Selamat merayakan hari raya kurban, jangan lupa bagi-bagi dagingnya ke yang membutuhkan, jangan disimpan semua di freezer sendiri!
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
a month ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
a month ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
a month ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
a month ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
a month ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
a month ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
a month ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
a month ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
a month ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
a month ago





