Selasa, 7 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Mengenal Olivia Dean: Si Suara Emas dari London yang Bikin Hari Berantakan Jadi Indah

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 16 March 2026 | 08:00 AM

Background
Mengenal Olivia Dean: Si Suara Emas dari London yang Bikin Hari Berantakan Jadi Indah
Olivia Dean (Billboard.com/Olivia Dean)

Pernah nggak sih kalian lagi bengong di kereta atau bus, dengerin playlist acak di Spotify, terus tiba-tiba ada satu suara yang bikin kalian berhenti main HP dan mikir, "Wah, ini suara siapa sih? Kok enak banget?" Nah, kalau kalian pernah merasakan momen itu baru-baru ini, besar kemungkinan yang sedang kalian dengar adalah Olivia Dean. Gadis asal London Timur ini bukan sekadar penyanyi pendatang baru yang cuma modal viral di TikTok, tapi dia adalah definisi dari paket lengkap: bakat murni, penulisan lagu yang jujur, dan persona yang bikin kita merasa dia itu teman nongkrong yang asyik.

Kalau kita bicara soal industri musik Inggris, mereka memang nggak pernah kehabisan stok penyanyi soul yang berkarakter. Kita punya Amy Winehouse yang legendaris, Adele yang bikin galau sedunia, sampai Jorja Smith yang super cool. Tapi Olivia Dean punya jalurnya sendiri. Dia nggak mencoba jadi "the next" siapa pun. Dia cuma Olivia, seorang perempuan muda yang suka pakai baju vintage, rambutnya sering dibiarkan alami, dan punya senyum yang bikin suasana langsung cerah. Vibenya itu sangat approachable, alias nggak berjarak.

Lahir dengan nama lengkap Olivia Lauryn Dean, perjalanan musiknya sebenarnya klasik banget buat anak berbakat di Inggris. Dia adalah lulusan BRIT School, sekolah seni legendaris yang juga melahirkan nama-nama besar. Tapi, jangan bayangkan dia langsung dapet kontrak mahal dan hidup mewah. Olivia sempat jadi penyanyi latar buat band Rudimental. Bayangkan, dari berdiri di belakang panggung sambil bantuin vokal orang lain, sekarang dia berdiri di tengah sorotan lampu utama. Transisi ini yang bikin musiknya terasa sangat "matang" meskipun dia masih muda.

"Messy" Bukan Sekadar Judul Album, Tapi Sebuah Ideologi

Tahun 2023 kemarin jadi tahun yang besar buat Olivia karena dia merilis album debutnya yang berjudul Messy. Jujurly, judul ini sangat mewakili perasaan anak muda zaman sekarang. Di dunia yang isinya pamer kebahagiaan di Instagram dan semuanya harus terlihat sempurna, Olivia malah bilang, "Eh, hidup gue berantakan, dan itu nggak apa-apa banget."

Album Messy ini bahkan masuk nominasi Mercury Prize, salah satu penghargaan musik paling bergengsi di Inggris. Musiknya itu perpaduan antara pop, soul, dan sentuhan jazz yang nggak bikin dahi berkerut. Lagunya nggak ribet, tapi liriknya kena banget di ulu hati. Misalnya di lagu "Dive", dia cerita soal ketakutan sekaligus keberanian buat jatuh cinta lagi. Kedengarannya klise? Mungkin. Tapi di tangan Olivia, cerita itu jadi terasa segar karena cara dia bernyanyi itu kayak lagi curhat sambil minum teh di sore hari.

Satu hal yang bikin Olivia Dean beda adalah kemampuannya buat bikin pendengar merasa "dilihat". Di lagu "Be My Own Boyfriend", dia merayakan kemandirian tanpa terkesan menggurui. Dia cuma bilang kalau dia bisa kok bahagia sama dirinya sendiri. Ini penting banget di tengah gempuran lagu-lagu galau yang isinya cuma nungguin balasan chat mantan. Olivia ngajak kita buat lebih kalem dan mencintai diri sendiri dengan cara yang paling organik.

Estetika yang Nggak Dibuat-buat

Kalau kalian mampir ke laman Instagram-nya, kalian nggak bakal nemu foto-foto studio yang terlalu diedit berlebihan. Olivia sering banget posting foto lagi ketawa lebar, lagi makan, atau lagi pakai outfit yang kelihatan nyaman banget tapi tetap modis. Nggak heran kalau brand sebesar Chanel sampai meliriknya jadi brand ambassador. Tapi hebatnya, meski sudah pakai baju branded, dia tetap kelihatan seperti tetangga sebelah rumah yang ramah. Nggak ada kesan sombong atau eksklusif yang berlebihan.

Gaya panggungnya juga unik. Pas pandemi kemarin, pas penyanyi lain bingung mau ngapain, Olivia malah sewa truk kuning yang disulap jadi panggung berjalan. Dia keliling ke berbagai tempat buat nyanyi buat orang-orang dari kejauhan. Inisiatif kayak gini yang bikin fans setianya makin sayang. Dia nggak butuh panggung megah dengan kembang api buat nunjukin kualitasnya. Kasih dia mic, band yang solid, dan satu gelas minuman, maka sihirnya langsung bekerja.

Bicara soal vokal, suara Olivia itu tipenya yang "airy" tapi bertenaga. Dia nggak perlu teriak-teriak high note ala diva buat bikin kita merinding. Teknik vokalnya rapi, transisinya mulus, dan yang paling penting: emosinya sampai. Pas dia nyanyi lagu "The Hardest Part", kalian bisa ngerasain pedihnya harus tumbuh dewasa dan meninggalkan versi lama dari diri kita. Itu jenis lagu yang kalau diputar pas hujan di dalam mobil, bisa bikin kita tiba-tiba nangis padahal lagi nggak ada masalah apa-apa.

Kenapa Kalian Harus Mulai Dengerin Olivia Dean Sekarang?

Dunia saat ini sudah cukup berisik dan bikin stres. Kita butuh sesuatu yang bisa jadi penawar, dan musik Olivia Dean adalah obat yang tepat. Dia bukan tipe artis yang bakal bikin skandal buat cari perhatian. Dia cuma fokus ke karya dan bagaimana caranya tetap jadi manusia biasa di tengah industri yang seringkali menuntut orang jadi robot.

Untuk kalian yang suka dengan musik-musik dari Corinne Bailey Rae, Norah Jones, atau mungkin yang lebih modern seperti Arlo Parks, Olivia Dean adalah kepingan puzzle yang hilang di daftar putar kalian. Musiknya cocok buat nemenin kerja, nemenin masak, atau sekadar jadi latar suara pas lagi deep talk sama pacar atau sahabat.

Opini pribadi saya, Olivia Dean adalah pengingat bahwa kejujuran itu masih punya nilai jual yang tinggi di dunia seni. Dia nggak butuh autotune yang berlebihan atau gimmick marketing yang aneh-aneh. Cukup dengan kejujuran bahwa hidup itu kadang "messy" atau berantakan, dia berhasil menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia, termasuk kita yang ada di Indonesia.

Jadi, kalau nanti malam kalian bingung mau dengerin apa sebelum tidur, coba cari album Messy. Siapkan headphone, matikan lampu, dan biarkan suara Olivia Dean memeluk telinga kalian. Siapa tahu, setelah dengerin, masalah-masalah hidup yang tadinya terasa berat jadi sedikit lebih ringan. Karena pada akhirnya, seperti kata Olivia, berantakan itu manusiawi, dan di dalam keberantakan itu, selalu ada keindahan yang bisa kita syukuri. Selamat mendengarkan!

Tags