I Could Be the One – Avicii: Lagu Tentang Cinta, Kehilangan, dan Harapan
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 11 March 2026 | 05:27 AM


Lagu "I Could Be the One" dari Avicii, dirilis pada 2013, adalah kolaborasi yang menyatukan energi EDM dengan lirik emosional yang menyentuh soal hubungan, rasa rindu, dan keinginan untuk kembali menghadirkan kebahagiaan bagi seseorang. Lagu ini menjadi populer karena kombinasi melodi yang catchy dengan pesan yang bisa dirasakan banyak orang, terutama mereka yang pernah kehilangan atau merindukan cinta masa lalu.
Di awal lagu, pendengar langsung dibawa pada perasaan nostalgia dan kerinduan: "Do you think about me when you're all alone? The things we used to do, we used to be." Frasa ini menangkap momen introspektif, ketika seseorang mengingat hubungan lama dan mempertanyakan apakah orang yang dicintai masih memikirkan dirinya. Nuansa ini sangat relatable, karena hampir semua orang pernah mengalami perasaan rindu yang samar antara kenangan indah dan jarak yang memisahkan.
Refrain lagu menekankan keinginan untuk menjadi sumber kebahagiaan dan kebebasan bagi orang yang dicintai: "I could be the one to make you feel that way, I could be the one to set you free." Lirik ini mengekspresikan harapan dan komitmen, meski hubungan itu mungkin sudah berubah atau orang yang dicintai sedang menghadapi masalah sendiri. Pesan ini bukan sekadar romantis, tetapi juga menyiratkan rasa empati dan kepedulian mendalam terhadap kebahagiaan orang lain.
Selain itu, lagu ini juga menyoroti tekanan hidup dan kebutuhan untuk "menemukan jalan untuk bernapas": "When you need a way to beat the pressure down, when you need to find a way to breathe." Frasa ini menunjukkan bahwa lagu tidak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang mendukung seseorang melalui kesulitan hidup. Avicii menghadirkan perpaduan musik energik dan lirik reflektif sehingga pendengar bisa merasakan baik euforia EDM maupun kehangatan emosional yang disampaikan.
Secara keseluruhan, "I Could Be the One" adalah lagu tentang cinta yang belum sepenuhnya selesai, harapan untuk memperbaiki hubungan, dan keberanian untuk tetap hadir bagi orang yang kita sayangi. Dengan beat yang uplifting dan pengulangan lirik yang mudah diingat, lagu ini menjadi anthem yang menyatukan energi musik elektronik dengan pesan emosional yang universal. Avicii berhasil membuat lagu yang tidak hanya menghibur secara musikal, tetapi juga menyentuh hati dan menggugah perasaan siapa pun yang mendengarnya.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
22 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
22 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
23 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
23 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
23 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
23 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
23 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
23 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
a month ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
24 days ago





