Iran Gempur Kota-Kota Teluk Usai Klaim Kematian Ali Khamenei, Konflik Regional Memanas
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 01 March 2026 | 04:41 PM


amanditmedia.id, Dubai - Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Iran melancarkan gelombang serangan balasan ke sejumlah kota Teluk, termasuk Dubai, Doha, dan Manama, Minggu (1/3) pagi waktu setempat. Serangan ini terjadi sehari setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Wartawan AFP melaporkan suara ledakan terdengar di Dubai, Manama, dan Doha. Asap hitam tebal terlihat membumbung di langit selatan kota saat pagi hari yang cerah. Serangan terbaru ini memperluas eskalasi konflik setelah sehari sebelumnya Iran lebih dulu menggempur sejumlah target di kawasan Teluk Arab, termasuk ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke wilayahnya pada Sabtu (28/2). Api dan asap dilaporkan terlihat di dekat ikon kota seperti Burj Al Arab dan kawasan Palm Jumeirah. Di Bandara Abu Dhabi, satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam insiden yang dikaitkan dengan serangan tersebut.
Bandara Dubai, yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, serta bandara Kuwait juga dilaporkan terdampak.
Otoritas Qatar menyebut Iran meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke wilayahnya. Mayoritas berhasil dicegat sistem pertahanan udara, namun delapan orang dilaporkan terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Di Bahrain, khususnya Manama yang menjadi markas United States Fifth Fleet, asap terlihat mengepul dari area sekitar pangkalan militer AS. Serangan drone dan pecahan proyektil dilaporkan menghantam bangunan permukiman. Video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api dan asap tebal dari gedung-gedung tinggi di ibu kota Bahrain tersebut.
Serangan Iran juga menargetkan Al Udeid Air Base, pangkalan militer AS terbesar di kawasan Timur Tengah. Selain itu, serangan dilaporkan mengarah ke Riyadh dan wilayah timur Arab Saudi.
Negara-negara Teluk yang kaya minyak dan gas tersebut selama ini merupakan sekutu lama Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah berbagai fasilitas militer Washington. Gelombang serangan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih luas, menyusul konfrontasi langsung Iran dengan AS dan Israel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Washington maupun Tel Aviv terkait perkembangan serangan balasan tersebut.
Next News

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a day ago

Profil Bahlil Lahadalia: Mantan Loper Koran Kini Nakhoda Golkar
a day ago

Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 50 Persen untuk Ojol hingga Kurir, Berlaku sampai 2027
4 days ago

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat RT/RW dan Komunitas Masjid
4 days ago

Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026, BI Batasi Maksimal Rp5,3 Juta per Orang
4 days ago

Ekonom Peringatkan Dampak Jika Harga BBM Naik: Inflasi Tinggi hingga Risiko Resesi
4 days ago

Pemerintah Jamin Stok BBM Aman di Tengah Ketegangan Global
4 days ago

Filipina Pangkas Jam Kerja Demi Hemat Energi, Indonesia Masih Kaji Kebijakan Efisiensi
4 days ago

Prabowo Undang SBY dan Jokowi Hadiri Acara di Istana Merdeka Malam Ini
11 days ago

920 Cartridge Vape Berisi Narkoba Etomidate Diamankan Polisi di Jakarta Pusat
11 days ago





