Waktu Yang Salah – Fiersa Besari ft. Thantri Sri Sundari: Arti Lagu tentang Cinta yang Tak Bisa Bersatu
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 March 2026 | 05:34 AM


Lagu "Waktu Yang Salah" dari Fiersa Besari yang berduet dengan Thantri Sri Sundari menghadirkan kisah cinta yang terasa tepat secara perasaan, tetapi tidak bisa bersatu karena keadaan. Tema ini sering disebut sebagai "right person, wrong time", dan lagu ini menggambarkannya dengan sangat emosional.
Di bagian awal, lirik "jangan tanyakan perasaanku jika kau pun tak bisa beralih" langsung menunjukkan konflik utama. Kedua tokoh sama-sama memiliki perasaan, tetapi salah satunya masih terikat dengan masa lalu. Ini menciptakan hubungan yang tidak seimbang dan sulit untuk dijalani.
Lirik "bila hanya setengah dirimu hadir dan setengah lagi untuk dia" memperjelas kondisi tersebut. Ada cinta yang terbagi, yang pada akhirnya membuat hubungan baru tidak bisa tumbuh dengan utuh. Ini bukan soal tidak mencintai, tetapi soal belum siap sepenuhnya.
Masuk ke chorus, kalimat "pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu" menjadi puncak emosi. Keputusan untuk berpisah diambil bukan karena tidak ada cinta, melainkan justru karena cinta itu ada, tetapi berpotensi menyakitkan jika dipaksakan.
Bagian "meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka" menunjukkan adanya perlindungan diri. Tokoh dalam lagu memilih mundur untuk menghindari luka yang lebih dalam, meskipun harus mengorbankan perasaan yang sudah terlanjur tumbuh.
Lirik paling kuat hadir pada "kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah". Ini merangkum keseluruhan makna lagu: dua orang yang saling cocok, tetapi dipertemukan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersama.
Di bagian bridge, "rindu tak bisa diatur" menegaskan bahwa perasaan tidak selalu bisa dikendalikan logika. Sementara "lalu untuk apa kau datang?" menggambarkan kebingungan sekaligus kepedihan karena pertemuan yang indah justru berakhir menyakitkan.
"Waktu Yang Salah" adalah refleksi tentang realitas cinta yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Lagu ini menunjukkan bahwa terkadang, melepaskan adalah pilihan paling bijak, meskipun hati sebenarnya ingin tetap bertahan.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
20 days ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
a month ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
a month ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
a month ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
a month ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
a month ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
a month ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
a month ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
a month ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
a month ago





