Inflasi Kalsel Tembus 5,97 Persen, Gubernur Muhidin Soroti Lonjakan Harga Listrik dan Emas
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 10 March 2026 | 05:03 PM


amanditmedia.id, Banjarmasin – Gubernur Muhidin menggelar rapat bersama sejumlah lembaga untuk membahas kondisi inflasi di Kalimantan Selatan yang tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan, serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Rapat digelar di Banjarmasin pada Minggu (8/3) sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait pengendalian inflasi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 0,68 persen.
Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi di provinsi ini mencapai 5,97 persen, melampaui tingkat inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,76 persen.
Muhidin menjelaskan, tingginya inflasi daerah terutama dipicu oleh kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan. Menurutnya, lonjakan pada dua komponen tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.
Ia menuturkan, kenaikan komponen listrik sebagian dipengaruhi efek perbandingan dengan tahun sebelumnya, ketika pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen.
Selain itu, tingginya inflasi emas juga dipengaruhi minat masyarakat yang cukup besar terhadap pembelian emas perhiasan. Permintaan yang tinggi membuat kontribusi komoditas ini terhadap inflasi di daerah lebih besar dibandingkan rata-rata nasional.
Muhidin mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih instrumen investasi, termasuk dalam membeli emas.
Di sisi lain, ia menilai kontribusi inflasi dari sektor pangan relatif terkendali. Pemerintah daerah juga memastikan pasokan bahan pokok menjelang perayaan Idulfitri berada dalam kondisi cukup sehingga diharapkan harga tetap stabil.
"Untuk komoditas pangan relatif rendah. Stok bahan pokok di Kalsel juga aman menjelang Lebaran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, menyebut sejumlah komoditas lain yang turut memberi andil terhadap inflasi antara lain beras, daging ayam ras, serta rokok jenis sigaret kretek mesin.
BPS juga mencatat harga emas perhiasan dalam setahun terakhir melonjak hingga 78,99 persen, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan inflasi di Kalimantan Selatan.
Pemerintah provinsi bersama lembaga terkait akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi di daerah tersebut.
Next News

Disdikbud Kalsel Tegas! Perpisahan Sekolah Wajib Sederhana, Dilarang Pungutan
in 6 hours

Target PSU Kalsel Naik di 2026, Disperkim Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
in 3 hours

Taekwondo Kalsel Bawa Pulang 6 Medali dari Kejurnas 2026, Atlet SPOBDA Ikut Sumbang Perunggu
in 2 hours

Nilai Sempurna Diraih, Kinerja Layanan KI Kemenkum Kalsel di Triwulan I 2026 Jadi Sorotan
10 hours ago

Bahas Ranperda hingga Posbankum, Kemenkum Kalsel dan Pemkab HSS Perkuat Koordinasi
9 hours ago

Hasil Harmonisasi 3 Ranperbup HSU Diserahkan, Siap Lanjut ke Tahap Penetapan
6 hours ago

PKS Kemenkum Kalsel–LLDIKTI XI Dimatangkan, Sentra KI dan Posbankum Jadi Fokus
7 hours ago

89 LKS di Kalsel Belum Terakreditasi, Pemprov Percepat Standarisasi Layanan Sosial
a day ago

Pembinaan Qari dan Qariah Diperkuat, LPTQ Kalsel Matangkan Persiapan MTQ XXXVII 2026 di Barito Kuala
2 days ago

45 Peserta Ikuti Sosialisasi Pencatatan Sipil, Kalsel Dorong Tertib Administrasi Kependudukan di Tanah Laut
2 days ago





