Sabtu, 4 April 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Ekonomi Kalsel Awal 2026 Tancap Gas, Surplus Fiskal Tercatat Rp1,87 Triliun

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 02 April 2026 | 09:35 PM

Background
Ekonomi Kalsel Awal 2026 Tancap Gas, Surplus Fiskal Tercatat Rp1,87 Triliun
DJPb (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin - Kinerja ekonomi Kalimantan Selatan di awal 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional serta kondisi fiskal yang sehat jadi penopang utama.

Catur Ariyanto Widodo menyebut, pada Triwulan IV 2025, ekonomi Kalsel tumbuh 5,46 persen secara tahunan atau 5,22 persen kumulatif. Angka ini menempatkan Kalsel di posisi tiga besar se-Kalimantan.

"Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan IV 2025 mencapai 5,46 persen (yoy) atau 5,22 persen secara kumulatif, menjadikannya tertinggi ketiga di regional Kalimantan. Ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah masih cukup kuat," ujarnya, Senin (30/3).

Dari sisi fiskal, realisasi Belanja Negara hingga Februari 2026 mencapai Rp4,55 triliun atau 15,25 persen dari total pagu Rp29,81 triliun. Penyaluran terbesar berasal dari Transfer ke Daerah sebesar Rp3,69 triliun.

Kinerja APBD juga mencatatkan surplus Rp1,87 triliun, menandakan ruang fiskal daerah masih cukup kuat untuk mendukung program pembangunan.

Di sektor perdagangan, neraca masih mencatat surplus US$752,34 juta meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Ekspor tercatat US$884,41 juta, sementara impor mencapai US$132,07 juta.

Tekanan inflasi turut menjadi perhatian. Pada Februari 2026, inflasi Kalsel mencapai 5,97 persen secara tahunan, lebih tinggi dari angka nasional 4,76 persen. Secara bulanan, inflasi berada di angka 0,86 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh tarif listrik, emas perhiasan, dan beras, sementara komoditas seperti daging ayam dan ikan nila turut menyumbang secara bulanan.

Sejumlah langkah pengendalian terus dilakukan, termasuk operasi pasar murah dan distribusi beras SPHP sebanyak 13,20 ribu ton untuk menjaga stabilitas harga.

"Upaya ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar utama seperti Pasar Sentra Antasari dan Pasar Beras Muara Klayan," tutupnya.

Tags