Kamis, 30 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Bukan Lagu Valentine – Fiersa Besari: Arti Lagu tentang Cinta yang Sederhana tapi Nyata

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 March 2026 | 04:33 AM

Background
Bukan Lagu Valentine – Fiersa Besari: Arti Lagu tentang Cinta yang Sederhana tapi Nyata
Fiersa Besari (Genius/Fiersa Besari)

Lagu "Bukan Lagu Valentine" dari Fiersa Besari menawarkan perspektif yang berbeda tentang cinta. Alih-alih merayakan romantisme yang klise, lagu ini justru menekankan bahwa cinta sejati hadir dalam hal-hal sederhana dan konsisten setiap hari.

Di bagian awal, lirik "hei, gadis bermata cokelat, di hatiku kau akrobat" menggunakan metafora ringan untuk menggambarkan bagaimana sosok yang dicintai mampu "mengacak-acak" perasaan. Ungkapan ini terasa santai, khas gaya penulisan Fiersa yang dekat dengan keseharian.

Lirik "kau bagai sebuah candu, membuatku selalu rindu" menunjukkan ketertarikan yang kuat, tetapi disampaikan tanpa kesan berlebihan. Bahkan pengakuan "maaf bila kurang merdu" memberi nuansa jujur dan apa adanya, seolah cinta tidak harus selalu sempurna untuk terasa tulus.

Masuk ke pre-chorus, ada pendekatan yang unik. Kalimat seperti "kau ingin diet, tapi kubilang aku saja yang menggemukkan badan" atau "bahagia tidak selalu tentang harta" menunjukkan bentuk perhatian yang sederhana namun bermakna. Ini menggambarkan hubungan yang tidak dibangun atas standar sosial, melainkan penerimaan apa adanya.

Pada bagian chorus, inti lagu disampaikan dengan sangat jelas: "valentine untukmu 365 hari dalam setahunku". Ini menjadi kritik halus terhadap budaya merayakan cinta hanya pada momen tertentu seperti Valentine's Day.

Lirik "bukan tentang bunga dan coklat, tapi tentang siapa yang tak pernah pergi saat kau terluka" mempertegas makna cinta yang sebenarnya. Bagi tokoh dalam lagu, cinta bukan soal simbol atau hadiah, tetapi tentang kehadiran yang konsisten, terutama di saat sulit.

Di bagian akhir, frasa "menemanimu suka dan duka setiap hari, bukan hanya 14 Februari" menjadi penutup yang kuat. Ini menegaskan bahwa cinta sejati tidak mengenal momen khusus, melainkan hadir dalam keseharian.

"Bukan Lagu Valentine" menggambarkan cinta yang realistis, hangat, dan membumi. Lagu ini menolak romantisme yang berlebihan, dan justru menempatkan kesetiaan serta kehadiran sebagai inti dari sebuah hubungan.

Tags