Diskominfo Kalsel Mulai Persiapan EPSS 2026, Targetkan Nilai di Atas Rata-Rata Nasional
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 March 2026 | 02:10 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Persiapan menghadapi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026 mulai dipercepat di Kalimantan Selatan. Langkah awal dilakukan sejak Februari 2026, meski proses penilaian masih berlangsung hingga Juni mendatang.
Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik Diskominfo Kalsel, Muhammad Hidayatullah, menyebut sejumlah agenda awal telah digelar pada Maret. Di antaranya koordinasi internal bersama Tim Penilai Internal (TPI) pada 12 Maret 2026 serta pertemuan dengan dua lokus evaluasi, yakni Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan pada 13 Maret 2026.
EPSS menilai kualitas penyelenggaraan statistik sektoral daerah melalui lima domain utama, meliputi penerapan prinsip Satu Data Indonesia, proses bisnis statistik, kualitas data, kontribusi terhadap statistik nasional, serta penguatan kelembagaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan data.
Menurut Hidayatullah, prinsip Satu Data Indonesia menuntut pengelolaan data yang terencana sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Sementara proses bisnis statistik berfokus pada standardisasi kebutuhan data sampai tahap analisis, dengan kualitas data yang harus terjaga agar valid dan dapat dipercaya publik.
Ia mengakui masih ada tantangan untuk meningkatkan capaian dari predikat "Cukup" menjadi "Baik", terutama terkait kedisiplinan pelaksanaan kegiatan serta dokumentasi sebagai bukti pendukung.
"Dua hal ini yang paling mendasar. Jika kedisiplinan terjaga dan setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik sebagai bukti pendukung, kami optimistis seluruh indikator dapat terpenuhi," ujar Hidayatullah di Banjarbaru, Jumat (13/3).
Koordinasi antarinstansi dilakukan secara intensif melalui pertemuan rutin dua mingguan serta pemantauan data menggunakan platform digital seperti WhatsApp Group dan Google Drive.
"Harapan kami pada 2026 nilai EPSS Kalimantan Selatan bisa meningkat signifikan. Target minimal kami di atas 2,6, bahkan kami berharap dapat mencapai 2,85 agar posisi daerah berada di atas rata-rata nasional," pungkasnya.
Next News

Transaksi Saham di Kalsel Tembus Rp3,62 Triliun, Jumlah Investor Terus Naik
12 hours ago

OJK: Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tetap Stabil, Kredit Tumbuh 6,71 Persen
13 hours ago

Kalsel Genjot Rehabilitasi Hutan Lewat Program FOLU Net Sink 2030
14 hours ago

Pemprov Kalsel Fasilitasi Mudik Gratis Idulfitri, Bantu Warga Hemat Biaya Perjalanan
17 hours ago

Program Mudik Gratis Kalsel Kembali Digelar, Tujuan Banua Anam Paling Diminati
18 hours ago

Tim Kesehatan Disiagakan di Enam Titik Mudik Kalsel, Pantau Kondisi Pemudik
15 hours ago

Rehabilitasi 10 Kamar Operasi RSUD Ulin Banjarmasin Dibahas, M. Yasin Toyib: Gunakan Skema Design and Build
19 hours ago

Kalsel Bersiap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Menteri BIMP-EAGA 2027, Tim Koordinasi Mulai Dibentuk
20 hours ago

BMKG Dukung Posko Mudik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny: Info Cuaca Rutin Dikirim ke ATC
a day ago

Pemprov Kalsel Apresiasi Mudik Gratis Polri Presisi 2026, Sebut Bantu Warga Pulang Kampung
a day ago





