Punya 7.000 Triliun, Elon Musk Bisa Beli Apa Saja di Dunia Ini?
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 24 March 2026 | 06:00 PM


Elon Musk dan Angka 450 Miliar Dollar: Sebuah Simulasi Kekayaan yang Bikin Geleng-Geleng Kepala
Pernah nggak sih lo lagi melamun di sore hari sambil nyeruput kopi sachet, terus tiba-tiba kepikiran: seberapa banyak sih duit yang dipunya Elon Musk? Kita sering dengar berita kalau hartanya naik turun kayak wahana kora-kora di Dufan, tapi belakangan ini angka 450 miliar dollar AS mulai sliweran di timeline. Kalau dikonversi ke Rupiah, angka itu jumlahnya sekitar 7.000 triliun lebih. Jujur aja, ngetik nol-nya aja jari gue udah pegel duluan, apalagi kalau disuruh belanja pake duit segitu.
Bayangin, dengan duit sebanyak itu, Elon bisa aja beli semua klub bola di Premier League, borong semua gerai seblak di Jawa Barat, terus sisanya masih cukup buat bikin koloni di Mars lengkap dengan cabang minimarket di setiap tikungan kawahnya. Tapi ya, itulah Elon Musk. Manusia satu ini emang hobinya bikin sensasi yang nggak cuma lewat cuitan absurd di X (dulu Twitter), tapi juga lewat angka-angka di rekeningnya yang nggak masuk akal buat kaum mendang-mending kayak kita.
Kenapa Bisa Sebanyak Itu?
Mungkin lo bertanya-tanya, "Emang dia jualan apa sih sampai sekaya itu?" Jawabannya bukan cuma satu. Elon itu ibarat orang yang punya banyak cabang bisnis tapi semuanya kelas kakap. Ada Tesla yang bikin mobil listrik jadi barang keren, ada SpaceX yang hobi nerbangin roket bolak-balik kayak angkot, sampai proyek xAI yang lagi anget-angetnya di dunia kecerdasan buatan. Belum lagi soal urusan saham dan bonus kompensasi yang baru-baru ini bikin heboh dunia korporat.
Beberapa waktu lalu, para pemegang saham Tesla setuju buat ngasih paket gaji gila-gilaan ke Elon yang nilainya sekitar 56 miliar dollar. Gila nggak tuh? Padahal itu baru satu "bonus" doang, belum total seluruh kekayaannya. Keputusan ini sempat memicu perdebatan panas. Ada yang bilang dia pantes dapet segitu karena udah naikin nilai perusahaan berkali-kali lipat, tapi ada juga yang bilang itu pemborosan paling nggak ngotak dalam sejarah manusia modern. Tapi ya namanya juga Elon, dia punya basis fans militan yang bakal dukung apa pun langkahnya, mau seaneh apa pun itu.
Gaya Hidup yang Agak Laen
Uniknya, meski punya akses ke duit yang seolah nggak ada habisnya, Elon ini punya branding yang agak beda dari miliarder konvensional. Dia nggak terlalu hobi pamer kapal pesiar mewah atau koleksi jam tangan berlapis berlian di Instagram. Malahan, dia sempat bilang kalau dia udah jual hampir semua properti mewahnya dan milih tinggal di rumah kontrakan kecil atau malah tidur di lantai pabrik pas lagi ada masalah produksi. Flexing-nya Elon itu bukan soal barang mewah, tapi soal visi masa depan yang kadang terdengar kayak naskah film sci-fi.
Gue rasa, inilah yang bikin dia tetep relevan di mata anak muda. Dia itu personifikasi dari kata "hustle culture" tapi versi ekstrem. Kerja 100 jam seminggu, nggak punya hobi selain mikirin gimana caranya manusia bisa pindah planet, dan hobi ngetwit meme receh di jam 2 pagi. Dia kayak temen kita yang pinter banget tapi agak aneh, bedanya temen kita itu cuma punya saldo gopay lima puluh ribu, sedangkan Elon punya ratusan miliar dollar.
