Selasa, 14 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Benson Boone: Dari Iseng Nyanyi di Garasi Sampai Jadi "Raja Galau" yang Bikin Dunia Kena Mental

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 16 March 2026 | 06:00 PM

Background
Benson Boone: Dari Iseng Nyanyi di Garasi Sampai Jadi "Raja Galau" yang Bikin Dunia Kena Mental
Benson Boone (Billboard.com/Benson Boone)

Pernah nggak sih kamu lagi asyik scroll TikTok atau Reels, terus tiba-tiba kuping kamu "diserang" sama suara cowok yang power-nya nggak main-main, nyanyiin lirik yang bikin hati mendadak mendung? Kalau iya, besar kemungkinan itu adalah suara Benson Boone. Cowok asal Amerika Serikat ini belakangan ini emang lagi ada di mana-mana. Lagunya yang berjudul "Beautiful Things" bukan cuma sekadar lewat, tapi bener-bener nangkring di puncak tangga lagu dunia, bikin kita semua jadi auto-galau berjamaah.

Tapi, siapa sih sebenarnya Benson Boone ini? Apakah dia cuma sekadar "anak TikTok" yang beruntung, atau emang dia punya ramuan rahasia yang bikin musiknya nempel banget di otak? Mari kita bedah pelan-pelan sambil ngopi, karena perjalanan karier cowok ini sebenarnya cukup unik dan nggak seinstan yang orang-orang pikir.

Bukan Tipe Anak yang Ambis Jadi Penyanyi

Lucunya, kalau kita tarik waktu ke beberapa tahun lalu, Benson sendiri mungkin nggak pernah kepikiran bakal jadi pop star global. Beda sama musisi lain yang dari balita udah les vokal atau ikut kompetisi sana-sini, Benson baru sadar dia bisa nyanyi pas SMA. Itu pun karena diajakin temennya buat main band di ajang bakat sekolah. Bayangin, dia baru tahu punya "aset" suara emas pas umurnya udah belasan. Kalau ibarat game, Benson ini karakter yang baru buka skill rahasianya di level tengah, tapi sekalinya kebuka langsung OP (overpowered).

Gaya bernyanyinya yang raw, penuh emosi, dan punya range vokal yang luas bikin dia cepat dilirik. Tapi titik balik paling gokil adalah saat dia ikut American Idol musim ke-19. Juri-juri kayak Katy Perry aja sampai melongo denger suaranya. Tapi, di sinilah plot twist-nya muncul. Di saat kontestan lain bakal sujud syukur bisa masuk babak selanjutnya, Benson malah memilih mundur. Ya, dia cabut dari kompetisi bergengsi itu karena merasa acara tersebut bukan jalan yang tepat buat gaya bermusiknya. Sebuah langkah yang berani, atau kalau kata anak zaman sekarang, "Gila sih, confidence-nya beda level!"

Mentorship dari Dan Reynolds dan Ledakan "Beautiful Things"

Keputusan Benson buat mundur dari American Idol ternyata berbuah manis. Dia malah menarik perhatian Dan Reynolds, vokalis Imagine Dragons. Di bawah naungan label milik Dan, Benson mulai merilis karya-karyanya sendiri. Mulai dari "Ghost Town" sampai "In the Stars", Benson perlahan membangun basis fans yang loyal. Musiknya itu punya vibes yang "jujurly" relatable banget buat anak muda yang sering merasa insecure atau lagi patah hati.

Lalu datanglah badai bernama "Beautiful Things". Lagu ini bukan cuma viral, tapi meledak seledak-ledaknya. Bagian bridge lagu ini yang penuh teriakan emosional jadi anthem buat siapa saja yang takut kehilangan hal-hal indah dalam hidupnya. Benson berhasil menggabungkan melodi piano yang manis dengan energi rock yang meledak di akhir. Ini bukan cuma lagu pop standar; ini adalah curhatan yang dikemas dengan produksi kelas atas.

Banyak pengamat musik bilang kalau Benson adalah jawaban buat era musik sekarang yang terkadang terasa terlalu "fabrikasi". Dia membawa kembali nuansa autentik di mana penyanyi benar-benar bernyanyi dengan seluruh jiwanya, sampai urat lehernya kelihatan keluar. Dan jujur saja, kita semua butuh itu di tengah gempuran lagu-lagu yang kadang cuma menang di beat doang tapi hampa di lirik.

Aksi Panggung yang Nggak Bisa Diem

Satu hal lagi yang bikin Benson Boone beda dari penyanyi solo pria lainnya adalah aksi panggungnya. Kalau kamu nonton konser atau penampilan live-nya, jangan harap dia cuma berdiri kaku di depan stand mic sambil megang dada. Benson punya hobi yang cukup ekstrem: backflip! Ya, di tengah-tengah lagu yang emosional, dia bisa tiba-tiba melakukan salto ke belakang dengan mulus.

Ini mencerminkan kepribadiannya yang sebenarnya asyik dan agak pecicilan di luar persona "sad boy" dalam lagu-lagunya. Benson seolah ingin bilang kalau kita boleh galau, tapi jangan lupa buat tetap aktif dan bersenang-senang. Kontradiksi ini yang bikin dia makin dicintai. Dia nggak jaim, sering posting hal-hal konyol di media sosial, dan kerasa banget kayak "temen tongkrongan" daripada superstar yang tak tersentuh.

Masa Depan Sang Ikon Baru

Melihat kesuksesan album terbarunya, "Fireworks & Rollerblades", sepertinya karier Benson Boone masih bakal panjang banget. Dia punya semua paket lengkap: suara yang khas, kemampuan nulis lagu yang dalem, visual yang menarik (ngaku aja, kumisnya itu ikonik banget, kan?), dan attitude yang humble. Dia bukan cuma sekadar one-hit wonder yang bakal hilang ditelan tren TikTok bulan depan.

Benson Boone adalah bukti kalau mengikuti kata hati—seperti saat dia mundur dari American Idol—bisa membawa kita ke jalan yang lebih baik kalau kita tahu apa yang kita mau. Dia mengajarkan kita kalau menjadi emosional itu keren, dan mengekspresikan kesedihan lewat karya adalah salah satu cara terbaik buat bertahan hidup.

Jadi, buat kamu yang malam-malam masih dengerin "Beautiful Things" sambil mandangin langit-langit kamar, tenang aja, kamu nggak sendirian. Benson Boone ada di sana, teriak bareng kamu lewat earphone, mengingatkan kita kalau hal-hal indah dalam hidup itu layak buat diperjuangkan—meskipun kadang bikin kita harus nangis dulu. Sukses terus buat Benson, dan please, jangan berhenti bikin lagu yang bikin kita merinding!

Tags