Sabtu, 13 Juni 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Kalsel Tancap Gas Cetak Sawah 2026, Target Produksi Beras Tembus 1,3 Juta Ton

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 11 June 2026 | 04:44 AM

Background
Kalsel Tancap Gas Cetak Sawah 2026, Target Produksi Beras Tembus 1,3 Juta Ton
Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 Wilayah Kalimantan di Banjarbaru (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarbaru — Kalimantan Selatan menegaskan dukungannya terhadap program cetak sawah 2026 yang dicanangkan pemerintah pusat. Dukungan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 Wilayah Kalimantan di Banjarbaru, Sabtu (6/6).

Mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga posisi Kalsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Menurut Ariadi, progres persiapan cetak sawah di Kalsel tergolong menggembirakan. Berdasarkan data Survei Investigasi dan Desain (SID), luasan lahan yang telah tercatat mencapai 1.724,70 hektare, menjadi salah satu capaian terbaik di wilayah Kalimantan.

Capaian itu turut diperkuat dengan surplus beras Kalsel yang mencapai 1,2 juta ton pada 2025. Karena itu, Pemprov Kalsel menargetkan produksi beras meningkat menjadi 1,3 juta ton pada 2026 melalui program cetak sawah rakyat seluas 30 ribu hektare dan pengembangan pangan lokal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menekankan pentingnya pelaksanaan program sesuai dokumen perencanaan yang telah disusun. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari penyedia, pengawas, TNI hingga pemerintah daerah, memiliki persepsi yang sama agar target program dapat tercapai.

Rakor juga diisi penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan lintas instansi dalam menyukseskan program cetak sawah 2026 di Kalimantan.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap target perluasan lahan sawah baru dapat terealisasi dan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dari wilayah Kalimantan.

Tags