Dampak ke Ekonomi Global (dan Ego Manusia)
Punya kekayaan tembus 450 miliar dollar itu jelas bukan cuma soal angka di layar komputer. Ini soal kekuatan politik dan ekonomi. Dengan duit segitu, Elon punya pengaruh yang lebih gede dari beberapa negara kecil digabungin jadi satu. Dia bisa nentuin arah teknologi dunia, memengaruhi harga kripto cuma lewat satu kata di media sosial, sampai nentuin siapa yang boleh punya akses internet di daerah konflik lewat Starlink-nya.
Tapi di balik semua keglamoran angka itu, ada kritik yang nggak kalah pedas. Banyak yang berpendapat kalau akumulasi kekayaan segila itu adalah bukti kalau sistem ekonomi kita lagi nggak baik-baik aja. Gimana bisa satu orang punya duit sebanyak itu sementara jutaan orang lain bingung besok makan apa? Ini adalah dilema moral yang selalu muncul tiap kali nama Elon Musk nangkring di urutan teratas daftar orang terkaya sejagat. Dia dianggap sebagai simbol kemajuan sekaligus simbol ketimpangan yang makin nyata.
Penutup: Kita Bisa Apa?
Jujur aja, ngebahas harta Elon Musk sebanyak 450 miliar dollar ini emang seru buat bahan obrolan di tongkrongan, tapi lama-lama bisa bikin kita ngerasa kecil banget. Tapi ya sudahlah, hidup kan bukan cuma soal balapan jadi yang terkaya di Forbes. Elon mungkin punya Tesla dan SpaceX, tapi apakah dia ngerasain nikmatnya makan gorengan anget pas lagi hujan? Mungkin aja iya, tapi sensasinya pasti beda.
Pada akhirnya, fenomena Elon Musk ini adalah pengingat kalau di era sekarang, batasan antara kenyataan dan fiksi itu makin tipis. Apa yang dulu dianggap mustahil, sekarang cuma masalah waktu dan modal. Buat kita yang dompetnya masih suka nangis kalau ditarik buat bayar parkir, ya mending kita ambil sisi positifnya aja: kegigihan dan keberanian buat bermimpi besar. Tapi ya jangan sampai kurang tidur kayak Elon juga sih, ntar malah tipes. Cuan itu penting, tapi kesehatan mental dan fisik tetep nomor satu, kan?
Jadi, kalau besok lo denger hartanya naik lagi jadi 500 miliar dollar, nggak usah kaget. Anggap aja itu angka skor di game yang lagi dimainin sama Elon di level 'Impossible'. Kita cukup jadi penonton sambil terus berjuang di level kita masing-masing. Siapa tau, rejeki kita juga lagi otw, meski mungkin nggak sampai 450 miliar dollar juga sih.
Next News

Bahlil Nilai Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Wajar, Singgung Pengalaman Jadi Sopir Angkot
13 days ago

Ramai Isu BBM Naik 1 April, Ini Penjelasan Terbaru dari Pusat
13 days ago

UTBK Is Coming: Checklist Amunisi Biar Nggak Panik di Hari-H
13 days ago

Otto Toto Sugiri: Kisah "Bill Gates Indonesia" yang Hartanya Bikin Geleng-Geleng Kepala
21 days ago

164 Triliun dan Kisah di Balik Senyum Tahir: Lebih dari Sekadar Angka di Rekening
21 days ago

Mengenal Michael Hartono: Triliuner yang Hobi Main Kartu dan Jajan di Pinggir Jalan
21 days ago

Seberapa Kaya Robert Budi Hartono? Intip Fakta Kekayaannya di Sini
21 days ago

Mengenal Low Tuck Kwong: Sang Raja Batubara yang Bikin Kita Merasa Miskin Berjamaah
21 days ago

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a month ago

Profil Bahlil Lahadalia: Mantan Loper Koran Kini Nakhoda Golkar
a month ago





