Sabtu, 4 April 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 03 April 2026 | 12:40 AM

Background
KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026
KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026 (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin - Akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan geliat positif. Hingga akhir Februari 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp863,99 miliar atau 16,76 persen dari target tahunan Rp5,15 triliun.

Jumlah tersebut disalurkan kepada 12.546 debitur, dengan dominasi KUR konvensional sebesar Rp836,63 miliar atau 96,83 persen. Sementara KUR syariah tercatat Rp27,35 miliar atau 3,17 persen.

"Penyaluran KUR di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada awal tahun ini. Hal ini menjadi indikasi bahwa akses pembiayaan bagi UMKM semakin terbuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Catur Ariyanto Widodo, Senin (30/3/2026).

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp307,28 miliar kepada 5.609 debitur. Dari sisi skema, KUR mikro mendominasi dengan penyaluran Rp572,29 miliar kepada 11.436 debitur.

Secara wilayah, Kota Banjarmasin mencatat penyaluran tertinggi Rp151,27 miliar, disusul Kabupaten Tanah Bumbu Rp117,28 miliar dan Kabupaten Banjar Rp91,87 miliar.

Dari sisi perbankan, BRI menjadi penyalur terbesar dengan Rp571,57 miliar kepada 10.844 debitur. Diikuti Bank Mandiri Rp104,05 miliar dan BNI Rp92,48 miliar.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga berjalan dengan total Rp5,38 miliar kepada 997 debitur. Skema syariah mendominasi dengan porsi 62,27 persen.

"Pembiayaan UMi menjadi pelengkap penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha ultra mikro yang belum terjangkau KUR," ucapnya.

Meski secara nasional masih di peringkat 28, Kalsel berada di posisi tiga besar se-Kalimantan untuk penyaluran UMi.

Ke depan, penguatan sinergi antar lembaga penyalur terus didorong agar pembiayaan UMKM tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi merata di seluruh daerah.

Tags