Selasa, 14 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Waktu Yang Salah – Fiersa Besari ft. Thantri Sri Sundari: Arti Lagu tentang Cinta yang Tak Bisa Bersatu

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 March 2026 | 05:34 AM

Background
Waktu Yang Salah – Fiersa Besari ft. Thantri Sri Sundari: Arti Lagu tentang Cinta yang Tak Bisa Bersatu
Fiersa Besari (Genius/Fiersa Besari)

Lagu "Waktu Yang Salah" dari Fiersa Besari yang berduet dengan Thantri Sri Sundari menghadirkan kisah cinta yang terasa tepat secara perasaan, tetapi tidak bisa bersatu karena keadaan. Tema ini sering disebut sebagai "right person, wrong time", dan lagu ini menggambarkannya dengan sangat emosional.

Di bagian awal, lirik "jangan tanyakan perasaanku jika kau pun tak bisa beralih" langsung menunjukkan konflik utama. Kedua tokoh sama-sama memiliki perasaan, tetapi salah satunya masih terikat dengan masa lalu. Ini menciptakan hubungan yang tidak seimbang dan sulit untuk dijalani.

Lirik "bila hanya setengah dirimu hadir dan setengah lagi untuk dia" memperjelas kondisi tersebut. Ada cinta yang terbagi, yang pada akhirnya membuat hubungan baru tidak bisa tumbuh dengan utuh. Ini bukan soal tidak mencintai, tetapi soal belum siap sepenuhnya.

Masuk ke chorus, kalimat "pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu" menjadi puncak emosi. Keputusan untuk berpisah diambil bukan karena tidak ada cinta, melainkan justru karena cinta itu ada, tetapi berpotensi menyakitkan jika dipaksakan.

Bagian "meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka" menunjukkan adanya perlindungan diri. Tokoh dalam lagu memilih mundur untuk menghindari luka yang lebih dalam, meskipun harus mengorbankan perasaan yang sudah terlanjur tumbuh.

Lirik paling kuat hadir pada "kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah". Ini merangkum keseluruhan makna lagu: dua orang yang saling cocok, tetapi dipertemukan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersama.

Di bagian bridge, "rindu tak bisa diatur" menegaskan bahwa perasaan tidak selalu bisa dikendalikan logika. Sementara "lalu untuk apa kau datang?" menggambarkan kebingungan sekaligus kepedihan karena pertemuan yang indah justru berakhir menyakitkan.

"Waktu Yang Salah" adalah refleksi tentang realitas cinta yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Lagu ini menunjukkan bahwa terkadang, melepaskan adalah pilihan paling bijak, meskipun hati sebenarnya ingin tetap bertahan.

Tags