Prabowo Kritisi Sampah di Bali, Gubernur Koster: Itu Sampah Kiriman Musiman
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 February 2026 | 12:11 PM


Gubernur Bali I Wayan Koster angkat bicara setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung kondisi kebersihan di sejumlah pantai Pulau Dewata dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Senin (2/2). Kritik Prabowo soal pantai Bali yang dinilai kotor karena sampah disebut Koster perlu dilihat dari sisi penyebab yang lebih kompleks dan tidak semata-mata akibat kelalaian pemerintah daerah.
Koster menjelaskan, sebagian besar sampah yang menumpuk di pesisir Bali pada akhir Desember 2025 hingga awal Februari 2026 bukan berasal dari aktivitas masyarakat lokal. Sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari luar wilayah Bali yang terbawa arus laut saat musim hujan dan angin barat. Fenomena ini, kata dia, terjadi hampir setiap tahun pada periode tertentu ketika arus laut menguat dan membawa berbagai material sampah ke pantai-pantai Bali.
"Sampah yang berada di pantai itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari. Jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat karena arusnya besar," ujar Koster menanggapi pernyataan Presiden.
Menurut Koster, sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam penanganan di lapangan. Ketika sampah mulai terdampar di pantai, pemerintah daerah memerlukan waktu untuk mengerahkan personel dan peralatan. Ia menyebut proses mobilisasi awal biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum pantai bisa kembali dibersihkan.
Meski demikian, Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tidak menganggap enteng sorotan dari Presiden. Ia justru menyebut kritik tersebut sebagai bentuk perhatian serius terhadap persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada sektor pariwisata. Sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov Bali berencana membentuk satuan tugas khusus kebersihan pantai untuk merespons cepat kedatangan sampah kiriman.
Satgas tersebut rencananya akan melibatkan berbagai instansi, mulai dari dinas lingkungan hidup, BPBD, hingga unsur TNI dan Polri. Dengan pola kerja terpadu, satgas diharapkan bisa langsung bergerak begitu sampah terdeteksi di pesisir, tanpa harus menunggu koordinasi yang berlarut-larut.
"Kami akan segera kumpulkan kepala dinas lingkungan hidup, kepala BPBD, dinas pendidikan, kemudian juga TNI dan Polri. Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai, sehingga begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan," kata Koster.
Selain memperkuat peran pemerintah, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut akan melibatkan sekolah-sekolah, komunitas lokal, serta organisasi pemuda untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga pantai dan lingkungan sekitar, terutama di kawasan wisata.
Penjelasan Koster ini disampaikan setelah Prabowo secara terbuka menegur jajaran pemerintah daerah Bali dalam Rakornas. Dalam forum tersebut, Prabowo menilai citra pariwisata Indonesia, khususnya Bali, dapat terancam jika persoalan sampah dan kebersihan tidak ditangani secara serius. Presiden bahkan mengaku menerima keluhan dari sejumlah tokoh dunia terkait kondisi kebersihan di beberapa lokasi wisata di Bali.
Prabowo meminta pemerintah daerah di Bali bertanggung jawab penuh dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata. Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak akan berkembang jika kota dan desa masih terlihat kotor. Presiden juga mendorong partisipasi semua pihak, termasuk pelajar, untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.
Dalam arahannya, Prabowo bahkan menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk mengerahkan TNI dan Polri jika pemerintah daerah dinilai tidak mampu bergerak cepat mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, persoalan kebersihan adalah masalah mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat dan daya saing pariwisata nasional.
Koster menyambut arahan tersebut dan menyatakan akan menjadikan kritik Presiden sebagai pemacu untuk memperkuat sistem penanganan sampah laut di Bali. Ia berharap pembentukan satgas kebersihan pantai dapat berjalan efektif sehingga masalah sampah kiriman musiman tidak lagi mengganggu kenyamanan wisatawan.
Isu sampah di Bali, kata Koster, bukan sekadar persoalan estetika, melainkan juga menyangkut keberlanjutan pariwisata dan reputasi Indonesia di mata dunia. Dengan koordinasi lintas sektor, respons cepat di lapangan, serta keterlibatan masyarakat, ia optimistis Bali dapat mengatasi persoalan sampah musiman dan tetap mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan yang bersih dan nyaman.
Next News

Prabowo Undang SBY dan Jokowi Hadiri Acara di Istana Merdeka Malam Ini
a day ago

920 Cartridge Vape Berisi Narkoba Etomidate Diamankan Polisi di Jakarta Pusat
a day ago

Kemendagri: OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Peringatan Tegas bagi Kepala Daerah
a day ago

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan di Jateng
2 days ago

Persib Bandung Ditahan Imbang Persebaya 2-2, Hodak Pilih Diam Soal Kepemimpinan Wasit
2 days ago

Persita Tangerang Bangkit Dramatis, Bekuk PSM Makassar 4-2 di Pare-pare
2 days ago

Kemenkes Terima Notifikasi Dua Kasus Campak WNA Australia dengan Riwayat Perjalanan ke Indonesia
2 days ago

Profil Try Sutrisno, Wapres Ke-6 RI yang Berkarier dari Militer
3 days ago

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Siapkan Upacara Militer
3 days ago

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
3 days ago





