Indonesia Masuk Forum Board of Peace, Menkomdigi Tekankan Dukungan untuk Palestina
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 23 February 2026 | 01:15 PM


amanditmedia.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya menjadi penonton dalam upaya perdamaian di Palestina. Menurutnya, keterlibatan Indonesia melalui forum Board of Peace (BoP) menjadi langkah strategis baru di tingkat internasional.
"Melihat hasil dari pertemuan pertama BoP yang kemarin diselenggarakan di Amerika. It's a big step dan sudah saatnya," ujar Meutya dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (23/2). Ia menekankan, sebagai negara menengah, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran aktif, termasuk dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Meutya menambahkan, BoP merupakan forum yang diakui PBB dan menyediakan jalur resmi di luar mekanisme PBB untuk membantu rekonstruksi Palestina. Ia menyebut selama ini PBB belum memiliki forum khusus untuk hal tersebut. "Secara tradisi memang ada forum-forum perdamaian dunia, termasuk Konferensi Meja Bundar di Indonesia, yang dilakukan di luar PBB tapi tetap diakui," katanya.
Menkomdigi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendukung langkah ini meski tidak bersifat populis. "Beliau sempat mengatakan, 'Kalau ini tidak populis saya tidak apa-apa. Saya rasa ini yang benar dan kita harus mencoba, memberikan, berusaha sekuatnya untuk kemerdekaan Palestina,'" ungkap Meutya.
Menurut Meutya, keterlibatan Indonesia di BoP merupakan pendekatan realistis karena metode lama selama sepuluh tahun terakhir terbukti kurang efektif. "Kalau kita melakukan pendekatan yang sama seperti 10 tahun terakhir, itu tidak berhasil. Kenapa tidak mencoba hal-hal lain yang memberikan peluang berbeda?" katanya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap langkah memiliki risiko, namun Presiden Prabowo memahami hal ini dan selalu menyiapkan opsi untuk keluar dari forum jika prinsip Indonesia terkait kemerdekaan Palestina dilanggar. "Selama ada harapan dan peluang, mari kita lakukan," tutup Meutya Hafid.
Next News

Bahlil Nilai Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Wajar, Singgung Pengalaman Jadi Sopir Angkot
13 days ago

Ramai Isu BBM Naik 1 April, Ini Penjelasan Terbaru dari Pusat
13 days ago

UTBK Is Coming: Checklist Amunisi Biar Nggak Panik di Hari-H
13 days ago

Punya 7.000 Triliun, Elon Musk Bisa Beli Apa Saja di Dunia Ini?
21 days ago

Otto Toto Sugiri: Kisah "Bill Gates Indonesia" yang Hartanya Bikin Geleng-Geleng Kepala
21 days ago

164 Triliun dan Kisah di Balik Senyum Tahir: Lebih dari Sekadar Angka di Rekening
21 days ago

Mengenal Michael Hartono: Triliuner yang Hobi Main Kartu dan Jajan di Pinggir Jalan
21 days ago

Seberapa Kaya Robert Budi Hartono? Intip Fakta Kekayaannya di Sini
21 days ago

Mengenal Low Tuck Kwong: Sang Raja Batubara yang Bikin Kita Merasa Miskin Berjamaah
21 days ago

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a month ago





