Rabu, 22 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Ingkar – Tulus dan Arti Lagu tentang Pura-Pura Move On yang Justru Terasa Mengkhianati Hati

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 05 March 2026 | 06:51 AM

Background
Ingkar – Tulus dan Arti Lagu tentang Pura-Pura Move On yang Justru Terasa Mengkhianati Hati
TULUS - Ingkar (YouTube/Tulus)

Dirilis pada 2022 dalam album Manusia, lagu Ingkar menjadi salah satu karya paling emosional dari Tulus. Lagu ini berbicara tentang dua orang yang sepakat berpisah dengan dewasa, tetapi diam-diam belum benar-benar selesai satu sama lain. Ini bukan tentang drama besar, melainkan tentang pengingkaran halus terhadap perasaan sendiri.

Lagu dibuka dengan suasana yang tampak tenang, "Seia menyudahi / Sekata pisah, tak sama lagi." Tidak ada pertengkaran hebat. Perpisahan terjadi atas kesepakatan. Bahkan terdengar matang dan rasional. "Bersama dihadapi / Engkau pun s'perti tak enggan mengakhiri." Seolah keduanya siap melangkah.

Namun realitas tak sesederhana keputusan. "Ku dengan bunga baru / Jiwa sepimu diobatinya." Frasa bunga baru merujuk pada pasangan baru. Keduanya mencoba mengisi kekosongan dengan orang lain. Ada upaya sadar untuk melanjutkan hidup.

Masalahnya muncul ketika ia mengaku, "Aku coba dengan yang baru / Kukira hilang bayangmu." Ia berharap kehadiran orang baru bisa menghapus kenangan lama. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. "Namun, tiap dengan yang baru / Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu." Di sinilah inti lagu ini. Ia merasa bersalah, seolah sedang mengkhianati seseorang yang bahkan sudah resmi berpisah dengannya.

Kata ingkar dalam judul terasa kuat. "Ingkarkah kita?" adalah pertanyaan reflektif. Apakah mereka sedang mengingkari hati sendiri? Apakah keputusan berpisah hanya logika yang memaksa, sementara rasa belum benar-benar padam?

Bagian "Detik-detik terus menitik / Garis rindu menuju kamu" menggambarkan waktu yang berjalan, tetapi arah rindunya tetap sama. Waktu tidak otomatis menyembuhkan. Justru setiap detik terasa seperti penegasan bahwa perasaan itu masih ada.

Tulus juga menulis, "Mungkin kita butuhkan waktu / Atau berdua mengingkari hati." Ada dua kemungkinan. Memberi waktu untuk benar-benar pulih, atau terus berpura-pura kuat sambil membohongi diri sendiri. Lagu ini tidak memberi jawaban pasti. Ia hanya mengajak pendengar merenung.

Yang membuat Ingkar terasa menyentuh adalah kejujurannya. Tidak semua orang yang move on benar-benar sudah selesai. Kadang kita menggenggam tangan baru, tetapi bayangan lama masih berdiri di belakangnya. Dan di momen seperti itu, kebahagiaan terasa janggal.

Ingkar adalah potret cinta yang belum tuntas. Tentang mencoba rasional, tetapi tetap kalah oleh rindu. Tentang menyadari bahwa mengingkari hati seringkali lebih melelahkan daripada mengakui bahwa kita belum benar-benar siap melepaskan.

Tags

Tulus