Ingkar – Tulus dan Arti Lagu tentang Pura-Pura Move On yang Justru Terasa Mengkhianati Hati
Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 05 March 2026 | 06:51 AM


Dirilis pada 2022 dalam album Manusia, lagu Ingkar menjadi salah satu karya paling emosional dari Tulus. Lagu ini berbicara tentang dua orang yang sepakat berpisah dengan dewasa, tetapi diam-diam belum benar-benar selesai satu sama lain. Ini bukan tentang drama besar, melainkan tentang pengingkaran halus terhadap perasaan sendiri.
Lagu dibuka dengan suasana yang tampak tenang, "Seia menyudahi / Sekata pisah, tak sama lagi." Tidak ada pertengkaran hebat. Perpisahan terjadi atas kesepakatan. Bahkan terdengar matang dan rasional. "Bersama dihadapi / Engkau pun s'perti tak enggan mengakhiri." Seolah keduanya siap melangkah.
Namun realitas tak sesederhana keputusan. "Ku dengan bunga baru / Jiwa sepimu diobatinya." Frasa bunga baru merujuk pada pasangan baru. Keduanya mencoba mengisi kekosongan dengan orang lain. Ada upaya sadar untuk melanjutkan hidup.
Masalahnya muncul ketika ia mengaku, "Aku coba dengan yang baru / Kukira hilang bayangmu." Ia berharap kehadiran orang baru bisa menghapus kenangan lama. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. "Namun, tiap dengan yang baru / Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu." Di sinilah inti lagu ini. Ia merasa bersalah, seolah sedang mengkhianati seseorang yang bahkan sudah resmi berpisah dengannya.
Kata ingkar dalam judul terasa kuat. "Ingkarkah kita?" adalah pertanyaan reflektif. Apakah mereka sedang mengingkari hati sendiri? Apakah keputusan berpisah hanya logika yang memaksa, sementara rasa belum benar-benar padam?
Bagian "Detik-detik terus menitik / Garis rindu menuju kamu" menggambarkan waktu yang berjalan, tetapi arah rindunya tetap sama. Waktu tidak otomatis menyembuhkan. Justru setiap detik terasa seperti penegasan bahwa perasaan itu masih ada.
Tulus juga menulis, "Mungkin kita butuhkan waktu / Atau berdua mengingkari hati." Ada dua kemungkinan. Memberi waktu untuk benar-benar pulih, atau terus berpura-pura kuat sambil membohongi diri sendiri. Lagu ini tidak memberi jawaban pasti. Ia hanya mengajak pendengar merenung.
Yang membuat Ingkar terasa menyentuh adalah kejujurannya. Tidak semua orang yang move on benar-benar sudah selesai. Kadang kita menggenggam tangan baru, tetapi bayangan lama masih berdiri di belakangnya. Dan di momen seperti itu, kebahagiaan terasa janggal.
Ingkar adalah potret cinta yang belum tuntas. Tentang mencoba rasional, tetapi tetap kalah oleh rindu. Tentang menyadari bahwa mengingkari hati seringkali lebih melelahkan daripada mengakui bahwa kita belum benar-benar siap melepaskan.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
4 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
4 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
4 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
5 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
4 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
4 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
5 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
5 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
5 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
5 months ago




